Kriiingg... Kriiingg...
Alarm itu berbunyi cukup keras namun sosok tubuh diatas kasur itu tak bergeming sama sekali.
Kriiingg... Kriiingg...
Lima menit sudah berlalu sejak bunyi alarm yang terakhir terdengar, tapi tetap saja sosok itu masih nyenyak dalam tidurnya.
~~~~~~~~~~~~~~~
"Gimana Bi? Sudahkah dia bangun?" Tanya seorang cowok dengan baju kantornya yang sangat rapi
"Belum tuan muda, saya sudah coba bangunkan tapi nona tidur terlalu pulas." Jawab seorang pembantu itu sebelum ia berlalu ke dapur
"Dasar putri tidur!" Desis sang tuan muda sambil tersenyum
"Percuma kak! Biar aku saja yang bangunkan dia." sahut seorang cowok satu lagi yang tengah berjalan menuju tangga
~~~~~~~~~~~~~~~
"Saraaaa.... Banguuuunn!!!" Teriak cowok yang tengah berjalan menuju kamar sang putri tidur
"Saraaaa....," Teriaknya sekali lagi saat sudah didalam kamar
Namun bukan jawaban yang ia dapatkan melainkan hanya geliatan dan dengkuran kecil yang ditunjukkan sang putri tidur
"Sara bangun!!" Cowok itu menggerakkan lengan sang putri tidur
"Apaan sih kak?! Aku tuh masih ngantuk..," Sang putri tidur akhirnya membuka mulut
"Oh ya Tuhan... Kenapa kau berikan aku seorang adik perempuan macam ini? Dia bahkan- ."
"Iya, iya! Aku bangun." Potong sang putri tidur
"Nah! Itu baru adikku yang manis.. udah sana cepet siap-siap! Kakak tunggu dibawah yaaa...,"
"Argh... Kenapa hari Senin cepet banget sih datangnya?!" Kata sang putri tidur setelah kakaknya pergi
~~~~~~~~~~~~~~~
Tuk - tuk - tuk
Suara sepatu yang beradu dengan lantai tangga menggema saat itu, gadis pemilik iris cokelat kelam itu berjalan dengan menggendong tas sekolahnya yang warna abu-abu lengkap dengan gantungan berbentuk wortel disalah satu resletingnya. Sarajevo Noor Vicenta, Dia terus berjalan tanpa tersenyum sama sekali, mungkin dia masih kesal karena tadi tidurnya diganggu.
"Itu dia putri tidur kita!"
"Nih!" Kakak sulungnya memberikan kotak makan saat Sara sudah didepannya
"Itu buat kamu sarapan! Udah gak sempet kalo mau sarapan dirumah." Timpal kakak Sara yang kedua sebelum ia berjalan keluar
"Kak!" Panggil Sara ke kakak sulungnya yang masih diam ditempat
"Iya?"
"Makasih...,"
"Sama-sama...," Jawab sang kakak sambil mengacak-acak rambut Sara gemas
~~~~~~~~~~~~~~~
"Kak! Nanti pulangnya aku dijemput Pak Udin aja ya,"
"Kenapa?" Jawab sang kakak tanpa mengalihkan perhatiannya pada jalanan
"Aku ada tugas kelompok."
"Bohong tuh kak! Kemarin Sara sendiri yang bilang ke aku kalo tugas kelompoknya baru aja selesai!" Sahut kakak keduanya yang paling suka usil
"Enggak kok kak- Beneran! Ini tugas yang baru," Sara membela diri
"Boleh kan kak?" Tanya Sara dengan puppy eyesnya
"Enggak." Jawab kakak keduanya yang usil lagi
"Kak Bayu apaan sih?! Aku nanya nya ke kak Yoga tau!"
"Ya udah, boleh, tapi pulangnya jangan sore-sore!"
"Yeayy! Makasih kak..," Sara tersenyum penuh kemenangan
"Kok kakak izinin sih?!" Tanya Bayu tidak terima
"Memangnya kamu masih mau debat sama Sara selama perjalanan? Lagipula kita juga udah tau kan siapa yang bakal menang kalo kalian debat." Jelas Yoga- si sulung
Sara tersenyum dengan bangga, karena ia tau siapa yang dimaksud oleh kakaknya.
Sedangkan Bayu hanya bisa cemberut, yahh.. ia tau betul, bahwa adiknya lah yang mewarisi sifat ibunya yang sangat pintar dalam berdebat- lebih tepatnya pintar bicara! Ralatnya dalam hati.
"Terima kasih Tuhan... Meski Kau sudah mengambil Mama tapi Kau memberikan ganti yang sama persis dengan nya..," Batin Yoga.
-----------------------------------------------------------
Akhirnya.. selesai juga chapter pertama!🎉
Dan maaf kalo ga jelas..🙏 maklum lah ini ceritaku yang pertama..
Jangan lupa vomment yaaahh...😂
Biar saya tambah semangat..
