[cover by : wattpadcaffe]
Singkat saja bagaimana Etana Gusvano mengetahui sesuatu yang tidak pernah ada pada dirinya?
Mulai dari sikap Etil kepada anak putranya itu sangat dingin,
"Etana sudah berapa hari lu bolos sekolah?" ucap Cello yang tiba-tiba saja muncul dari belakang pintu kamar Etana.
Mendengar itu Etana yang sedang asik dengan games yang ada di hendphonenya langsung menolehkan kepalanya ke sumber yang pembicaraan yang tadi.
"Ehh Cel, lo tau Claudia anak kelas XI IPA A?" Ucap Etana begitu saja. Bukannya menjawab pertanyaan Cello malah Etana memberi pertanyaan kepada Cello.
"Oh anaknya pak kandung ya?" balas Cello dan berjalan duduk ke kasurnya Etana.
"Iya anak pak kandung itu, bapaknya jahat bener tapi anaknya" Etana memberhentikan ucapannya dan melihat ke arah Cello dan tersenyum, melihat raut wajah Cello. Etana melanjutkan pembicaraannya "Anaknya manis banget, gitu juga pinter nggak kayak lo yang biasanya cuman nulis cerita di mana tuh wgttpit" Asal Etana dan melirik senyum kecut ke arah Cello.
"Wattpad bego!" balas sinis Cello
Etana memutar badannya menghadap Cello yang kini sibuk dengan perkerjaannya mengetik sebuah cerita.
"Cell, lo nggak mau cari pacar?" tanya Etana dan berhasil memberhentikan perkerjaannya tersebut.
"Nggak ah, lagian gua nunggu orang tapi orangnya nggak peka" balas Cello
"Emang nunggu enak?" Balas lagi Etana
"Enak lah, kalo nggak enak gua udah ngibarin bendera putih dari dulu"
Tawa Etana meledak kencang mendengar jawaban yang baru saja keluar dari mulut teman kecilnya itu.
"Gaya banget bahasa lo, kek mau perang aja Cell" jawab Etana dengan tawa yang medelak-ledak "pake ngomong ngibarin bendera putih aja" lanjut Etana lagi dengan tawa yang kencang.
"HAHA LUCU BEGO!!!!" Teriak Cello tepat di telinganya Etana.
"Cell, coba deh lo jangan fokus sama cerita lo di wattpad" ucap Etana kali ini pria itu serius dengan ucapannya "Gua tanya. Cowok-cowok di novel itu bisa meluk lo kalo lo rapuh?"
Mendengar itu Cello terdiam dengan lamunannya perkataan Etana tersebut berhasil membuatnya diam. Cello tidak bisa membalas perkataan Etana tersebut. Etana memang seperti itu perkataannya selalu membuat Cello terdiam. Sampai akhirnya Etana mengambil hendphone yang ada di saku celananya Cello dan membuka aplikasi kameranya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Sip teman lo ganteng banget!!"
"JIJI!!!!"
-ETANA-
Yehh!!! Halloo jangan lupa vote sama komen ya guys!!!