PROLOG

315 18 0
                                        

Gadis dengan rambut dikuncir kuda itu sedang menatap lelaki yang lebih tinggi dihadapannya. Menatap tepat pada mata hitam legam dengan sendu.
Bibir yang sedari tadi bungkam, kini mulai terbuka perlahan.

"Gue mohon" ucapnya dengan suara parau menahan tangis.

Lelaki itu menatap mata kopi hitam gadis yang lebih pendek darinya dengan tatapan tak bisa diartikan.
Gadis itu menundukkan kepalanya, menahan butiran air yang akan jatuh, dadanya sesak.

Terdengar deruan nafas panjang, yang kemudian dihembuskannya secara perlahan.

"Ok"

Suara itu, membuat sang gadis menengadahkan kepalanya, menatap kembali mata hitam legam itu yang kini sudah menatapnya lembut. Matanya mengerjap beberapa kali, Senyuman manis langsung terukir di bibir merah muda si gadis.

Lelaki itu ikut menarik ujung bibirnya ke atas, menorehkan senyuman manisnya. Setidaknya dengan cara itu , dia tidak akan menyakiti gadis itu lagi.








Aloalohaa gaaaeess ... *cipika cipiki para readers

Gue nongol lagi kan?
Yap gue kambek nih , membayar hutang gue sama kalian para readers yang udah baca cerita ini sebelumnya.

Kali ini gue bakalan berusaha bikin cerita Rezal, Nadin,dan Heru lebih baik dari sebelumnya.

Do'a in author ya guys ... ^^

♥ buat kalian semua :*

Ok langsung next aja kali ya ..

Revisi
22 Oktober 2017

DETIK  TERAKHIR  BERSAMAMUHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora