Prolog

6 0 0
                                        

Malam itu, gadis berambut burgundy sedang merenungkan sebuah fakta yang selalu membuatnya bertahan ditempat itu. Namun, fakta itu ternyata hanya ilusi semata yang diciptakannya. 

"Kenapa bertahan itu sulit?! Kenapa semua yang ku percaya pada kenyataannya tidak sebaik yang aku kira?!"

Gadis itu terus saja menyuarakan isi hatinya yang selama ini ia pendam. Ternyata bungkam bukan hal baik untuk kesehatan mental. Sambil menangis, gadis itu meluapkan amarah yang selama ini dibalut dengan canda tawa olehnya.

"Apa aku yang masih kurang bersyukur?! Kenapa?! Padahal waktu itu mereka ngga ada dan aku ngga pernah memberikan bagian lain untuk mereka. Tinggal terima jadi loh. Kenapa sekarang aku di kasih bagian coba?! Kesel tau"

Gadis itu akhirnya sedikit merasakan perjuangan yang selama ini ia lakukan hanya dianggap remeh oleh orang sekitarnya. 

Malam itu begitu dingin hingga hati gadis itu ikut membeku dan setelah itu ia memutuskan untuk tidak mempercayai siapapun selain Tuhan dan dirinya sendiri.


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 21, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Pengembara HatiStories to obsess over. Discover now