A Story by : SyugarKeyDickey & machikaneru
***
Di sebuah jalanan yang minim penerangan, dengan cahaya remang-remang yang mampu membuat bulu kuduk berdiri, seorang wanita paruh baya berjalan melewati jalanan sunyi tersebut.
Tungkainya membawa tubuh ringkihnya ke sebuah rumah klasik dengan bunga-bunga yang tumbuh di setiap sudut, membuat mata rileks karena pemandangan menyegarkan tersebut, wanita itu menghirup udara sekitar. Membiarkan zat gas itu memasuki paru-parunya secara teratur bagai sebuah euphoria.
Obsidiannya menangkap sebuah objek yang berada di depan pintu rumahnya, objek yang merupakan seseorang dengan posisi meringkuk di depan pintu, dengan kondisi lusuh dan menggigil.
"Oh astaga!" pekik wanita itu kaget. Ia bergegas menghampiri seseorang itu. Matanya membelalak terkejut melihat tubuh seorang pemuda yang penuh memar. Dengan segera ia memapah tubuh kekar pemuda itu masuk ke tempat tinggalnya yang hangat.
Wanita itu membawanya ke sebuah ranjang kecil, ranjang yang hanya mampu menampung tubuh satu orang, wanita itu menanggalkan jaketnya dan memakaikannya pada tubuh pemuda itu. Ia membelai surai kecoklatan pemuda itu dengan penuh kasih sayang. Netranya tak sengaja menangkap sebuah objek yang berada di leher pemuda itu, sebuah kalung.
"Jimin? Nama yang indah," ujar wanita itu sembari menatap bandul kalung yang dikenakan pemuda bernama Jimin tersebut.
***
Sinar mentari menerobos masuk ke rumah wanita itu lewat celah-celah ventilasi udara, menandakan hari baru dan juga saatnya umat manusia memulai aktivitasnya.
Jimin, pemuda itu sudah terbangun dari tidurnya, ia kembali meringkuk karena merasakan suasana asing rumah itu yang membuatnya ketakutan. Wanita yang menolongnya itu muncul dan menghampirinya dengan segelas susu putih di tangannya.
"Kau sudah bangun ternyata," ujarnya sembari menghampiri Jimin.
"Aku Park Yoonji, di mana orang tuamu?" Tanya wanita bernama Yoonji itu, dengan lembut ia memberikan gelas berisi susu tersebut pada Jimin. Namun Jimin menghindar seolah Yoonji membuatnya takut.
"Hei, tenanglah! Sepertinya kau tak memiliki orang tua. Baiklah, panggil aku ibu," ucap wanita itu dan kembali menyerahkan segelas susu tersebut. Jimin menerimanya dengan ragu-ragu, namun wanita bernama Yoonji itu terus meyakinkannya, hingga Jimin menerimanya dan meminumnya.
Yoonji yang gemas dengan tingkah laku Jimin mengacak surai kecoklatan Jimin dengan gemas. Ia memandang wajah bantal Jimin dengan intens, kemudian senyuman terpatri manis di bibirnya.
"Aku tak percaya mendapatkan seorang anak yang tampan dan menggemaskan," ujarnya. Ia kembali menatap Jimin.
***
Sedikit aneh memang disaat Yoonji terus bicara dan bertanya pada Jimin, pemuda itu hanya diam menatap Yoonji bingung.
'Apa dia tidak bisa bicara?' Batin Yoonji bertanya-tanya.
Dia memiliki tubuh kekar dan sangat atletis. Tunggu dulu, ada yang aneh disini, kemana perginya semua luka memar yang ada di tubuh Jimin?
Dipikirkan bagaimanapun Yoonji tak mengerti, tapi ia tak peduli karena yang terpenting sekarang ialah Yoonji harus memikirkan biaya hidupnya bersama Jimin.
Selesai memandikan Jimin, Yoonji mencari pakaian peninggalan ayahnya. Pemuda lusuh itu sekarang benar-benar terlihat sangat tampan.
"Sepertinya kamu adalah bayi bertubuh besar, aku akan mengajarimu" Yoonji berucap sembari mengelus kepala dan pipi gembul Jimin sayang.
ESTÁS LEYENDO
Did You See Me? | Jimin Birthday Project
FanfictionSpecial Present for Our Sexiest Mochi, Park Jimin. Regards, @MinSuga2609 @sena_yoo @pitik-merajut @SyugarKeyDickey @machikaneru @keysha_aqila @Littlesky95 @ksjxymj
