We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

#1

4.5K 146 3
                                        

HAPPY READING

******

Ketika kamu membenci seseorang, kamu sedang membuat hidupmu semakin rumit ...

[Author's POV]

Krriiiiiiiiiiiing .....

Dering alarm pagi itu mencoba membangunkan seorang gadis yg masih tertutup oleh selimut berwarna ungu muda nan tebal. Alarm menunjukkan pukul 6 AM, yg artinya seseorang harus bangun dan bersiap untuk pergi ke sekolah.

Tak lama terlihat kepala milik seorang gadis dengan rambut coklat yang menyumbul dari balik selimut namun masih dengan matanya yg enggan terbuka.

Dikamar mungil itu nampak foto-foto dengan frame berwana hitam tertata secara acak di atas meja disamping tempat tidurnya. Gadis sini sangat menyukai genre musik rock, dan hal itu bisa terlihat dari banyaknya poster para band rock yang terpajang di dinding kamarnya.

Dia Alexandra Sebastian atau biasa di panggil Alex oleh teman-teman disekolahnya. Namun ibunya lebih suka memanggilnya Lexa walaupun gadis ini tidak menyukai nama panggilan itu karna menurutnya nama itu terlalu feminim.

Alexandra adalah anak satu-satunya di keluarga bapak dan ibu Sebastian. Keluarga ini tinggal di salah satu perumahan di daerah jakarta.

Alexandra sekarang duduk di kelas XI di salah satu sekolah Swasta di kota Jakarta. Dia juga anggota tim basket perempuan di sekolah itu. Alex termasuk siswa yang kurang pandai dengan kata lain kemampuannya medium. Tapi walaupun begitu nama Alexandra cukup terkenal disekolah, itu tidak lain karna dia adalah salah satu siswa yg sering juga membuat masalah, walaupun bukan masalah yg serius. Dia jail, usil, dan rese tapi bagi sebagian temannya dia adalah orang yg kocak, asikk, cool, mudah bergaul dan yg paling disukai temen-temennya yaitu Alex jago main gitar.

Alexandra adalah gadis yang bisa dibilang unik. Kenapa?, karna penampilannya agak berbeda dengan gadis lainnya yang ada di sekolah tersebut. Berbeda dalam artian penampilannya tak sefeminim siswa perempuan lainnya, malah berbanding terbalik. Dengan penampilan yang super boyish alias tomboy membuat dia menjadi satu-satunya siswa perempuan yang tampan. Begitulah julukannya disekolah itu.

Yah itulah Alexandra, dia tidak ingin penampilannya ditentukan oleh jaman modern yg semakin alay menurutnya.

"feminim dan cantik bukanlah identitas gue. Dan gue ga mau jadi korban fashion yang harus selalu kekinian dan begitu seterusnya mungkin sampe tua"

Alexandra memiliki tinggi badan yang medium tidak tinggi tidak juga pendek. Kulitnya putih dan ia memiliki rambut pendek berwarna coklat. Alex selalu memakai anting hitam ditelinganya yang berpadu secara sepadan dengan penampilannya. Dan kalau dilihat sekilas dia nampak seperti anak laki-laki. Teman-teman sekolahnya mangaku kalau Alexandra adalah perempuan terkeren sekaligus tertampan yang ada di sekolah itu.

[ Alex's POV ]

"Lexa ayo bangun! Kamu harus sekolah kan. Ini hari senin loh" terdengar suara mama dari luar pintu kamar.

"iyaaa maaa aku banguun" aku cuma berteriak setengah sadar sembari mengumpulkan nyawaku.

"Udah senin aja. Ah males bgt -_- pelajaran hari ini semua gurunya jg ngebosenin rasanya ga mau sekolah mau tidur aja seharian. Tapi kalo aku ga sekolah bosen jg ckck"

[ Author's POV ]

Alex pun mencoba keluar dari selimutnya yang hangat setelah selesai bergumam sendiri dan segera menuju ke kamar mandi.

====

10 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dan segera memakai seragam sekolah.

