"Jika itu baik menurut Papa Keisha akan menerima." Ucap Keisha mantap. Sedangkan Andin terlihat marah dengan ucapan kakak perempuannya.
"Kakak ini bukan masalah sepele, keputusan ini akan merubah hidup kakak seumur hidup. Jangan main-main. Kakak sudah dewasa, kakak berhak menentukan pilihannya sendiri." Marah Andin. Ia tahu jika kakaknya tidak sepenuhnya menerima tapi terpaksa.
"DIAM ANDIN! Kakakmu sudah menyetujuinya berhenti seolah-olah Keisha terpaksa dengan keputusannya sendiri." Deva berteriak di depan putri bungsunya.
"Ia memang terpaksa Ayah!" Andin kembali berteriak.
"DIAM berengsek!" Deva hendak menampar pipi Andin sebelum Keisha bersujud di depannya.
"Jangan Ayah. Aku tidak akan merubah keputusanku. Sungguh. Jangan pernah menampar pipi darah daging Ayah sendiri. Aku mohon." Keisha luruh-lantak di lantai yang dingin. Air matanya sudah tak dapat ia bendung. Deva terdiam dengan wajah penuh amarah.
Andin yang melihat kakaknya seperti itu langsung keluar dari rumah sambil membanting pintu dengan kencang.
"Aku sudah memutuskan semuanya. Entah itu akan berakhir bahagia atau tidak. Aku hanya perlu bertahan."
Anindita Keisha
YOU ARE READING
To Love
ChickLitAnindita Keisha, mahasiswa manajemen bisnis tingkat akhir di perguruan tinggi bergengsi di Indonesia. Mandiri, cerdas dan patuh terhadap Ayahnya. Aldric Zeroun, eksekutif muda tampan, mapan dan rupawan. Hidupnya sempurna, kecuali masalah percintaan.
