"Bertemu denganmu adalah hal terindah dalam hidupku."
-Aska Mahendra-
Pagi ini Zelva berangkat di antar oleh Jovi, kakak laki-laki tertuanya. Sesampainya didepan gerbang sekolah, Jovi berpesan pada Zelva yang biasa di sapa Zee itu agar ia pulang tepat waktu.
"Zee, lo harus pulang on time kerumah."
"Kenapa memang?." Kata Zee melepas sebelah headsetnya.
"Gue pulang kampus telat, nanti gue mau kerjain tugas tambahan dari dosen."
"Gue ada kerja kelompok."
"Bawel. Gue udah bilang sama bunda kalau lo bakalan pulang on time. Yaudah gue otw deh. Masuk sana."
"Eh tunggu, bang. Gue titip ini buat kak Sam ya. Salam dari gue."
"Samuel atau Samudra?."
"Kak Samudra."
"Sip. Wait! Ini apaan?." Kata Jovi sambil memandangi kotak bekal berwarna merah muda di tangannya.
"Bekal untuk kak Sam. Yaudah gue masuk dulu, ya.. bye." Kata Zelva sambil pergi meninggalkan Jovi.
Zelva memasang kembali headset di telinganya. Tiba-tiba seseorang dari belakang menabraknya. Zelva jatuh karenanya.
"Aduh!." Rintih Zelva kesakitan.
Lelaki itu masih berdiri tanpa menghiraukan Zelva yang terjatuh di aspal.
"Woy!." Teriak Zelva.
Lelaki itu tetap berlari tanpa menghiraukan gadis yang masih kesakitan itu. Pada akhirnya Zelva bangun dan membersihkan kedua tangannya yang kotor.
"Dasar crazy boy!." Umpatnya.
Dari belakang ada seseorang yang mengagetkannya. Dhita, sahabat Zelva sejak SMP.
"Morning, Zee." Sapa Dhita.
"Morning too, Dhit." Jawab Zee tidak bersemangat.
"Lo kenapa sih, Zee? Gak punya semangat hidup padahal masih pagi . Senyum dong.. ini bukan Zee gue nih."
"Gue baru aja jadi korban tabrak lari sama cowok gila yang gak bertanggung jawab."
"Seriously? Lo gak luka, kan? Mana yang sakit?." Kata Dhita panik.
"Dhita, come on. Gue gak kenapa-napa. Gak ada yang luka. Cuma sedikit sakit aja pantat gue."
"Siapa sih memang?."
"Gue gak tau. Dia pergi gitu aja."
"Ciri cirinya? Dia naik apa?." Kata Dhita yang sangat penasaran.
"Dia pake almamater, rambutnya tataannya rapi. Gak kaya anak-anak SMA jaman now. Dia lari, Dhit.. gak naik sepeda atau bahkan mobil."
"Ehehehe.. lagian kata-kata lo ambigu banget sih.. tapi jangan bilang.. kalo si mister cooler. Please jangan bilang kalo dia, Zee."
"Mr. Cooler? Who?." Kata Zelva tak mengerti siapa yang sahabatnya maksud.
"Lo gak update banget sih, Zee.. lo ini dinobatkan sama anak-anak sekolah kita sebagai Mrs. Hits, tapi lo gak kenal si Mr. Cooler? Kak Aska Mahendra!."
"Aska Mahendra? Gue gak kenal dan gak punya niat untuk kenal dia. Gue cuma mau dia bertanggung jawab atas kejadian tadi."
"Please, lo jangan berurusan sama dia, Zee."
YOU ARE READING
I Love You Mister Cooler
Teen FictionLangit dan bumi. Itulah kalimat yang tepat untuk Aska dan Zelva. Aska yang terkenal sebagai cowok super cool sedangkan Zelva terkenal sebagai cewek hits disekolah mereka. Zelva selalu berusaha mencairkan si hati beku dengan berpura-pura bodoh di dep...
