Prolog

394 31 4
                                        

Pada jaman dahulu, di surga dimana para dewa Yunani berada, disana diadakan sebuah kontes untuk menciptakan kuda yang paling indah, dan sang Dewa Seni, Muses, menjadi jurinya.

Terdapat tiga kelompok dewa yang mengikuti ajang ini, kelompok pertama terdiri dari Poseidon, Zeus dan Hades. Mereka membuat tiga kuda abadi bernama Xanthos. Poseidon membuat kuda-kuda itu bergerak dengan kekuatan lautan. Zeus membiarkan mereka bersinar seperti matahari. Dan Hades, ia memberi mereka keindahan berlian, karena dia adalah dewa kekayaan.

Lalu kelompok kedua, terdiri dari Apollo, Ares, Dionysus, Hephaestus, dan Hermes, yang bekerja sama dan menciptakan Lampos, salah satu dari dua kuda abadi yang menarik kereta Eros. Kuda mereka berwarna merah berapi-api untuk menunjukkan bahwa Ares telah memberkati kuda ini untuk berperang, Hermes berhasil membuatnya bergerak secepat angin, Apollo memberinya kemampuan untuk menyanyikan lagu surgawi yang membuat semua orang iri akan hal itu, Dionysus memberkati kuda itu agar di mana ia melangkah anggur akan bermunculan, dan Hephaestus, ia menempatkan pelana emas solid di atasnya dengan tali kekang sehingga kecantikannya diperkuat. Mereka yakin tidak akan ada yang bisa mengalahkan kuda mereka, karena siapa yang bisa mengalahkan enam dewa Yunani?

Lalu kelompok ketiga, kelompok terakhir, terdiri dari para dewi, yaitu Hera, Athena, Hestia, Aphrodite, Artemis, dan Demeter. Aphrodite, sang Dewi Kecantikan, membuat kuda yang dia berkati dengan kecantikannya. Athena mengulurkan tangan ke langit dan mengambil enam bintang, satu untuk setiap dewi, dan mengubah bintang menjadi tanduk spiral nan runcing jika disatukan, lalu menempatkannya di dahi. Artemis meletakkan sinar bulan di kepala dan di bagian belakang kuda sehingga bisa bersinar seperti bulan dan tidak ada salahnya jika datang ke dunia manusia. Demeter mengambil kotoran bumi dan membuat kuku, maka bumi dapat menyembunyikan rahasia makhluk itu, dan tidak akan meninggalkan jejak di tempat ia berdiri. Hera membuat makhluk itu tak terlihat oleh mata manusia, dan karena pria yang memulai kontes, maka hanya seorang wanita yang memiliki kemurnian yang bisa melihat makhluk itu, karena dewi yang membuatnya adalah dewi yang murni dan tidak melakukan kejahatan. Dan yang terakhir, Athena, melukis makhluk itu dengan putihnya awan. Para dewi mengagumi karya mereka, dan mereka memberinya nama yang indah, Uni..

"unicorn" tangkis Nesya, dengan raut wajah malas, sebelum Afi menyelesaikan ceritanya.

UNICORNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang