"Mau kemana?"
Andro langsung berhenti ketika suara Yana tertangkap oleh gendang telinganya, ia berbalik kearah wanita yang tengah memegang satu buah mangkuk berisikan buah-buah segar.
"Biasa mah, ngumpul."
Yana mengangguk. "Jangan pulang malem-malem."
Andro mendekat, mengambil satu buah anggur dari mangkuk kemudian melahapnya. "Sip, nanti Andro pulangnya pagi." Ujar Andro disertai tawa khasnya.
Yana langsung melotot, memukul bahu anak laki-lakinya itu.
"Udah Andro jalan dulu, Assalamualaikum." Pamitnya setelah mencium tangan sang ibu.
✖✖✖
Suara desingan sepeda motor bersahutan di gelapnya malam. Berpuluh-puluh sepeda motor sudah berjejer dengan rapi, menggerungkan gasnya dengan semangat membara.
Asap-asap kendaraan memenuhi sesak, membuat gumpalan besar di langit. Sorak-sorai mulai terdengar lebih kencang, tatkala seseorang dengan jaket kulit yang dibagian belakangnya bertuliskan the night's kini berada ditengah-tengah kerumunana.
Ninja hitam miliknya, menggerung. Menandakan dialah sang pemimpin komplotan itu.
"THE NIGT'S!" Teriaknya sebelum sepeda motor miliknya mau laju kencang diikuti beberapa sepeda motor lainya.
Bendera-bendera dengan lambang komplotan mereka mulai dikibarkan seiring perjalanan. Seperti biasa, merekalah sang penguasa jalan malam kota Jakarta.
Andro, sang pemimpin menancap gasnya. Mendahului teman-temanya. Tak takut dengan segala hal yang akan terjadi, lagipula selama ia dan teman-temanya tak menyalahi aturan, tidak akan terjadi masalah.
Cowok itu berhenti diperempatan jalan, membuka jalan bagi kawananya untuk menyebrang tanpa adanya hambatan.
Sekali lagi, Andro cowok bermata cokelat itu menunjukan bahwa dialah pemimpin dari geng motor the night's.
Tbc
Hai hai, selamat datang di halaman kami. Ini cerita pertama yang di publikasi di sini. Saya sebagai penulis cerita ini, berharap kalau cerita ini disukai. Sekali lagi Terimakasih.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ^^
YOU ARE READING
Andromeida
Teen FictionSelama aku masih hidup, aku akan terus berusaha membuat kedua sudut bibir cherry itu terangkat. jadi, jangan mencoba untuk menutup diri dan menyuruh ku untuk berhenti. Sungguh, aku tak akan sanggup melakukanya. Karena semakin kau mencoba menjauh...
