Di Balik Seragam Siska

29 3 2
                                        

Terik matahari pagi menerpa setiap siswa di SMA 74, tapi tidak dengan Rani. Hari ini dia bisa menikmati ruang UKS yang sejuk, menjalankan tugas piket dokter kecil yang diembannya sejak duduk di kelas XII. Belum lama upacara berlangsung, Farah, dokter kecil yang bertugas di belakang lapangan, masuk ke ruang UKS sambil memapah salah seorang siswi.

"Dia lemes katanya, Ran. Ga kuat berdiri."

"Duduk disini dulu ya." Rani dengan sigap membantu siswi tadi duduk di tepian kasur UKS. Siska, Rani membaca nama di seragamnya. Seragam yang menurut Rani kebesaran, lengannya saja sampai menutup siku. Aneh, pikir Rani.

"Sudah sarapan?"

"Belum." Siska berkata lirih. Matanya menunduk, memperlihatkan ketidakpercayaan diri.

Rani menyodorkan roti dan susu, makanan yang disiapkan sekolah untuk persediaan di UKS. Siska memakannya perlahan sambil sesekali melirik ke arah Rani. Menangkap gerak-gerik tidak nyaman yang ditunjukkan Siska, Rani berpindah duduk di kursi dekat pintu, memandang lapangan yang rapi dipenuhi barisan.

"Makasi ya, Kak." Siska telah menyelesaikan sarapannya.

"Tiduran dulu ya, biar aku ukur suhunya." Siska menyelipkan termometer digital di ketiak Siska. Tidak demam. Tapi wajahnya pucat sekali. Rani diliputi kebingungan, perlukah ia memanggil guru untuk meminta bantuan.

"Apa ada yang sakit? Pusing? Mual?"

"Cuma sedikit mual kok, Kak. Gapapa. Sebentar lagi juga baikan."

"Diolesin minyak kayu putih, ya?" Tanya Rani sambil meyentuh perut siska yang disambut dengan tepisan yang kencang. Rani terperanjat. Bukan hanya oleh tepisan tangan Siska, tapi juga oleh apa yang baru saja ia sentuh.

"Kamu hamil?!"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 31, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

FF Di Balik Seragam SiskaStories to obsess over. Discover now