Cinta pertama tak pernah bisa dikatakan biasa. Ada saja memory yang teringat saat kita hendak membuka atau memejamkan mata. Ada satu pertanyaan. Mengapa kamu jadi yang pertama bukan yang terakhir saja?
Perasaanku seperti air mengalir dan kamu adalah muara.
Beberapa tahun berlalu, ingatan ku masih saja memuai hebat, tentang kehebatan mu yang mampu membuatku mencinta wanita setelah keluarga.
Aku suka senyum kamu yang amat manis, apalagi ditambah kau mengedipkan satu matamu. Kamu makin cantik saja.
Aku suka tawa riang kamu yang begitu manja. Karena aku yakin, tawa mu adalah tawa paling indah yang aku lihat kasat mata.
Aku suka pipi chubby yang kamu punya. Karena disana, aku bisa mencubit sedikit dari banyak keindahan yang kamu punya.
Aku suka semua yang ada padamu, bahkan kekuranganmu aku suka. Karena pada kekuranganmu aku berharap mampu melengkapinya dan kau berpikir. Bersamaku, kau sempurna.
Namun kadang . . . .
Aku tak suka gaya rambutmu yang rumit. Karena disana, tanganku tak bisa membelai manja.
Aku juga tak suka warna lipstick mu yang terlalu menyala. Karena disana aku tak bisa melihat bibir mungilmu yang indah saat kamu berbicara.
Aku paling tak suka saat kamu membalas pesanku terlalu lama. Bukan aku tak mengerti kesibukanmu. Aku hanya tak mau rindu mengisi celah waktu yang kamu tinggalkan saat aku menunggu balasan pesan.
Sebab . . . .
Tak ada yang mampu mengisi hatiku selain KAMU.
ESTÁS LEYENDO
[[Flashback]] My First Love
RomanceWaktu mengajak diri ini jauh menuju ingatan yang pernah aku simpan. Hati memaksa logika untuk kembali mengingat perempuan yang pernah aku dambakan. Kisah ini terjadi pada beberapa tahun kebelakang saat cinta yang aku tahu hanya berisi kebahagiaan. ...
![[[Flashback]] My First Love](https://img.wattpad.com/cover/122332427-64-k90135.jpg)