Pertemuan Pertama

49 6 0
                                        

"Taehyung-ah!" Seorang pria berlari kecil menghampiri temannya. Karena sudah menjelang sore lingkungan kampus sudah tidak seramai tadi siang.

"Kau meninggalkan laptopmu. Kebiasaan buruk mu itu harus dihilangkan, untung aku yang menemukan." Sungut pria itu sambil menyerahkan laptop tadi ke pemiliknya. Sedangkan Taehyung hanya mengeluarkan senyum tanpa dosanya.

"Thanks Jimin."

"Ya, sama-sama. By the way aku sudah ditunggu Seulgi. Bye Tae!"

"Kau akan kencan dimana kali ini?"

"Aku tidak mau menjawab." Jimin menjawab dengan ketus sambil berlalu cepat dari hadapan Taehyung.

"Hey Park! Kali ini aku tidak akan mengganggu kencan kalian. Aku bersungguh-sungguh"

"Minggu lalu dan minggu lalunya lagi kau juga berkata seperti itu." Pria yang lebih pendek memutar bola matanya malas. Mengingat Taehyung sering sekali mengganggu kencannya dengan disertai berbagai alasan. Jimin dan kekasihnya --Bae Seulgi-- setiap satu minggu sekali menyempatkan untuk berkencan. Keduanya belajar di Universitas berbeda dan kesibukan masing- masing yang mulai memakan waktu.

"Hey! Minggu lalu aku hanya lupa menyimpan dompetmu dimana dan itu bukan sepenuhnya salahku."

"Kau membuatku malu di hadapan Seulgi." Ia mencebik kesal. Seharusnya Jimin tidak menitipkan dompetnya pada makhluk bodoh bertatus sahabat yang sekarang berdiri dihadapannya ini. Taehyung lupa menyimpan dompet Jimin kembali ke tas setelah Ia keluarkan saat di apartemennya. Awalnya Jimin akan mentraktir Seulgi. Dan terima kasih atas kecerobohan sahabatnya, Seulgi berbaik hati balik mentarktirnya.

"Kau itu kenapa sih? Seulgi saja tidak marah, bahkan Ia malah mentraktirmu kan."

"Tapi itu membuatku tidak seperti seorang lelaki!"

"Seulgi itu terlihat sangat menyukaimu apa adanya. Jadi jangan khawatir dengan image-mu ini." Kekeh Taehyung sambil melingkarkan tangannya di bahu pria yang lebih pendek.

"Aku bukan dirimu yang seperti orang idiot. Lagipula kenapa kau tidak cari kekasih saja? Kau jadi tidak perlu mengikutiku kemanapun."

"Kau itu kasar sekali sih. Aku kan hanya ingin ikut saja dan tidak ada niatan mengganggu." Taehyung mengerucutkan bibirnya yang dihadiahi pukulan cinta dari Jimin dengan buku yang Ia pegang.

"Ew, apa-apaan itu? Tidak ada imut-imutnya sama sekali. Aku sarankan kau pilih saja salah satu perempuan dari fansclub-mu itu. Mereka semua lumayan menurutku."

"Tapi mereka bukan tipe ku."

"Terserah kau saja. Aku membuang waktuku selama 15 menit disini untuk membicarakan hal tidak penting denganmu. Dan sekarang aku minta kau jangan mengikutiku." Ujarnya sambil melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.

Huft! benar-benar seorang sahabat.

~
Coffee Velvet

Taehyung mendorong pintu cafe dihadapanya. Inderanya disapa oleh aroma khas cafe-cafe yang menyajikan kopi.

Menenangkan.

"Oh, Taehyung-ssi! Kau datang?" Jisoo menyapa pelanggannya dengan ramah.
"Hey Jisoo-ssi sudah lama tidak berjumpa" Taehyung melayangkan tangannya untuk ber- high five dengan Jisoo dan disambut dengan ceria tentunya.

Duduk di tempat biasa?" Dibalas dengan anggukan dari pria bermarga Kim.
"Pesanan seperti biasa?"
"Yeah"
"Okay. Akan aku antarkan dalam waktu lima belas menit." Ujarnya sambil kembali ke counter.

Taehyung mendudukkan diri di tempat yang berhadapan langsung dengan jendela. Alasannya klise. Supaya bagus saat mengambil selca.

Kring Kring Kring

Seolah ada efek suara dikepalanya ketika netranya memandang ke arah perempuan dengan kemeja dan celana panjang berwarna pastel senada berjalan ke arah pintu masuk coffee velvet.

Goddess.

Hanya satu kata itu yang terlintas dibenak Taehyung saat ini. Matanya tak henti memandang gerak-gerik perempuan itu.

"Oh, Irene eonni!"
"Jisoo-ah aku ingin secangkir green tea latte" suara lembut namun terkesan dingin keluar dari bibir indahnya. Bahkan senyumnya pun sangat tipis.
"Siap!" Ucap Jisoo dengan gestur hormat ala militer.

Suaranya bahkan sangat lembut. Pikir Taehyung masih sambil memandang kagum.
Love at first sight? Maybe.
Taehyung tidak pernah percaya akan hal- hal seperti itu. Tapi mulai sekarang Ia mengerti mengapa orang-orang selalu berbinar membicarakan hal ini.

Well, Taehyung benar-benar jatuh ke dalam pesona perempuan dingin yang memesan green tea latte. Bae Irene.
Dan sudah bisa dipastikan green tea latte akan menjadi favorite Taehyung mulai saat ini.


TBC

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 18, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

US | VreneWhere stories live. Discover now