[18+] ✔
Jeffrey "Jeff" Anderson,
Wanita mana yang tidak akan terpesona padanya.
Tampan, sudah pasti.
Kaya, bahkan ia sudah sukses disaat usia nya yang masih muda.
Namun, diusianya yang hampir mencapai 30 tahun, belum ada satu wanita pun yang mampu m...
Jadi, aku milih untuk revisi (lagi🤭). Kali ini, aku pengen ngerombak nama karakter dan latar di seluruh cerita ini tanpa mengurangi inti dari cerita ini juga. Karena ini cerita pertamaku, aku ngerasa gaya penulisanku ini masih kurang bgt ketika aku baca2 ulang ceritaku. Tapi disamping itu, aku sangat berterima kasih krna ceritaku ini trnyata banyak dicintai sama kalian hingga saat ini. Aku cuman pngen coba utk gak terlalu stuck di fanfiksi dan merubah jadi fiksi. Utk visual mungkin aku tetep bakal ngambil dri wajah idol (esp. Bangtan dan Blackpink, of course)
Maka dari itu, aku mohon pengertian dari kalian semuanya. Jika kalian merasa kurang puas dngn keputusanku ini, aku juga gak bakal nahan kalian utk tetep stay di cerita ini atau di ceritaku yg lainnya dan lanjut buat baca. Disini aku cuman berusaha untuk melakukan apapun yg bisa membuat pembaca puas dengan apa yg aku tuangkan di dalam sebuah cerita.
Sekali lagi, terima kasih utk semua pembaca setiaku yg selalu kasih cinta yg banyak untukku dan semua ceritaku. Kalian tahu aku sayang kalian, kan?? 🥹🥹
| | | | |
Oops! Questa immagine non segue le nostre linee guida sui contenuti. Per continuare la pubblicazione, provare a rimuoverlo o caricare un altro.
Jeffrey "Jeff" Anderson
Oops! Questa immagine non segue le nostre linee guida sui contenuti. Per continuare la pubblicazione, provare a rimuoverlo o caricare un altro.
Lily Everstorm
~~~~~~~~~~~
Pantofel yang dikenakan Jeff berbunyi ringan ketika dirinya berjalan masuk ke rumahnya, dengan beberapa pelayan yang membungkuk untuk memberi sambutan bagi Tuan Rumah mereka.
Langkahnya perlahan terhenti pada ruang tengah, dimana seseorang telah duduk di salah satu sofa panjang yang ada di ruangan itu pula-dan sebuah meja yang memisahkan keduanya saat ini.
"Apa ayah memanggilku?"
Namun ucapan Jeff tak mendapatkan jawaban apapun dari Ayahnya--Stefan Anderson. Masih duduk di tempatnya dengan rahang yang mengeras--dan Jeff tahu, dirinyalah penyebab Ayahnya tengah menahan sebuah emosi yang sudah sangat ingin ia keluarkan.