Secara kebetulan rangkaian kejadian teror terus mewarnai kehidupan percintaan Irene Dear hingga membuatnya harus rela melepaskan cintanya dan menghukum dirinya sendiri.
Belum lagi konflik batin tentang siapa yang sebenarnya dia cintai juga terus men...
"On the dark shadow of pain, at the entrance to farewell Even if I fall, I can endure it for you" EXO, Baby Don't Cry
IRENE Dear duduk di bangku taman di sudut kota London, menatap kosong pada daun-daun coklat yang gugur dan tersaruk-saruk terbawa angin. Dalam hatinya ia berharap angin itu juga akan menyapu serpihan hatinya hingga tak tersisa, hingga perasaan bersalah itu hilang, hingga ia tak mampu merasakan apa-apa lagi-hanya hampa.
Tapi ia tahu, ia tak akan punya kesempatan untuk itu, lebih tepatnya tidak boleh punya kesempatan untuk itu. Rasa bersalahnya sudah terlanjur merasuk ke seluruh nadinya, tidak akan bisa hilang, walau nyawanya sekalipun sebagai gantinya.
Sudah dua tahun Irene hidup dalam dunianya sendiri. Tenggelam di dalamnya tanpa ada seorang pun yang bisa menariknya keluar. Sejak kejadian itu, kejadian yang membuatnya membentuk dinding penyesalan dan mengurung dirinya sendiri di dalamnya.
Irene merapatkan mantelnya karena dinginnya angin mulai menusuk hingga ketulangnya. Ia memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Ia pun berjalan menyusuri taman dengan menunduk memandangi sepatunya yang bergerak pelan, malas memandangi berpasangan-pasang kekasih yang sedang dengan sangat bahagia menikmati musim gugur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tiba-tiba tubuhnya menabrak seseorang hingga dia jatuh terduduk di tanah.
"I'm sorry, miss." kata seorang pria dengan logat Prancis yang kental. Mungkin dia turis Prancis yang berlibur ke London.
"It's okay, sir. I'm-" tiba-tiba dada Irene sakit. Ia ingat, suara itu, suaranya...
"Biar saya bantu." kata pria itu. Saat pria itu mencoba menolong Irene berdiri, Irene dapat melihat dengan jelas wajah pria itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mimpi buruk itu pun datang lagi
"Will..." Suara Irene lemah.
"Irene?" Pria itu menatap Irene dengan pandangan terkejut.
Setelah Irene berhasil berdiri, dia memaksa lututnya agar tidak goyah.
"Aku tidak menyangka kita bisa bertemu disini," kata pria itu.