Part 1

137 11 10
                                        

Nama ku Licya Marioline Aura. Biasanya aku dipanggil Licya. Aku mahasiswa  Universitas Indonesia di Jakarta. Cita cita menjadi seorang dokter. Tapi ternyata, aku mengambil jurusan kesehatan masyarakat . Sekarang aku sudah menjalani 4 semester.

Hmm... Sama seperti remaja yang diluar sana, pasti kalian menanyakan kisah cintaku kan? Kisah cinta?? Ada sih, tapi itu dulu, kisah yang begitu rumit sampai aku sendiri kurang memahaminya. Tapi ya sudah lah aku tidak akan membahas tentang yang itu. karena aku mau menceritakan kisah ku yang sekarang.

*****
Musim hujan pada januari kali ini kampus mengadakan diesnatalis yang ke- 7. Acara yang begitu ditunggu tunggu bagi para mahasiswa-mahasiswi. Apalagi pada malam puncak diesnatalis.

Hal itu dikarenakan, betapa indahnya suasana yang dibangun melalui dekorasi berbagai macam lampion warna warni, penampilan penampilan yang gak kalah menakjubkan. Nah, paling penting adalah dresscode pada malam itu. Dikarenakan tiap tahun tema dresscode yang akan dikenakan selalu berbeda tiap tahunnya.

Ketika diumumkan mengenai dresscode para mahasiswa pasti berbondong bondong mencari dress yang sesuai dengan tema tersebut.

Diacara ini Licya terpilih sebagai CO acara sehingga Licya harus memikirkan tentang penampilannya yang tidak boleh kalah dari yang lainnya.

*****
1 hari sebelum malam diesnatalis Licya pergi untuk mencari dress yang akan dia kenakan pada malam tersebut.

Kebetulan Licya tidak membawa mobil yang sering dikendarainya. Jadi dia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Setiba dijalan Licya terus berjalan dan terus berjalan. Lalu Licya pun memasuki pintu sebuah butik yang didalamnya berisi dress  bewarna warni, tapi belum juga menemukan dress yang dia ingin kenakan.

Dia terus mencarinya dan akhirnya dia mendapatkan dress yang warnanya perpaduan biru dengan putih sangat simple tapi terlihat sangat elegan. Karena terlalu gembiranya, pada perjalanan pulang Licya berjalan untuk menyebrangi jalan dengan sedikit nyanyian yang tersamar samar bila didengarkan dan tanpa hati hati melihat sisi kiri dan kanan, tiba tiba ada sebuah mobil mewah bewarna merah yang melaju dan akhirnya menabrak Licya dan Brak...Brak, tabrakan pun terjadi.

Mobil merah itupun terhenti. Tampak 1 supir dan 2 sepasang suami istri yang tampaknya bukan kewarganegaraan Indonesia keluar dari dalam mobil melihat Licya yang tidak sadarkan diri terbaring dijalan dengan kepala yang berlumuran darah. Tampak panik kedua orang itu langsung menyuruh supir untuk menelfon Rumah sakit.

Setelah beberapa menit ambulan pun datang dan membawa Licya menuju rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut. Dan sepasang suami istri itu tak lepas dari tanggung jawabnya. Mereka ikut bersama Licya dan selama Licya belum sadarkan diri mereka tetap menemaninya.

*****
2 minggu berlalu tepat pukul 08.00 pagi. Licya pun terbangun dari masa kritisnya. Licya membuka kedua matanya secara perlahan lalu melihat sepasang suami istri tersebut, seketika itu, Licya memanggilnya dengan sebutan Mom dan Daddy karena wajah mereka yang bukan wajah kewarganegaraan indonesia.

Hingga mereka speechles mendengar pernyataan tersebut dan ada gejolak yang begitu senangnya yang di pancarkan dari raut wajah mereka.

Karena ternyata selama 10 tahun pernikahan, mereka tidak mempunyai seorang anak. Dan ternyata, mereka juga pengusaha kaya dan terkenal di Amerika Serikat.

"Nama ku siapa?" tanya Licya kepada kedua orang tersebut.

Kedua orang tersebut tampak berdiskusi sedikit. Nama kamu Licya sayang." jawab wanita tersebut.

Mereka telah merencanakan akan mengangkat Licya untuk menjadi anak mereka.

Ketika itu dokter datang untuk memeriksa keadaan Licya yang baru saja syuman. Dokter memberi beberapa pertanyaan tetapi Licya tidak bisa menjawabnya. Lalu dokter memberi tahukan kepada kedua orang tersebut bahwa Licya hilang ingatan.

LICYA Место, где живут истории. Откройте их для себя