Assallamualaikum Ya Rasulullah
Lima waktu berkumandang gemaku mengadu
Sungguh kepada-Nya aku bermunajat, kepadamu aku bershalawat
Haditsmu kubaca, sembari kuamalkan
Agar di hari bertemu, kumiliki iman setekad baja nyata, bukan semu
Ketika keheningan ufuk senja terpecah
Terbersit sedikit penyakit pikiran. Melalang buana, berharap oleh Sang Ilahi
Terlahir saat zaman engkau hidup, agar bercerita aku sakaratul mautnya dunia fana ini!
Oh, merana tergantung tersampai... Benar sesuai sabdamu,
Tak pernah terbayang, detik memang akan terjadi
Sekali lagi, kelambu senja merasuki ku
Tapal jejak Rasullulah di ufuk Ingin ku gapai
Jiwa-jiwa suci, malaikat sepertiga malam
Sampaikanlah, sampai Arsy Sang Illahi
Sungguh, rindu kami bagai Rasulullah merindukan Khatijah
Kami rindu padanya
Tempa kami, menjadi syaifful mumin
Hunusan ini siap sesuai dengan syariat
Kebangkitan!
Bawalah kami, dalam perjalanan malam, bagai lintas antarbintang
Walau rentang Sidratul Muntaha sekalipun, tak gentar iman ini membela Rasulullah, sekalipun Islam
Rasullulah, sampai jumpa di ufuk itu
Tunggulah kami, di penantian syafaatmu kelak
- Jejak-
YOU ARE READING
Tenggelam di Ufuk Barat
General FictionPetang itu... Kami beranjak pulang Memanggul beban segudang Menjinjing ilmu seberat karang Melangkahkan tapak di tanah usang Kami si Anak Pinggiran Tenggelam di ufuk barat
