"Menghadirkan berjuta kebahagiaan.
Lalu rasa itu hilang dengan sendirinya."
Mulmed:
Terbaik Untukmu - Rizky Febian
🎤🎤🎤
"Afika? Silahkan ambil hasil ujian kamu."
Afika berjalan dengan wajah pucat seperti habis membunuh seseorang dan menyembunyikan mayatnya.
"Ibu sangat kecewa." Ucap Bu Berta.
Afika kemudian duduk di bangkunya dan melihat hasil ujiannya itu. Tangan Afika bergetar dan menjatuhkan kertas nilainya dengan perasaan ingin melompat dari gedung Burj Khalifa yang ada di Dubai.
"YA AMPUN NILAI GUE KENAPA JADI GINI." teriak Afika dengan suara nyaring
Sontak Zasa, sohib Afika dari zaman Megalitikum terkejut. "Eta Terangkanlah." ejek Zasa, "Ini akibat dari lo yang gak mau dengerin gue. So, tuh botol air buat nampung cairan dari mata lo." Lanjut Zasa
🎤🎤🎤
Afika Dewanto, siswi paling berprestasi sejak ia masih duduk di Sekolah Dasar. Memiliki banyak koleksi piala mulai dari Nasional bahkan Internasional.
Berkeinginan dari doloe-sekarang bisa meraih penghargaan OSCARS. Tapi itu gak mungkin sebab, Afika bukan seleb.
Af sapaan akrabnya, sekolah di SMA 47 Jakarta Selatan, tinggal dipersimpangan Jl. Cempaka No 3.
Rambutnya panjang terurai bahkan biasanya dikuncir, menambah kecantikkannya. Kulit saomatang menarik siapapun yang menoleh berucap ideal. Hanya, matanya sedikit kecil dan bibirnya tipis Bak Girlband-Kpop versi Jawa sesuai tempat kelahirannya.
Berdomisili di Jakarta sejak Ayahnya dipindah tugaskan saat berumur 1 tahun.
Merasakan debaran diawal diadakannya MOS pandangan pertamanya jatuh kepada Cowok yang sedang berdiri dengan postur tubuh yang sangat ideal. Tetapi Afika membiarkannya berlalu seperti angin dan hujan.
Semua berkumpul sesuai arahan Kepala Sekolah, berbaris sesuai dengan jalur kelulusannya masing-masing.
Tanpa disadari Cowok Ideal yang di lihat oleh Afika menghampiri dan menepuk bahunya dari belakang sehingga debaran jantung Afika semakin cepat.
"Maaf sebelumnya gue cuman pengen ingetin kalo make sepatu talinya dibenerin, bisa-bisa lo jadi celaka."
Cowok tersebut menunduk di hadapan Afika dan mengikat dengan benar tali sepatu milik Afika.
Waktu terasa berhenti bagi Afika.
"Udah nih." Ucap cowok itu
"Ma-makasih." Jawab Afika gugup
"Milky Wijaya." Cowok itu menjulurkan tangannya
"Afika Dewanto."
VOUS LISEZ
Destiny
Roman pour AdolescentsMakhluk gaib ini tiba tiba menghampiri, memberikanku tatapan yang sungguh tragis. Dengan wajah yang polos dan sedikit senyuman roh yang dulu pergi kini kembali merasuki. Lantaskah dia akan membuatku bangkit dari trauma ini? (2017) [Destiny]
