Di pagi hari yang cukup dingin,matahari tampaknya hari ini enggan keluar di langit Manhattan namun tidak membuat seorang wanita cantik nan mungil dengan dress abu-abu yang di tutupi mantel putih itu menunda pekerjaan yang ia lakoni sekarang. Ia menunggu taxi yang biasa melewati tempatnya menunggu,dan alhasil,taxi yang ia tunggu sudah berada di depan mata tanpa menunggu lama,ia segera masuk dan menuju tempatnya bekerja. Yup, ia adalah Amyline Vinley Ludgerd,wanita 23 tahun yang memiliki tubuh yang cukup mungil tetapi dengan rambut coklat bergelombang,manik mata emerlard yang menenangkan,kulit putih pucat tanpa cela,bibir mungil nan tipis berwarna pink yang menggoda cukup membuat orang mengira ia adalah gadis berusia 19 tahun.
Setelah taxi berhenti di HUYGENS HOSPITAL,Amy segera memberikan beberapa dollar kepada sang supir dan bergegas turun dari taxi yang di tumpanginya tadi. Ia melihat arloji putihnya
'07:00, huh hampir saja aku terlambat'.batin Amy seraya menghembuskan nafas lega.
Tanpa menunggu lama,ia segera masuk ke dalam HUYGEN'S HOSPITAL,salah satu rumah sakit ternama di kota Manhattan. Saat masuk ke dalam gedung itu,ia langgsung di sambut oleh lantai dasar yang bernuansa putih dan cream yang menenangkan.
'Tok tok tok 'high heels hitam milik Amy berbenturan dengan lantai rumah sakit. Ia berjalan dengan anggun dan sesekali menengok ke arah orang-orang yang menyapanya dan Amy membalasnya balik seraya tersenyum manis yang memperlihatkan lesung pipinya.
Lalu Amy masuk ke dalam lift yang terdapat sahabatnya menunggu. Saat Amy masuk,pintu lift tertutup dan naik ke lantai selanjutnya.
"Ohayou* Amy-san"kata seseorang yang tadi menunggu Amy.
Spontan Amy tersenyum kepada seorang wanita dengan mata sipit yang notabenenya adalah sahabat Amy.
"Ohayou Ay-kun"kata Amy seraya tersenyum. Yup dia adalah Nakasumi Ayumi,dokter kandungan yang berasal dari jepang tepatnya osaka. Mereka berdua telah bersahabat sejak masuk Universitas,ah ralat saat Amy melihat Ay di hukum karena tidak membuat tugas saat itu.
"Sepertinya kau tampak bersemangat Amy-san"kata Ay.
"Ya mungkin karena aku sangat senang bila melihat anak kecil"kata Amy.
"Maka dari itu Amy kau harus membuka hatimu kepada pria agar kau dapat segera menikah dan memiliki anak sendiri"ceramah Ay yang sudah biasa di telinga Amy.
Amy tidak menjawab dan langsung mengalihkan percakapan saat pintu lift terbuka di lantai 3. Dengan segera ia keluar dari lift.
"Oh Ay sudah sampai aku duluan,permisi"kata Amy seraya tersenyum kikuk lalu pergi.
"Dasar wanita itu"kata Ay terkekeh saat melihat ekspresi wajah imut sahabatnya saat di tanya hal seperti itu. Lalu lantai lift kembali tertutup dan naik ke lantai berikutnya.
-*-
Di sebuah penthouse apartemen elit,ah tidak bukan lagi elit tetapi termewah di Manhattan,oh mungkin di dunia. Yang memiliki apartemen tersebut adalah seorang Ceo muda nan tampan yang juga menempati apartemen mewah miliknya.
Yup,dia adalah Samuel Argano Silhoute,Ceo dari perusahaan SILHOUTE COORPORATION,yaitu perusahaan yang bergerak di bidang transportasi,persahaman,keamanan,persejataan,dan komunikasi. Perusahaan ini memiliki cabang di seluruh dunia jadi tak heran jika Sam adalah seorang Trillionaire yang bahkan kekayaanya mengalahkan presiden atau keluarga bangsawan di dunia.
Sam baru saja selesai mandi dan berpakaian. Ia sangat cool dengan kemeja abu-abu,dasi biru dongker,celana bahan warna hitam yang sama dengan jasnya yang masih di sampirkan ke bahu membuatnya terlihat semakin keren,sepatu hitam mengkilap di pakainya untuk mencocokan setelanya hari ini,rambut coklat madunya di sisir rapih,jam tangan hitam bertengger di lengan kekarnya karena sering di latih.
