Gambar yang ada dicerita ini bukanlah milik saya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
All main character : Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
.
.
.
.
.
Bunga sakura yang berguguran suara sepeda yang dikayuh dengan cepat suara nafas yang memburu serta jalan yang ramai dengan berbagai aktifitas orang orang.
Gadis berhelaian merah muda sepunggung tadinya berpenampilan sangat rapi sekarang terlihat seperti orang gila,rambut merah mudanya yang tadinya rapi kini berubah seperti rambut penyihir,percayalah rambutnya kini terlihat sangat tidak enak untuk dipandang.
Sakura, nama gadis yang berpenampilan seperti orang gila terlihat tengah berlari menyusuri jalan yang ramai saat ini, menghiraukan teriakan orang yang mengadu kepada dirinya karena dianggap tidak berhati hati dan ceroboh.
“gawat!, kenapa ibu menelponku disaat aku sudah sampai kampus dan parahnya lagi aku ada jadwal kuliah dengan orochimaru sensei, memangnya situasi gawat apa sih!”
Sakura hanya berkata maaf saat orang orang menggeretu kepadanya.
“hay hati hati nona”
“hai bocah!, lihat lihat kalau sedang jalan!”
“hey kau tak punya mata hah!”
“aduhh, hey seharusnya kau minta maaf!” begitulah teriakan orang orang yang tertabrak oleh sakura.
“maaf maaf, aku sedang terburu buru, kalau aku terlambat pulang kerumah ibuku pasti akan menghukum ku, maafkan aku!” begitulah kata sakura gadis yang membuat keributan dipagi hari.
Sakura kini tak lagi menjawab perkataan orang orang yang dia tabrak, yang ada dipikirnya hanyalah ‘pintu gerbang berwarna hitam’
.
.
.
.
Sakura yang tadi berlarian dan menabrak orang kini telah sampai didepan gerbang berwarna hitam.
Gerbang berwarna hitam karna catnya hitam makanya warnanya jadi hitam dijaga oleh banyak pria yang berwajah sangar serta otot bisep yang bergelembung seperti balon yang ditiup.
.
.
.
.
“jadi, apakah orang tuaku ada didalam?” kata sakura yang merasa geram karna orang tuanya tiba tiba menghubungi sakura disaat dia baru saja sampai dan hendak mengikuti pelajaran orochimaru sensei yang notabanenya adalah guru killer yang sangat pelit pada nilai.
“ya nona, tuan jiraya dan nona tsunade masih berada didalam” jawab penjaga gerbang itu.
Tanpa menunggu lama penjaga gerbang bermuka sangar itu segera membukakan gerbang untuk sakura, sakura segera masuk dan menemui orang tuanya dan meminta penjelasan kepada mereka kenapa dia mendapat telpon dadakan.
.
.
.
.
.
.
BBBRRAAAKKK !!! suara pintu terbuka menyadarkan pria baruh baya dan wanita paruh baya dari lamunan mereka.
“sakura kau sudah sampai nak?” kata perempuan paruh baya bernama tsunade senju, walaupun usianya sudah memasuki kepala lima namun wajahnya masih saja belia seperti usia tigapuluhan.
“saku, kau datang nak?” kini giliran pria baruh baya beramput putih bernama jiraya bertanya kepada sakura anaknya.
“tentu saja aku datang, kalian menelponku dengan nada serius tadi, apakah kalian menyuruhku untuk pindah kerumah ini dan meninggalkan apartement kecil miliku?, tidak!, kalau kalian menyuruhku kesini hanya untuk pindah aku tidak mau, ayah dan ibu tau kan aku membeli apartement itu dengan uangku sendiri”.
“ibu tau saku, ibu tau itu, kami memanggilmu kesini bukan karna menyuruhmu pindah”
“lalu untuk apa?”
“kau akan menikah saku” kini giliran sang ayah ‘jiraya’ yang bersuara
“a-APAAHHHHH!” sakura berteriak sampai ludahnya membahasi wajah kedua orang tuanya
“aku tak mau, aku tidak ingin menikah!, kalian kan tau aku masih kuliah,hiks ibu jahat ayah juga” sakura berbicara lagi dengan nada sedih.
“ini demi kebaikan umat manusia saku”.
“kebikan apa ayah?, apanya yang baik?, pekerjaan kalian saja yakuza, kalian tau pekerjaan kalian tidak baik untuk manusia, jadi apanya yang demi kebaikan manusia?”
Sementara orang tua sakura yang mendapat sindiran hanya bisa berdehem
“ekhem saku kau kan tau, walaupun kami itu yakuza tapi kami tidak pernah menindas dan menyakiti rakyat kecil” kata tsunade ibunya sakura.
Yah sakura memang tau kalau ayah dan ibunya tidak pernah menyakiti rakyat kecil justru mereka mendapat julukan ‘pelindung rakyat kecil’. Sakura sebenarnya sangat bangga pada mereka, walaupun pekerjaan mereka kotor namun hati mereka bersih.
“tapi kenapa harus aku yang menikah?”
“ini sudah diramalkan saku”. Kata ayah sakura berbicara dengan nada santai
“diramalkan bagaimana? Apa maksud ayah?”
“kamu telah diramalkan menjadi pendamping raja iblis yang sekarang, dan raja iblis itu berasal dari kaum vampire”
“ra-raja apa? Raja iblis? Ayah! Ini zaman modern, mana mungkin ada yang namanya iblis dan” ada jeda sejenak saat sakura berbicara
“vampire? Ayah pasti bercanda!” lanjut sakura
“tidak saku, ayahmu tidak sedang bercanda, memang sulit dicerna tapi pendiri klan senju yang dahulu saat akan menjadi yakuza meminta bantuan pada iblis dan keluarga kita mempunyai hutang kepada mereka” kini giliran ibu sakura yang memberi penjelasan
“tapi ibu yakuza kan bukan hanya keluarga kita saja, ada banyak yakuza diluar sana”
“ibu mengerti nak, keluarga hyuga sudah mendapat giliran maksudku ramalan untuk menikah dengan keluarga namikaze sang iblis bangsawan empat tahun lalu, dan sekarang giliran keluarga senju yang mendapat giliran maksud ibu ramalan”
“tapi ibu saku-“ perkataan sakura tiba tiba berhenti saat ibunya menangis dan memohon padanya
“ibu tau hiks, ibu tau kamu masih muda, kamu masih kuliah tapi ibu mohon demi keluarga kita dan juga demi warga konoha”
“kami mohon saku” ayahnya juga ikut memohon kepada anaknya.
Sakura yang tidak tega melihat ibunya menangis dan ayahnya yang memohon hanya bisa menghela napas dan terpaksa bersedia menikah demi keluarganya serta demi warga konoha.
Setidaknya keberadaan sakura didunia ini bisa berguna bagi orang lain.
“baiklah aku bersedia menikah bu” kata sakura dengan nada terpaksa
“terimakasih saku, terimakasih nak”
Sakura tersenyum senang melihat kedua orang tuanya yang tersenyum
To be continuous
Bagaimana menurut kalian? Bagus atau tidak?
Lanjut atau berhenti?
Saya newbie disini
Dan ini adalah cerita pertama yang saya buat,,jadi kritik dan saran sangat diperlukan agar saya bisa membuat cerita yang lebih baik lagi hehehehe
YOU ARE READING
The Devil Wife
Fanfictionapa jadinya jika senju sakura si gadis berdada rata dijodohkan dengan uchiha sasuke sang raja iblis yang bermuka datar? kehidupan sakura kini tak setenang dulu
