"Cinta pertama akan selalu menjadi kenangan terindah yang takkan terganti"
▪️
▪️
▪️
▪️ Author POV▪️
Senin, 24 Agustus 2004.
Seorang siswi berlari kearah lapangan yang sudah dipenuhi dengan siswa siswi lain yang masih memakai pakaian putih biru. Hari pertama MOS (Masa Orientasi Siswa), dia terlambat di hari pertamanya. Setelah bersusah payah berlari dari pintu gerbang akhirnya dia berhasil sampai di lapangan dan mengambil barisan paling belakang dimana hanya para siswa yang berbaris disana.
"Fiuh, untung masih belum mulai. Waduh laki semua nih, duh gabisa apa nih nyalip ke depan" gerutu gadis itu sembari berjinjit melihat ke baris depan.
Akhirnya setelah berhasil menyalip beberapa shaf siswa, dia berada di barisan ke 4 dari belakang. Dia pun berbaris dengan tertib menunggu kepala sekolah untuk memberikan penyambutan kepada siswa-siswi baru.
"Yah ga ada yang gue kenal, mana cewek sendiri pula" keluh gadis itu, merasa bosan dia mulai memperhatikan orang-orang disekitarnya, meneliti setiap orang siapa tahu dia menemukan seseorang yang dia kenal. Tapi tiba-tiba matanya berhenti melakukan scanning.
"Masya Allah, kok ada cowok bule disini. Ganteng amaaaat. Duh siapa ya namanya, huwaaa emaaak ada cowok ganteng di sekolah" pekiknya dalam hati.
Tepat dua shaf di depan gadis itu berdiri seorang anak laki-laki yang mencuri perhatiannya.
"Selamat Pagi anak-anak!!" seru Pak Kepala Sekolah tiba-tiba, membuat perhatian si gadis yang sedang tersenyum beralih kepadanya.
"Pagi Paaaaaak" balas para siswa dan siswi.
"Selamat datang di SMP Star Global, hari ini kalian akan mengikuti kegiatan MOS yang akan dipandu oleh Bapak dan Ibu guru serta kakak-kakak OSIS disini. Semoga hari MOS kalian bisa menjadi kenangan yang indah ya anak-anak. Selamat bersenang-senang" tertawa kecil Bapak Kepala Sekolah dengan perut agak buncit dan rambut yang mulai memutih, tetapi wajahnya terlihat sangat ramah. Beliau pergi meninggalkan podium dan digantikan oleh seorang Guru.
"Yaa anak-anak sebelum MOS dimulai, akan ada pembagian kelas terlebih dahulu. Mari kita mulai dari kelas 1A" jelas guru yang lebih muda dengan tampang yang terlihat lebih cool. Satu persatu nama disebutkan,
"...., Galih Ridwan Prasetya, Gladis Malika Putri,..."
"Loh loh, itu kan cowo bule ituuu, aaaakh gue sekelas sama dia. Hhm Galih ternyata namanya. Hoho, hari-hari gue bakal indah nih" ucap Gladis dalam hati.
Ya, Gladis. Dialah gadis yang terlambat masuk ke lapangan tadi.
Setelah semua siswa dan siswi mendapatkan kelas masing-masing. Kakak-kakak OSIS "menggiring" mereka menuju kelas.
Gladis masuk terlebih dulu, dia duduk di shaf ketiga barisan pertama.
"Ah, tempat duduk paling pewe emang deket tembok" ucapnya seraya menempelkan diri ke tembok.
"Hai, boleh duduk disini?" ucap seorang gadis yang hitam manis.
"Oh boleh, silahkan" balas Gladis.
"Hai aku Nurma" ucapnya
"Hallo, aku Gladis" jawabnya dengan senyum mengembang.
Semua siswa sudah masuk kelas. Dan sekarang saatnya mengisi lembar kehadiran. Setelah Gladis mengisi lembar tersebut, dia bermaksud memberikan lembar tersebut kepada siswa di belakangnya. Terkejutnya Gladis saat tau siapa yang duduk di belakangnya. Seketika dia mematung dan mukanya memerah.
.
.
.
.
.
.
/tbc.
Huwaaaaa, story perdana nih..
YOU ARE READING
First Love Never End
Teen FictionKisah seorang gadis yang menemukan cinta pertamanya pada pandangan pertama.
