Pro-pancake

107 18 4
                                        

"Van, lo kenapa sih? Badmood mulu kerjaannya!"

"Gue. Kesel. Sama. Lo." Kata Vanilla penuh penekanan.

Cowok itu mencebik bibirnya. Selalu saja kesal. Salahnya di sebelah mana? "Salah gue apaan, Van?"

"Pikir sendiri!"

"Idih."

"Apa?!"

"Enggak!"

"Ya udah!"

"Ya udah."

Keduanya sama-sama terdiam. Tidak ada yang memulai percakapan, mungkin mereka gengsi? Bisa jadi. Keduanya sama-sama memiliki gengsi yang sangat tinggi.

Akhirnya, cowok itu mengalah, "mau makan gak?"

"Gak!"

"Yakin nih?" tanyanya memastikan.

"Iya!"

Xalvin mendengus. Selalu saja setiap jam istirahat mereka adu cek-cok hal yang sepele. Dasar anak labil.

Xalvin tersenyum jahil. Lalu ia membuka kotak bekalnya yang sengaja ia bawa.

Dengan penuh rasa penasaran, gadis itu melirik sekilas dan matanya tiba-tiba berbinar. "XALVIN PANCAKE GUEE!!!" pekiknya membuat berisik satu kelas.

Dia, Vanilla. Cewek yang gak terkenal di sekolahnya, dia kelas dua belas dan dia pecinta pancake. Apalagi buatan Xalvin, akan mengalahkan pancake hotel bintang lima kalau kata Vanilla. Pancake paling the best yang Vanilla pernah coba.

Dan inilah kisahnya.

🍭🍭🍭

Cat : Ada yang masih inget cerita ini? Hehehe

Sweet PancakeNơi câu chuyện tồn tại. Hãy khám phá bây giờ