---Happy Reading---
-----
/06.45/
"Ma, Nana berangkat nanti keburu telat"
Nana kalang kabut, untuk mengambil tasnya setelah mencium punggung tangan mamanya.
"Hati--hati nak!"
"Oke, mam bye--bye lope you!"
Nana masuk ke dalam mobil,mobilnya melaju meninggalkan kediamannya, 10 menit kemudian, mobil Nana terparkir manis di halaman sekolahnya.
"Fyuhh!! untung gue gak telat!" Nana mengelus dadanya dengan lega.
"Woy!!" seorang perempuan menepuk pundak kiri Nana, ditambah dengan suara toa nya yang sangat Nana kenal.
"Astaghfirullah!! untung gue gak jantungan"
"Hehehe.."
"Ketawa lo, coba bicara pelan--pelan aja gak bisa?? suara lo toa banget tau gak?"
"Apa lo bilang?" suara perempuan itu meninggi,
"Gak gue gak bilang apa--apa, kuping lo aja!" sungut Nana
Nesa dialah salah satu sahabat dekat Nana, mereka bersahabat sejak kelas 7 SMP, sahabat yang selalu ada ketika Nana bahagia maupun sebaliknya, meskipun terkadang sering membuat Nana jengkel dan merasa risih dengan sikapnya.
Nana dan Nesa berjalan beriringan menuju kelas, melewati koridor--koridor kelas 12 IPS dan 12 IPA, barulah mereka akan sampai di kelas 11 IPA.
Nesa duduk di bangku yang berdekatan dengan Nana.
"Kok bel nya kagak bunyi--bunyi yah?" Nesa bermonolog.
"Gue juga gak tau padahal ini udah hampir jam 7 lebih"
Kring...kring...kring
"Nah, tuh bunyi!" ucap Nesa
"Nes, tugas yang dikasih sama Bu.Wulan udah kelar?" tanya Nana.
"Belum kelar tapi cuma sebagian, emangnya punya lo udah kelar semua?" tanya Nesa dengan nada bicara mengejek.
"Yaudah lah," jawab Nana enteng
"Gue nyontek dong!" mohon Nesa dengan wajah memelas.
"Kerjaan lo nyontek aja!!" ledek Nana
"Yaudah kalo gak boleh, gue liat PR lo!"
"Itu sama aja pea' " Nana memutar bola matanya malas, sembari mengeluarkan buku dari dalam tasnya.
"Nah, gitu dong gue jadi lope deh sama lo!"
"Idih! gue gak nafsu sama lo!"
Bel istirahat mulai berbunyi, semua siswa yang berada di dalam kelas berhamburan menuju kantin.
"Na, ngantin yuk! gue laper nih!" ajak Nesa
"Cuss yuk!!, berangkat" Nana dan Nesa berjalan menuju kantin atas,
"Lo yakin mau makan di sini?" tanya Nana pada Nesa, karena melihat keadaan kantin yang ramai dan sesak.
"Balik aja deh!, kita ke kantin bawah aja gimana?" tanya Nesa
"Yaudah balik yuk!! Cus!" Nana dan Nesa membalikan badan dan berjalan menuju kantin bawah namun,
"Eh Nes ada apaan tuh kok rame banget?" tanya Nana, saat matanya menangkap banyak gerombolan siswa di depan mading.
"Mana sih?? gue gak liat!" jawab Nesa
"Mata lo di mana sih??, Noh liat tuh!" Nana memutar kepala Nesa hingga menghadap ke arah mading.
"Iya ya!, ada apaan ya??"
"Gue jadi kepo deh!"
"Tapi Na kita kan belum makan, gue laper banget! gimana hayo?"
"Udahlah nanti kita makan sandwich punya gue aja!, sekarang anterin gue liat ada apaan tuh!!" Jawab Nana sambil menarik tangan Nesa.
"Emang lo punya sandw-- NANA!!!"
"Sstt..jangan teriak--teriak!"
"Lo tau gue hampir terjungkal tau gak?!, elo sih pakek acara tarik--tarik gue segala!" kesal Nesa
"Lo bisa diem gak sih??, suara lo itu toa banget!" sengit Nana
"Lagian elo sih! Tapi Na... Na, Nana! lah tuh bocah ngeselin banget masa gue ditinggal, untung lo anak orang kalo gak pasti--
"Nes!, cepet sini! jangan kebanyakan ngomel!" teriak Nana yang berhasil melihat apa yang sedang di bincangkan para gerombolan yang didominasi oleh kaum hawa tersebut.
"Paan?"
"Coba liat deh!" Nana menunjuk sebuah kertas yang tertempel di mading tersebut.
"Ya allah jadi masalah turnament basket,"
"Emang kenapa? itu cuman turnament basket kan?" komentar Nana singkat,
"Tapi lo emang gak tau sih!! Sini sini gue kasih tau" Nesa menarik tangan Nana untuk sedikit menjauh dari gerombolan tersebut.
"Emangnya kenapa??"
"Yang buat mereka super heboh adalah, si kapten basketnya." jawab Nesa
"Lah, emang siapa kapten basketnya?? Biasa aja deh! kan cuma--" ucapan Nana terpotong karena suara cewek yang toa berteriak.
"YA AMPUN!!! DARTA!!"
"DIA ITU GANTENG BANGET!!"
"KECE DEH!!, GUE SUKA, POKOKNYA GUE HARUS NONTON TURNAMENTNYA!!
"UDAH GANTENG, PINTAR BASKET LAGI, YA AMPUN IDAMAN DEH!!"
"Nah tuh! lo denger sendiri kan gimana fans nya Darta teriak--teriak histeris cuma karena kagum ama pesonanya"
"Kok mereka alay banget yah??" tanya Nana
"Elo sih gak tau pesonanya Darta! sang kapten basket" bisik Nesa
"Darta?? Kapten basket?" gumam Nana pelan
"Aduhh elo tuh kudet banget!!, siapa sih yang kenal sama Darta?"
"Buktinya gue gak kenal"
"Au ah ribet ngomong sama lo!!"
---Darta---
gimana chap1 nya??
kalo kalian suka ya alhamdulillah, jangan lupa tap tanda bintang di bawah pojok kiri ya kalo kalian suka!!
Vomment ya pleaseee....!!
Vmfbiz.
YOU ARE READING
Darta
Teen FictionAku hanya bisa menatapmu dari kejauhan, tidak banyak yang bisa aku lakukan!, aku hanyalah seorang penggemar rahasia yang bisa melihat tapi tak bisa mengungkapan. Diam adalah cara paling tepat ketika diriku tersakiti, karena aku sadar aku bukan siapa...
