PART 1

18 0 0
                                        


Panti Asuhan merupakan tempat bagi anak-anak yang tidak punya orang tua di kehidupan mereka. Sihwan merupakan diantara mereka. sejak kecil Sihwan tidak mengetahui orang tua-nya, wajah mereka saja tidak tau. Para pengasuh memberi tau Sihwan ditemukan didalam kardus ketika dirinya masih bayi, benda itu sendiri berada didepan Panti Asuhan. Panti Asuhan dimana Sihwan diletakkan berada di kota Surabaya.

"Siapapun mereka, berarti mereka telah melantarkanku begitu saja." Kata Sihwan.

Mendengar kalimat barusan para pengasuh mencoba untuk memberikan Sihwan sebuah pemikiran positif. Akhirnya mereka membujuk Sihwan dengan mengatakan.

"Menurutku mereka sengaja menelantarkanmu supaya melindungimu dari bahaya." Kata si pengasuh membujuk.

"Melindungi dari bahaya apaan?" tanya Sihwan

"Pokoknya bahaya."

Ketika Sihwan telah menginjak usia 12 tahun, Sihwan mulai mendapati mimpi buruk saat tidur. Keesokannya dia mendapati mimpi buruk yang sama, kemudian keesokannya lagi dan seterusnya mimpi buruk yang sama dia alami. Beberapa pengasuh penasaran ketika mendengar ada suara seorang anak yang menangis, ketika mencari sumber suara ternyata suaru tersebut berasal dari Sihwan. Ketika Sihwan menyadari ada orang yang mendekatinya, dia langsung mengungkapkan rasa takutnya.

"Aku takut." Kata Sihwan sambil menangis. "Setiap kali tidur aku selalu mendapati mimpi buruk."

"Mimpi seperti apa?" tanya pengasuh yang sekarang baju lagi basah gara-gara Sihwan menempelkan wajah di bajunya.

Sihwan mengalami mimpi buruk setiap hari dengan tema yang sama. Ketika Sihwan telah tidur dengan tenang dia akan mendapati penglihatan aneh dalam tidurnya. Didalam tidrunya Sihwan melihat sekelilingnya gelap lalu ada awan bewarna gelap melayang dihadapannya. Awan tersebut tidak hanya melayang tetapi juga berbicara dengannya.

"Pergilah, Pergilah, Pergilah...." Itulah kalimat dari awan gelap berulang-ulang kali.

mimpi yang dialaminya terasa nyata, Sihwan merasa tersesat di suatu jurang dan bertemu awan berwarna gelap. Didalam mimpi Sihwan mencoba untuk berkomunikasi tetapi tidak bisa sehingga dia tidak mampu membalas atau memahami maksud dari kalimat yang dikatakan awan didepannya. Didalam mimpi Sihwan hanya berdiri disitu saja, lalu 5 menit kemudian awan tersebut melahapnya. Sihwan mampu merasakan rasa sakit di sekitar tubuhnya, rasa sakit yang dialaminya terasa nyata.

Rasa sakit itu tidak berhenti sampai Sihwan dibangunkan kembali dari mimpi. Keesokannya mimpi itu terulang kembali dan rasa sakitnya masih terasa nyata. Keesokannya dan seterusnya Sihwan mengalami mimpi buruk yang tidak pernah berubah.

Mengetahui kejadian Sihwan dibawa ke Rumah Sakit. Begitulah Sihwan ditemani salah satu pengasuh menuju Rumah Sakit. Di Rumah Sakit Dokter melakukan rekaman otak, setelah itu Dokter mengatakan jika dia tidak menemukan apapun dalam pemeriksaannya.

"Masa Dokter tidak menemukan apapun?" tanya Sihwan.

Dokter berpikir sejenak sebelum menjawab. Dia berencana untuk merekam otaknya Sihwan ketika dia tertidur. Maka dia membawa semua peralatan yang dibutuhkan. Sihwan mengharapkan yang terbaik ketika dokter memasangkan kabel pada suatu peralatan didalam kamarnya. Karena Sihwan tidur dalam kondisi berbagi dengan sahabat Panti Asuhan lainnya, mereka yang disana penasaran dengan kedatangan pria mengenakan jas putih.

Pada malam harinya rencana itu dijalani, pagi keesokannya Sihwan mendengar kabar yang tidak diharapkan.

"Maaf nak aku tidak bisa menemukan apapun." Kata Dokter.

SihwanWhere stories live. Discover now