Tringgg....
Bel pintu sebuah cafe berbunyi. Seorang wanita berambut lurus sebahu keluar dari cafe tersebut.
Ia terlihat cantik dengan penampilan casualnya, yaitu kemeja katun berwarna tosca dan jeans. tak lupa poles make Up tipis menghiasi wajah indahnya. Ia berjalan anggun keluar dari cafe.
Ditangannya terdapat dua katong plastik. satu, berisikan makanan ringan dan satunya lagi berisi beragam jenis kopi.
Langkahnya terhenti tepat didepan beranda cafe tersebut.
Hujan. Adalah hal pertama yang menyambutnya.
Ia memilih tinggal, untuk menikmati tetes demi tetes air yang jatuh.
Perlahan, tangannya terulur. Ia menadahkan tangan. Merasakan ribuan tetesan air yang jatuh. Matanya menutup. Pikirannya melayang.
Kembali pada kenangan itu. Kenangannya saat hujan.
Kenangannya dengan lelaki itu.
Ini aneh, dulu ia tak pernah menyukai hujan. Tak juga membencinya. Namun bersama lelaki itu, ia bisa sangat menyukai hujan dan bisa sangat membenci hujan.
Drrtt. . .Drrtt. . .
Ponselnya membuat ia tersadar dari lamunan nya.
"Ya? Halo?"
.....
"Baiklah, aku akan segera kesana"
.....
"Ya, aku dalam perjalanan"
.....
"Haha. Iya, aku tahu"
.....
"Oke"
Panggilan berakhir. Ia harus pergi.
Ia mengadah keatas, memastikan hujan tidak begitu deras lagi. Akhirnya memilih untuk berlari dari tempat itu. Satu tangannya membawa kantong plastik, satunya lagi ia gunakan untuk menutup kepalanya.
Ia berjalan--setengah berlari--dengan langkah cepat. Namun, baru beberapa langkah keluar dari cafe. Ia tak merasakan tetesan hujan sama sekali.
Langkahnya terhenti. Ia menatap keatas.
Sebuah payung hitam.
Ia berbalik dan melihat seorang lelaki sedang memayunginya.
Matanya membulat sempurna, melihat lelaki tersebut. Jantungnya berdebar tak karuan. Debaran yang telah lama tak ia rasakan.
Ia menutup mulutnya dengan tangan --saking terkejutnya--
Namun, berbeda dengannya lelaki itu hanya tersenyum dengan amat manisnya.
Dia lelaki itu.
YOU ARE READING
My Affection
Teen Fiction"Kau yang pertama, menolak 'tangan' ku meski aku mengulurkannya" D.A.P "Ini akan terdengar aneh, tapi sepertinya aku merasakan sesuatu" D.M "Secuek-cueknya aku, aku juga wanita dan aku bisa jatuh padamu. Berhati-hatilah" S.A.S "Aku telah jatuh padam...
