"Huft.."
Aku menghela nafas panjang, kegiatan sekolahku sangat melelahkan hari ini.
Rasanya aku ingin cepat sampai di rumah dan merebahkan badanku di kasur.
"Tring!"
Tiba-tiba ponsel ku bersuara menandakan ada pesan masuk.
From: Mom♡
To:Milly
Milly, mama keluar sama teman mama, kemungkinan malam mama baru pulang. Pintu nya terkunci, kamu punya kunci cadangan nya kan? Makanan sudah ada di meja. Di kulkas juga ada beberapa, jadi kalau kamu lapar makan saja. Jangan lupa nanti malam kunci pintu ya.
Milly?
Ya, namaku Milly anak berumur 15 tahun. Aku adalah murid SMA yang tidak pintar, namun tidak bodoh juga.
Aku berbelok ke kiri, menunda acara mari-berjalan-pulang ku. aku mampir dulu ke minimarket terdekat, disitu aku hanya membeli minuman.
Sebenarnya aku kesana bukan untuk minum, tapi hanya numpang duduk di depan minimarket nya aja, hehe.
Saat aku duduk aku membuka tas ku mencari kunci cadangan rumah, hanya untuk mengecek.
Eh, tapi kuncinya dimana ya?
Dengan panik aku mengecek kembali isi tas ku.
Benar-benar hilang!
Aku menutup tas ku.
Mau tidak mau aku harus ke rumah Rina dulu untuk menunggu malam.
Sebelum itu, aku mengirim pesan ke Mama.
To: Mom♡
From: Milly
Mama, kunci cadangan rumah ku hilang jadi nanti aku main di rumah Rina sampai Mama pulang.
Send
Tak seberapa lama Mama membalas pesan ku.
From: Mom♡
To: Milly
Kamu ceroboh sekali, ya sudah nanti Mama akan telfon kamu kalau sudah pulang.
Aku hanya tersenyum tipis melihat balasan Mama.
Aku meminum sedikit minumanku.
Setelah itu aku kembali membuka tas ku dan mengambil sebuah buku bertuliskan 'My Diary' dan mengambil sebuah pulpen.
Aku menulis di buku itu.
Dear, Diary.
Hari ini adalah hari yang melelahkan bagiku.
Sekolah, kehilangan kunci dan mau tak mau aku harus menjalani hari yang melelahkan ini.
Aku tak tahu, kedepan nya akan menjadi lebih baik, atau sebaliknya.
Setelah menulis itu aku menutup diary ku.
Aku menghabiskan minuman ku dan langsung pergi dari minimarket itu.
Sebelum ke rumah Rina aku mampir ke taman di dekat rumah Rina. Sedikit refreshing sih.
Aku berjalan di atas rumput disana, sedikit mengelilingi taman yang tidak terlalu besar ini setelah itu aku terduduk di rerumputan hijau itu. Walaupun tidak terlalu besar taman ini dapat membuat rasa lelahku sedikit menghilang. Setelah merasa cukup, akupun berjalan menuju rumah Rina.
Sebelum itu akan ku perkenalkan, Rina adalah teman ku dari kecil. Kita selalu bersama, melewati berbagai suka dan duka.
Saat aku sudah sampai di rumah Rina aku menekan bel kecil yang sengaja disediakan.
"Iya sebentar!" Teriak seseorang di dalam sana.
Tidak lama kemudian pintu berwarna coklat tua itu terbuka menampakan seorang perempuan berumur sekitar 40- an.
"Oh, nak Milly. Ada apa nak?" Tanya ibu nya Rina yang sudah ku anggap ibu ke dua ku.
"Saya mau bertemu Rina tante, Rina nya ada atau tidak?" Tanyaku balik.
YOU ARE READING
Diary
Short StoryMilly adalah seorang perempuan biasa. Tidak cantik, tapi juga tidak jelek dan tidak begitu popular. Dan dia memiliki sebuah diary. Diary dimana tempat dia menumpahkan isi di dalam pikiran nya. Diary itu selalu ia bawa kemanapun. Namun suatu saat dia...
