You're My Girl

21 2 0
                                        

Sampai sekarang aku masih sulit untuk putus dengan pacarku yang satu kelas, namanya Ririn. Dia cewek yang selama ini setia denganku, cinta kepadaku, tapi satu yang membuat aku bingung. Kenapa aku sebagai cowoknya yang telah menerima cinta dia, tidak ada perasaan sama sekali soal perasaan cinta dan sayang kepada dia. Akhirnya aku punya keyakinan meskipun dia adalah cinta pertama aku, tapi bukan berarti dia akan menjadi cinta terakhirku. Sudah satu bulan berfikir tentang perasaan ini, aku punya keputusan untuk tidak lagi melanjutkan kisah cintaku dengan dia. Aku bertemu dengan Ririn di lapangan basket yang tak jauh dari sekolah aku.

"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan sama kamu, Rin"

"Apa itu ?"

"Sepertinya aku tak bisa melanjutkan hubungan ini."

"Jadi, kamu minta putus."

"Jika itu jalan terbaik, maka aku harus lakukan."

"Maafkan aku, Rin. Kita putus.."

Ririn terdiam, dan berlinang air mata. Aku tak tahan melihatnya, tapi beberapa menit kemudian, Plak…..!!! aku di tampar olehnya. Ririn terus menangis, dan berlari menjauh dariku. Sepertinya dia bersama temannya yang menunggu dia untuk pulang bersama. Untung saja ada temannya disana, jadi ada yang membuatnya tenang dan menerima kenyataan ini, sungguh ini tak dapat dimaafkan  olehnya

Moment putus dari Ririn sudah terlewatkan, sekarang aku harus fokus dengan apa yang membuat keyakinan ini timbul, tak sengaja aku melihat film pemerannya aku suka, artis perempuan itu cantik sekali. Membuat aku jatuh cinta padanya. Sebelumnya aku hanya sekedar fans, tapi karena aku sudah mencapai level paling tinggi menjadi fans berat. Aku memutuskan bahwa aku sedang dilanda asmara dengan dia. Di meja belajarku bukan buku dan alat tulis yang berserakan, melainkan foto dia Billa Aprilla. Aku berharap bisa bertemu dengan dia, dan mengajak dia untuk jadi kekasihku. Karena aku benar-benar jatuh cinta.

Besok aku datang ke lokasi syuting Billa, naik kereta api jurusan Bandung. Mau ke rumah teman aku, untuk mengajak dia ke Jakarta dan kita bisa berdua bertemu dengan artis itu. Roni teman aku juga fans sama dia, tapi tidak sampai jatuh cinta hanya sekedar fans.

"Kamu beneran mau ketemu Billa, dia kan artis. Bakal kesulitan ketemu sama dia, ujar Roni"

"Kalau pendapatku, itu hal biasa. Yang luar biasa, kalau aku bisa bertemu Billa."

"Bukannya kamu sudah punya pacar, kalau tidak salah namanya Ririn."

"Aku mah sudah putus sama dia, jadi aku bebas buat berjuang untuk mendapatkan cinta Billa."

"Berarti kamu mau berjuang cintanya Billa yang kedua, kan cinta pertama kamu Ririn, nanti kamu menyesal loh."

"Itu sudah jadi pengorbanan aku, karena aku terlanjur cinta sama Billa."

"Billa kan artis, apalagi dia mau menikah sama pria kalau tidak salah dia juga artis namanya Edward."

"Itu cuma gossip, percaya deh."

Akhirnya aku dan Roni berangkat menuju ke Jakarta tepatnya di bundaran HI. Katanya dia mau melakukan pengambilan gambar untuk poster film yang akan tayang di bioskop. Memang Billa artis yang sukses, lagi naik daun. Sedangkan aku cuma bocah anak kelas 3 SMA Tawang Mangar di desa Delbong Karirang. Kalau dari profilnya, Billa masih umur 20 tahun jadi lebih tua dia 2 tahun. Meskipun terpaut jauh soal usia, tapi yang menjadi dekat hatinya. Semoga hati Billa akan jatuh ke aku bukan ke Edward yang hanya cinta lokasi. Pernah mereka satu film, dan memang Edward ini yang buat aku marah, kenapa dia sampai jatuh cinta sama dia, kan Billa harusnya jadi milik fans bukan sesama artis, dasar..

Roni penasaran, darimana aku bisa dapat jadwal begitu detail soal Billa. Kebetulan aku punya saudara dan dia kerja di film dan kebetulan sedang sibuk membuat bersama Billa yang menjadi pemeran di proyek dia. Melihat semua yang serba kebetulan, ini merupakan jalan yang memang sudah digariskan untuk bisa bertemu Billa, dan dia sudah dijodohkan dengan aku. Tenang Billa, aku akan berjuang untuk bertemu denganmu.

You're My Girl (Complete)Stories to obsess over. Discover now