1

4.1K 140 3
                                        

Dia hanya seorang gadis biasa. Soraya Franklin namanya. Gadis yatim piatu yang kebetulan punya seorang adik perempuan bernama Anna Franklin.

Hidupnya biasa-biasa saja. Sebuah takdir yang membuatnya menjadi gadis yang pandai. Di kampusnya dia adalah seorang asisten dosen. Hitung-hitung sebagai uang tambahan pikirnya.

Orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan beruntun di daerah puncak 5 tahun yang lalu. Yang mengharuskan dia menerima kenyataan pahit dan melanjutkan hidup sebagai kakak sekaligus wali tunggal bagi Anna Franklin, adikya.

Mereka punya saudara jauh yang masih bisa dipercayai. Ya selama ini hidup mereka ditanggung oleh saudaranya itu. Meskipun Sora tahu diri bahwa ia dan adiknya hanya membebani saudaranya itu. Tapi saudaranya itu senang membiayai mereka karena ia memang tidak punya anak. Saudaranya itu namanya Bibi Emma.

Bibi Emma adalah orang yang baik. Ia bahkan menawari akan menjadi wali mereka saat orang tua dari Sora dinyatakan meninggal. Tapi Sora merasa ia cukup dewasa untuk hidup mandiri bersama adikya. Selain itu, ia tak bisa meninggalkan rumah peninggalan orang tua mereka. Jadi hal baik yang bisa dilakukan Bibi Emma hanyalah membiayai mereka saja.

Sebenarnya, orang tua Sora orang yang cukup berada. Memang tidak bisa dikatakan kaya, hanya saja cukup untuk kehidupan mereka. Jadi Sora tidak begitu pusing akan biaya walaupun kedua orang tuanya sudah tidak ada. Lagipula ia juga punya mobil hadiah ulang tahunnya yang diberikan orang tuanya 5 tahun lalu.

Sora sendiri gadis yang cukup cantik. Punya seorang pacar namanya Tom. Tapi mereka sedang break. Ya sering bertengkar. Saling menyayangi, saling menyalahkan, tapi saling tidak mau mengalah.

Sedangkan adiknya Anna kelas 1 SMU. Mereka satu yayasan sekolah. Hanya berbeda lokasi saja. Jadi setiap pagi Sora akan mengantar adiknya dahulu baru pergi ke kampusnya.

Sora sangat menyayangi adiknya. Maklum, adiknya menjadi yatim piatu pada saat muda. Jadi, Sora berusaha sebaik mungkin menjadi kakak yang terbaik bagi adiknya,

#######################################

'' sial!'' umpatnya pagi ini

Gadis itu menatap marah pintu garasi itu. Lagi-lagi pintu garasinya macet dibuka. Dan seringnya saat pagi hari, saat ia harus terburu-buru berangkat.

Ia masih berkutat dengan pintu itu. Dengan segala tenaga yang ia punya, ia mengangkat kuat-kuat pintu itu. Dan berhasil. Ya tapi tidak berlangsung lama. Saat ia akan berbalik memanaskan mobilnya pintu itu hampir saja mengenai kepalanya. Untungnya ada sepasang tangan yang menahannya.

Sora mematung mendengar suara gesek pintu hampir mengenainya. Secepat kilat ia berbalik melihat dewi fortuna yang pagi ini sudah membantunya.

'' siapa dia?'' batin Sora bertanya

Sadar akan kesalahannya. Sora ikut mengangkat tangannya membantu pria asing itu sambil mengambil pengait penahan pintu garasi itu. Rupanya ia lupa mengkaitkannya.

Setelah beres mengkaitkaannya. Sora kembali mendekati pria asing itu.

'' terimakasih sebelumnya. Tapi siapa kau?'' tanya Sora

'' sama-sama. Aku tetangga barumu. Rumahku tepat di sebelah kananmu.'' Jawab pria itu sambil menunjuk rumah di samping rumah Sora

'' bukannya itu rumah keluarga paman Josh?''

'' ya tapi mereka sudah pindah seminggu yang lalu. Dan rumah itu dijual. Dan kebetulan aku yang membeli rumahnya.''

'' pantas saja seminggu ini aku tidak bertemu dengan paman Josh.''

'' ya keluarga itu pindah, sepertinya pindah ke luar kota. Oh ya, namamu siapa?''

'' Soraya Franklin, tapi kau bisa memanggilku Sora. Dan siapa namamu?''

'' namaku Alex. Tepatnya Alexander Mattheuw. Senang berkenalan denganmu Sora.''

Terbit senyum di wajah Alex.

......

Mohon maaf sebelumya. Saya belum bisa melanjutkan cerita saya yang sebelumnya karena urusan sekolah dan lain sebagainya, sebagai gantinya saya punya cerita lain yang mungkin bisa mengganjal sejenak. sengaja saya buat pendek karna hanya untuk selingan semata. Dan tunggu juga cerita ini ya teman-teman

Terimakasih^^

OBSESIWhere stories live. Discover now