"Sajangnim, bukankah ini terlalu murah" kataku
"Aniyeyo aghassi, ini tidak murah sama sekali. Jika kau mau menambahkan 500.000 won lagi, maka rumah ini akan jadi milikmu" jawabnya
"Aniii. Tp aku tak punya uang sebanyak itu" jawabku
"Kalau begitu 300.000 won"
"Aku tetap tak punya Sajangnim, josongeyo"
"Kau bisa mencicilnya"
"Begini saja, kita kembali ke awal, aku hanya berniat mengontrak dirumah ini, dan jika kau memang sedang butuh uang, aku tak bisa membantu" kataku meyakinkan
"Arrasso, mengontraklah sesukamu aghassi, kuharap kau betah. Dan jika kau akan membeli rumah ini, telpon aku segera ne?" ucapnya sambil mencoba tenang
"Ne sajangnim. Uangnya akan ku transfer sesegera mungkin. Dan bisakah besok aku sudah mulai menempatinya?" tanyaku
"Tentu saja aghassi, properti didalam rumah sudah lengkap. Kuharap anda nyaman. Kalau begitu saya pergi dulu" ucapnya sambil membungkuk
Aku sedang berada di rumah yg lumayan besar. Rumah kosong dengan properti lengkap. Sofa, TV, karpet bulu, dapur lengkap, kulkas dan penghangat ruangan. Hanya ranjang yg tak ada.
Aku berjalan menyusuri setiap jengkal rumah ini. Hingga tiba-tiba.
"Ahh. Aku tau kenapa rumah sebesar ini sangat murah" kataku pada diri sendiri sambil melirik kearah sesosok namja yg sedang melayang di arah dapur. "Nuguseyo?" ucapku padanya, yg dibalas tatapan kagetnya.
"Kau... Kau bi...sa melihat...ku?" tanyanya hati-hati
"Bukankah sudah jelas? Siapa kau?" jawabku. Dia tak menjawab, lalu menghilang entah kemana, hingga tiba-tiba dia menyibakkan rok sekolahku
"YA! MICHOSSO?" teriakku padanya
"Kenapa bahkan aku bisa menyentuhmu? Apa kau juga hantu?" tanyanya
"Ya!!!! Kamjagiya! Kau! Hantu Mesum! Pergi dari sini!" jawabku
"yaaaaaaaa! Kau yg harus pergi!" katanya
"Aku pemilik rumah ini!" jawabku tak mau kalah
"Aku pemilik aslinya! Ini rumahku! Jadi, kau yg harus pergi!" jawabnya tak mau klah juga
"Kalau begitu aku tak punya pilihan lain" aku mengeluarkan jimat pengusir hantu, sebuah dupa dan korek dari tasku. Dia tertawa
"Sekalipun aku pergi karena hal semacam itu" jawabnya sambil menunjuk benda-benda yg ada ditanganku "aku hanya akan menghilang sebentar dan kembali" imbuhnya
"Aishh! Menyebalkan sekali dia!" jawabku sambil meninggalkan rumah ini sambil terus mengerutu sepanjang jalan.
Aku tidak hanya menemui 1 atau 2 jenis hantu. Mungkin ratusan jenis hantu berbeda pernah kutemui. Hantu perawan yg suka memasuki tubuh gadis cantik dan menggoda para lelaki, hantu pedofil yg suka mengintip para yeoja di kamar mandi, hantu ibu-ibu yg selalu berada di ruangan bayi disebuah rumah sakit, hantu nenek-nenek yg selalu mengikuti cucunya dan selalu memarahi cucunya ketika melakukan kesalahan dan masih banyak lagi. Tapi baru kali ini- ani sudah dua kali aku menemui hantu dengan dendam begitulah aku menyebutnya, mungkin bukan dendam, tp seperti dia tak tau kenapa jadi hantu. Dan ini yg ketiga kalinya. Berbeda dari kedua hantu dendam yg pernah aku temui, Aku melihat hantu rumah itu seperti mencari sesuatu. Karena kuyakin dia tak tau kenapa dia bisa mati. Tp aneh, dia terlihat seperti manusia, hanya saja bisa terbang, maksudku, dia tidak seperti hantu pada umumnya, dia tak meninggalkan bekas, jika kecelakaan pasti wajahnya/ bagian tubuhnya terlihat berantakan, tp dia tidak. Jika dibunuh, dia mempunyai bekas. Jika diracuni, maka bibirnya akan mengeluarkan busa dan darah jika berbicara. Aku benar-benar baru pertama kali melihat jenis yg seperti ini. Aku penasaran. Sangat penasaran.
***
Aku sampai di rumah kontrakan lamaku. Membereskan beberapa barang. Hingga tiba-tiba ada yg memencet pin rumahku. Hanya aku, temanku Chaeyong, Hanbin, dan Mino-oppa yg mengetahui pin rumahku, dan 1 lagi, Oppa kandungku, Kwon Jiyong yg sudah lama tak mengunjungiku, karena dia tinggal di Jepang. Dan
"Jennie-ah, apa yg sedang kau lakukan?" tanyanya
"Oppa? Kapan kau pulang?" tanyaku balik
"Aku baru sampai beberap menit lalu" jawabnya
"Kenapa tak mengabariku huh? Kau sudah makan?" tanyaku
"Keunyang, belum." jawabnya singkat
"Tunggulah sebentar lagi, Mino-oppa akan datang dengan membawa makanan, aku mengadakan pesta kepindahanku" ujarku padanya
"Mino? Song Mino? Apa kau berkencan dengannya?"
Deg
T B C
Chap 1 nih kasih dukungan penuh terus buat aku yaaaaahh
Vote dan Comment kalau suka yaa
Dan kenapa pemerannya Jennie lagi? Karena Jennie satu-satunya member yg belum pernah kolaborasi sama artis agensi lain. Dan cuma Jennie yg sering di ignore sama K-blink... Aku jadi syedihh
Tp lepas dari itu semua, ini cuma fiksi yaa.
Mari dukung BLACKPINK sampai nanti😊💖💟💕❤💞💝 Saranghae pembaca
YOU ARE READING
FOR NEVER EVER
FanfictionJennie Kwon. Gadis yatim piatu yg sangat manis hidup sebatang kara setelah ayah dan ibunya meninggal saat umurnya 11 tahun, dia diasuh oleh neneknya. Dan harta benda peninggalan Orangtuanya dirampas oleh Pamannya, adik dari ibunya. Dia bisa melihat...
