BROKEN

199 7 2
                                        

Ya menurut ku masa yang paling indah adalah masa dimana kita mengawali sebuah arti cinta. Belum lama ini aku teringat sebuah kisah yang dulu selalu mamah ceritakan kepada ku, kisah dimana seorang putri akan selalu hidup bahagia dengan pangeran dan keluarganya. Awalnya aku cukup mempercayai cerita tersebut tapi tidak untuk sekarang. Aku memang belum cukup tahu waktu itu, memang indah jika mengenal cinta terutama jika sudah berada dekat dengan keluarganya. Sejak itulah aku mulai mengerti tentang cinta dengan lawan jenis namun sampai detik ini juga aku belum mengerti apa arti cinta dalam keluarga. Dia adalah ayah bagi ku karena dia begitu menyayangi ku. semua sirna setelah dia meninggalkan ku.

“ Ya udah lebih baik kita putus aja

“ Ok kalau kamu maunya seperti itu, jangan ganggu aku dengan kekasih baru ku kelak "

Itulah pesan terakhir yang dia kirim untuk ku, entah ini kesalahan ku atau kesalahnya aku pun tak tahu. Cinta dalam keluarga ku serasa hilang bahkan hati ku seperti mati rasa dan mata ku tak sanggup menahan tangis. Harmonis? Bahkan setelah dia pergi aku berhenti untuk menahan emosi ku, keluarga ku diambang keretakan. Seiring berjalannya waktu aku mulai tak tahan melihat pertengkaran kedua orangtua ku, aku mulai jadi gadis nakal dengan segala meniman keras ditangan ku. sebenarnya ini keluarga atau pertempuran, hal sekecil apapun akan diributkan. Aku mulai mencari dunia ku sendiri, aku mulai benci dengan kehadiran cinta. Keluarga ku hancur dari awal dan mengapa cinta ku harus hancur juga? Aku selalu bertanya-tanya dengan hal itu.

Suatu saat aku pergi dari rumah karena telinga ku mulai bosan mendengan pertengkaran mamah dan papah. Semua barang dilempar keluar rumah, bahkan tetangga yang melihatnya hanya terdiam. Tanpa pikir panjang aku mengambil tas ku dan meningalkan mereka berdua. Aku tak tahu arah tujuan, hanya berbekal tas dan uang aku saat itu. Aku mencoba menghubungi teman-teman ku, dan aku pergi kerumah herlin, dia menyodorkan ku segelas alkohol. Sepontan aku kaget, namun entah apa yang aku pikir aku tetap mengambil gelas itu. Tanpa berkata apapun aku meminum segelas alkohol itu.

“ ada masalah apa sebenernya? “

Helin melontarkan pertanyaan yang membuat ku berhenti meminum alkohol tersebut, aku hanya menatapnya dengan sinis.

“ cerita saja kalau ingin cerita, enggak usah liatin aku kayak gitu juga “

Aku mulai bingung  ingin menceritakan semua ini. Antara aku sangat membenci keluarga ku dan aku merindukan sosok ayah dalam hidup ku dulu.

“ aku enggak tahu mana yang harus ku ceritakan pada mu terlebih dahulu. Aku merindukan dia, dia adalah sosok ayah yang sangat berharga dalam hidup ku, namun semua sirna sejak dia memutuskan hubungan dengan ku, ditambah aku bingung dengan keluarga ku, aku tak pernah melihat keharmonisan ada disisi keluarga ku, aku hanya melihat mereka selalu bertengkar, dan apa? Papah tak pernah mengerti keberadaan ku dirumah itu, aku adalah anaknya, tapi aku tak pernah mendapat kasih sayang darinya, bahkan mamah? Dia seperti tak peduli dengan ku. sebenarnya aku ini apa? Setiap mereka bertengkar aku selalu melihat papah mulai memukul mamah. “

Melihat ku dengan linangan air mata herlin memeluk ku, dia terlihat terenyuh mendengar cerita ku dan dia juga mengusap air mata ku.

“ ferli aku tahu kamu orangnya memang terlalu tegar sehingga kamu bisa menyembunyikan hal sebesar ini dengan ku. aku adalah satu-satunya teman yang kamu miliki bahkan aku adalah sahabat mu, kamu sudah aku anggap seperti saudara ku sendiri, kenapa kamu baru cerita sekarang? dimanapun kamu berada bersama teman-teman, kamu selalu menampakkan senyum mu, aku juga tak pernah melihat setetes air matapun jatuh dipipi mu, namun kali ini kamu membuat ku bertanya-tanya. Bagaimana kamu bisa menyembunyikan kesedihan ini dibalik senyum mu yang indah itu? “

Air mata terus berjatuhan dipipi ku, aku tak mampu mengucap satu katapun. Hanya terdiam dan terlihat seperti orang kehilangan tujuan hidup. Herlin membiarkan ku terbaring dikamarnya dan baru kali ini aku pergi dari rumah ku sendiri. Selang beberapa saat aku mulai tertidur dengan wajah penuh dengan air mata, terdengar suara ketukan pintu namun aku tak peduli itu siapa mungkin hanya tamunya herlin. Herlin membuka pintu kamarnya, suara pintu itu membuat ku terbangun dari tidur ku. akupun mencoba membuka mata ku, saat aku tersadar yang berada didepan ku adalah mamah ku, aku segera berdiri dan menatapnya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 03, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DepresiWhere stories live. Discover now