Ia turun dan menuju ruang makan. Ia melihat maidnya sedang membuat sarapan untuknya.
"Kalian boleh pergi sekarang"kata Sam datar.
Tanpa menjawab,sang maidpun langsung keluar dari ruang makan.
Sam duduk di salah satu kursi meja makan dan memakan sarapanya yang bermenu egg bacon dan teh hijau tawar.
Setelah selesai sarapan,Sam segera keluar dari penthousenya dan turun menuju lift pribadi yang langsung menuju basement. Setelah sampai di basement,ia berjalan menuju lamborghini hitam metaliknya dan menjalankanya dengan kecepatan normal.
Sesampainya di kantor,Sam masuk setelah memakirkan mobilnya di basement. Ia datang dengan santai tanpa memperdulikan sapaan karyawanya dan tatapan kagum dari kaum hawa. Lalu ia masuk ke lift khusus untuk para petinggi perusahaan.
Sesampainya di depan ruanganya,Sam melihat Brayn Nicolas Edmud,sekertaris sekaligus sahabatnya sudah tiba.
"Pagi Sam"kata Brayn berdiri mendekati atasanya. Sam memang menyuruh Brayn untuk tetap memanggil namanya walaupun itu di kantor.
"Pagi Brayn,apa saja jadwalku hari ini?"tany Sam seraya berjalan masuk ke ruanganya.
"Bersyukurlah hari ini kau tidak memiliki banyak jadwal hari ini jadi kau bisa bersantai ria"kata Brayn mengikuti Sam masuk dan mendekati Sam yang sudah duduk dan memberikan map merah ke meja Sam.
"Oh baiklah kau bisa keluar"kata Sam seraya membuka map yang di berikan Brayn.
Lalu Brayn keluar tanpa menjawab perkataan Sam.
_*_
Amy baru saja sampai di ruanganya yang memiliki banyak warna di dindingnya serta lemari kaca yang berisi berbagai macam mainan,sesuai dengan profesinya sebagai dokter anak. Amy membuka mantelnya dan menggantinya dengan jas dokter warna putih selututnya dan mengganti high heelsnya dengan flat shoes warna abu-abu. Lalu ia keluar untuk membeli sarapan di kantin rumah sakit untuk sarapan karena ia tak sempat sarapan di apartemenya. Selama di perjalanan menuju kantin,Amy membalas semua sapaan para pekerja di Huygens Hospital. Sesampainya di kantin,ia membeli sandwich tuna dan susu vanila kesukaanya.
Amy mulai makan dengan tenang. Lalu,Amy mendengar ada yang memanggil namanya.
"Hai Amy"suara bariton memenuhi indra pendengaran wanita mungil itu. Lantas ia mendingkak dan melihat pria dengan sweater abu-abu yang di tutupi oleh jas putih dokter.
"Oh,pagi Bill"kata Amy lalu melanjutkan sarapanya. Billy Ruther Huygen,sahabat Amy yang juga merupakan kekasih Ay dan juga pemilik rumah sakit HUYGENS HOSPITAL dan juga menjadi dokter psikolog di rumah sakitnya sendiri.
"Di mana Ay?"tanya Amy seusai menelan makananya.
"Oh,dia sedang memesan makanan"kata Bill seraya menunjuk Ay dengan dagunya yang sedang mengambil sarapan.
Lalu,Ay berjalan menuju Amy dan Bill yang sedang mengobrol.
"Hai"kata Ay lalu duduk di samping Bill dengan menafuh nampan berisikan sushi dan air mineral.
"Oh hai Ay,tidak biasanya kau sarapan di kantin"tanya Amy heran karena ia tahu betul bahwa temanya ini selalu sarapan di rumahnya.
"Aku sedikit kesiangan tadi jadi,aku sarapan di sini"kata Ay lalu memakan sushinya.
_*_
Oyasumi mina-san....
This is my first story,so I'm sorry when you found a typo. And I hope you like my story.
And please click the star for me.
Thank's
To be continue
CITEȘTI
My Cold CEO
DragosteAmyline Vinley Ludgerd,wanita sederhana yang berprofesi sebagai dokter anak di HUYGEN'S HOSPITAL. Kedua orang tuanya sudah lama meninggal karena kecelakan pesawat. Sifatnya yang ramah dan sopan membuatnya di sukai anak-anak yang menjadi pasienya. Sa...