"ga perlu berpakaian rapi dengan seragam lengkap toh ga akan upacara ini" gumamnya dalam hati. Namun dia tetap terlihat cool dengan seragam putih dan rok berwarna dark grey bermotif kotak dan garis, serta dasi yang dibiarkan menggantung tanpa terikat dikerah bajunya. Seperti biasa dia tak pernah memasukkan bajunya kecuali kalau sudah diomelin guru.

***

Alex segera menuruni anak tangga menuju meja makan untuk sarapan.

[ Alex'S POV ]

"Lexa, kamu itu bagaimana masa hari senin seragam kamu gitu-gitu aja! Ga ada rapi-rapinya" oceh mama sembari menyiapkan segelas susu untukku.

"gapapa ma, orang ga upacara ini. Ngapain pake seragam rapi ga keren ah" ucapku sambil terus melahap menu sarapan pagi itu.

"Kamu itu loh kalau dibilangin! Kamu mau sekolah apa mau fashion show? Itu telinga juga banyak tindik dimana-mana, rambut acak-acakan pakai dasinya juga gitu kaya preman abal-abal" Omel mama heran.

"Udalah ma, pagi-pagi udah ngomelin anak aja ntar dia jadi ga nafsu sarapannya" bela papa

.
.
.

"aku udah selesai nih sarapannya, aku jalan dulu ya ma pa" Aku mencium tangan kedua orang tuaku. Hal yang biasa aku lakukan kalau mau berangkat ke sekolah.

[Author's POV ]

Alex keluar sembari meraih tasnya yang ia letakkan di kursi kemudian memakai sepatu dan begegas keluar rumah.

Dia menyalakan motor kesayangannya yang ia beri nama "Optimus Prime". Yaa gadis tomboy ini sangat menyukai karakter robot bernama optimus prime yang ada di film Transformer. Karakternya berani dan juga loyal, menurutnya menjadi tangguh, berani dan loyal itu penting.

***

15 menit kemudian ...

Alex tiba diparkiran sekolah, ia melepas helm dan berjalan santai menuju kelas.

Sudah beberapa minggu ini sekolahan Alex tidak melakukan kegiatan rutin upacara bendera setiap senin. Entah karena gurunya yang malas atau mungkin ada masalah lainnya. Ntahlah Alex pun nampak tidak begitu peduli, dia pikir lebih baik begitu jadi dia tidak harus mendengar ocehan Pembina upacara yang panjang kali lebar hingga sering membuatnya mengantuk.

.
.
.

Ramainya siswa yang berada diluar kelas membuat suasana di koridor menjadi riuh. Alex masih tetap dengan gayanya yang santai berjalan sembari menggoda teman-teman yang ada disekitarnya.

"gue bukannya ngerasa sok keren tapi gue emang kereen haha" tawanya dalam hati sambil melempar pandangan kesalah satu cewek yang sedang memandanginya.

Tiba-tiba ........... buuuuukkkkk

Alex menabrak seseorang

Terlihat beberapa buku tebal milik orang tersebut jatuh berserakan.

[ Jessy's VOP ]

"aduuhh!! Mata lo tarokk dimana? Dipantat? liat-liat kalo jalan jadi berantakan kan buku gue!"

Aku cuma bisa menggeram menahan kesal sambil memungut semua buku milikku yang jatuh berserakan.

"Ini benar-benar hari yg paling menyebalkan. Masih belum 100% percaya kalau gue bakal sekolah disini. Yaa tuhan tolong!!"

.
.
.

perkenalkan namaku Jessica Weronika biasa dipanggil Jessy. Aku siswa pindahan bisa dibilang siswa baru disekolah ini. aku terpaksa pindah sekolah (lagi) karna orang tuaku dipindah tugaskan ke kota Jakarta. Dan ini adalah hari pertamaku disekolah baruku yg sepertinya akan menjadi neraka bagiku setidaknya untuk beberapa hari kedepan, karena mengingat aku adalah siswa baru disekolah ini.

***

To be continued ...

Unusual Feelings (GxG) On Hold!Stories to obsess over. Discover now