Cahaya mentari mulai muncul menyoroti kamar Rio. Terlihat seorang Rio yang masih tertidur pulas sambil memeluk bantal diatas ranjang tidurnya.
"Rioooo!!!"
Tiba - tiba terdengar suara seperti petir menyambar dari lantai bawah.
"Bukanya hari ini hari pertama masuk kuliah? Klo gak bangun Bibi bilang bunda!" Teriak Bi Lia agak kesal.
"Hoaaammm... Iya bi iya." jawab Rio yang mulai beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi lantai bawah.
"Haahhh... Ngapain sih bunda gue nitipin gue ke Bi Lia? Kan ngekost juga bisa"
Ocehan Rio terdengar oleh Bi Lia dan langsung memarahi Rio
"Heh Rio Rananda Hiryanto! Bunda Yuni nitipin kamu ke bibi itu karena kost di Bandung itu mahal. Bukan kostnya aja yang mahal, bibi juga bisa ngawasin kamu kalo ada apa - apa!"
"Duh, Iya sih bi. Tapi gak sampe getok kepala Rio pake sendok sayur juga." Tangan Rio sambil mengusap kepalanya.
"Ya udah cepet mandi sana dan awas ketinggalan nanti bekalnya di meja."
"Iya bi."
Setelah mandi, Rio memakai baju dan siap bergegas berangkat.
"Bi, Rio berangkat."
Rio keluar rumah dan masuk ke mobil BMW putihnya.
"Oh iya, pagi hari kan Kota Bandung dingin banget. " Rio sambil menaikan resleting jaketnya.
Keindahan Kota Bandung lebih terlihat indah di pagi hari dengan langit yang masih biru kekuningan dan angin yang jarang dirasakan Rio di Kota Banjar. Rio membuka jendela mobilnya dan menarik nafas.
"Good Morning Everybody!!! "
Teriak Rio. Tapi, tiba - tiba Rio mukanya agak murung dan tiba - tiba mengatakan
"Sekarang... Kamu dimana ya?"
Bersambung....
YOU ARE READING
Rembulan yang Jauh Disana
Teen FictionMenceritakan kenangan seorang pemuda yang bernama Rio. Kenangannya tentang pertemuanya dengan seorang wanita cantik saat ia SMP. Namun, sampai ia kuliah, ia belum menyatakan perasaan hatinya.
