Kebersamaan bukanlah bicara tentang seberapa banyak uang yang kita miliki melainkan ada rasa dan stimulus yang masuk untuk hadir dalam kebersamaan itu. Bagaimana kita tahu apa artinya butuh apa artinya bersama dan membuang jauh ego bersama. Tak terasa waktu sedikit demi sedikit melahap habis, rasa takut mulai meracuni logis. Bagaimana mungkin kegilaan yang sederhana mampu meledakkan kesan bahagia yang memang itu tidak bisa di campur padukan dengan seberapa banyak uang, karena memang uang tidak mewakili ketika kita butuh motivasi, kenyamanan, kegilaan, dan tawa yang tak luput pudar. Semester 3 satu tahun lebih kita melewati kegilaan dan kebersamaan itu. Rasa-rasanya tak cukup adil perpisahan akan hadir menyapa dan melibas habis kenyamanan itu dengan singkat.
