Kesatu

308 2 0
                                        

Saat bertemu dulu rasanya biasa. saja. Ga ada feeling apa apa. Kami sering bertemu di sekolah tempat aku mengajar di SD kalibata. Aku ingat dulu tahun 2013 mengajar kelas 3. Dia adalah pelatih ekskul karate. Padahal aku gak suka sama karate. Gak tau juga sih. Udah gitu kepala sekolah ku iseng juga, aku disuruh bantuin memberikan para siswa yang mau latihan. Aduh, males banget nih perasaan hati ku. Dudududu, secara bete banget geto. Kaya ga ada kerjaan aja.
Hmmm....
Tetapi jujur, ini adalah cinta pada Pandangan kedua. Pertama ketemu aku sungguh ga tahu bahwa dia adalah jodoh ku. Pria ini adalah keponakan temanku sesama rekan mengajar. Dia rajin mengantarkan bibi nya naik motor. Hampir setiap hari. Aku pun ga ada rasa apa-apa.
Sampai pada suatu saat di penghujung Desember 2012. Pas malam tahun baru, di saat orang-orang di luar sana asyik merayakan pergantian tahun baru, aku malah khusyuk berdoa di depan sejadah biru tua.
Doaku singkat saja, Ya a
Allah, aku ingin menikah. Tolong mudahkan lah...
Itu saja. Aku sadar usiaku sudah tak muda lagi dan lebih dari cukup. Sudah hampir 40 tahun. Sangat mapan dan dewasa.

my husband my best friend Stories to obsess over. Discover now