Seorang gadis berlari dengan nafas terengah-engah, "Sialan mereka masih ngikutin gue" ucapnya.
Radius 100 meter, ada segerombolan anak laki-laki yang sedang mengejar gadis tersebut dengan tatapan tajam dan ekspresi wajah yang merah karena marah.
"Araya jangan pengecut lo anjing!" ucap ketua gerombolan yang mengejar gadis tersebut.
Gadis tersebut terus berlari dengan cepatnya, ia memutuskan untuk memasuki gang ke gang dengan tujuan untuk mengelabui dari gerombolan tersebut.
Ternyata keputusan gadis itu untuk berlari ke gang salah, sangat salah. Karena gang tersebut buntu. Ia berdiri di ujung pojok gang, beberapa bulir keringat jatuh kepelipisnya.
Ia frustasi bagaimana pun caranya ia harus keluar dari sini, karena ia tidak mau tertangkap oleh gerombolan tadi.
"Araya keluar lo bangsat! Gue tau lo masih disini" ucap ketua gerombolan tadi.
"Woi anjing keluar lo, kalau lo keluar sekarang gue janji penderitaan lo gak akan parah. Tapi, kalau gue yang nemuin lo, lo habis sama gue saat ini juga" sambungnya.
Gadis yang bernama Araya itu mendengar semua ucapan ketua gerombolan tadi. Ia bingung, mau keluar atau tidak.
Toh keluar atau tidak nasibnya akan sama. Mati ditangan ketua gerombolan tadi.
Dito sebagai ketua gerombolan itu pun menyeringai, ia tahu gadis yang tengah ia cari masih ditempat yang sama dengan yang ia pijak.
Dito sangat hafal seluk beluk gang ini, karena gang ini adalah markas gengnya. Menurut Dito keputusan Araya masuk ke gang ini salah karena ia sama saja masuk ke kandang macan.
Bagus juga selama ini gue gak kasih tau dia kalau gue punya markas digang ini. Batinya tertawa
Dito menyeringai kembali dengan tatapan super duper tajam, hanya satu tempat digang ini yang belum ia kunjungi, yaitu gang pojok tempat ia dan anggota gengnya menghabisi seseorang.
"Gue tau dia dimana" ujar Dito.
"Dimana To? Gak sabar pengen habisin tuh cewek" tanya seorang anggota gengnya.
"Gang pojok, guys" ujar Dito kembali.
"Widih pas banget tuh cewek masuk situ, biar kita langsung habisin aja" timpal anggota yang lain.
Dito dan anggotanya pun menuju gang yang sangat-sangat pojok, saat ia tiba Dito kembali menyeringai ia melihat seorang cewek dengan rambut ombre sebahu tengah menunduk fruatasi.
"Hai Ray" sapanya dengan tajam.
Gadis yang sedang menunduk frustasi itu mengangkat kepalanya.
Gadis itu Araya. Bagaimana pun keadaanya Raya harus tenang menghadapi TEMANNYA yang sekarang BERUBAH menjadi MUSUHNYA, ia tidak boleh kelihatan takut sama sekali.
"Gak usah basa-basi" ujar Raya dengan nada nyolot.
"Kok lo nyolot? Lo tau kan, kalo lo berurusan sama gue sama aja lo mau mati pelan-pelan" ketus Dito.
"G.U.E G.AK T.A.K.UT" ucap Raya dengan penuh penekanan.
Tatapan Dito tambah menajam, wajahnya merah padam tanda menahan marah, dadanya mengembang. Ia marah. Sangat marah kepada Araya.
Sedangkan Araya, tampangnya saja ia songong dan berani padahal batinya berteriak meminta bantuan. Karena ia tidak mau mati sia-sia ditangan Dito dan anggotanya.
Umi Abi tolong Rayaaaa!!! Batinnya berteriak.
"Anjing lo! Gue bersumpah bakal bikin hidup lo sengsara. Dan lo bakal mati ditangan gue Ray!!!" ujar Dito.
"Silahkan. gue sama sekali gak takut!!" balas Raya dengan nada yang masih tak santai.
Dito tidak membalas. Tapi ia berjalan mendekat ke arah Raya, dan Raya refleks berjalan mundur hingga ia punggungnya menempel ditembok gang. Dito menghentikan langkahnya tepat satu langkah dari Raya.
PLAK Dito menampar Raya dengan amat kencang hingga pipi sebelah kiri Raya memerah.
"Lo pengkhianat anjing! Lo bocorin rahasia besar Anqers ke club sok suci itu!"
Dito memperpendek jarak antar ia dengan Raya. Ia mencengkram dagu Raya. Lalu melanjutkan "Dibayar berapa lo sama anak-anak Reborn, hah?"
Araya diam.
"Jawab bangsat! Gak punya mulut lo!!"
Raya menepis tangan Dito dari dagunya, "Gue gak di bayar dan di suruh sama siapa pun"
"Terus maksud lo apa ngelakuin kayak gini!?"
"Lo mau tau tujuan gue apa hah? Karena gue muak. GUE MUAK SAMA SIKAP LO" ujar Raya dengan frustasi.
PLAK Dito kembali menampar pipi kanan Raya, hingga pipi kanannya memerah.
"Guys bawa dia ke markas dan jangan sampe dia kabur!" ujar Dito kepada anggotanya.
Tiga orang laki-laki maju untuk membawa Raya pergi ketempat markasnya. Satu orang mencengkram tangan kiri Raya, satu orang yang lain mencengkram tangan kanan Raya, dan satu orang lagi menjaga-jaga agar Raya tidak kabur.
"Auch" ringis Raya.
"Diem lo" ucap seorang cowok yang mencengkram tangan kiri Raya.
"Lepasin dia!! Kalian semua pengecut beraninya sama cewek!!" ucap seorang cowok yang menggunakan baju koko dan peci hitam.
"Siapa lo berani banget ikut campur sama urusan gue!" ucap Dito.
"Saya bukan siapa-siapa. Saya juga gak kenal cewek itu siapa, saya tadi numpang lewat karena ini pertama kalinya saya ke jakarta. Lalu saya mendengar suara berisik disini dan pas saya lihat kalian lagi menyiksa cewek ini" ujarnya.
"Halah banyak bacot lo,serang aja guys" ujar Dito menyuruh anggotanya untuk menyerang cowok berbaju koko dan berpeci itu.
-Jagad&Raya-
Hai ....
Saya datang bawa cerita baru, saya itu sebenernya penulis lama cuma akun wp saya yg lama ke upgrade @AprilyaNazira itu akun wp saya yg lama, hanya sekedar informasi aja sih.
Keep waiting, keep reading, and keep vomments guys.
Salam,
Nazirapr
Sipelupa akut.
YOU ARE READING
Jagad&Raya
Teen FictionRAJAGAD ANGKASA, cowok berpeci dan anak pesantren yang ditugaskan untuk membimbing seorang cewek yang sikapnya kelewat bad, yaitu SHAZANA ARAYA. Akankah, Jagad berhasil dalam membimbing Raya? Atau, Raya yang mulai terbiasa dengan sikap Jagad, lalu t...
