Kabar cuaca hari ini diperkirakan akan turun salju, tapi yuki masih saja bergelut di meja belajarnya. Tahun ini ia harus berusaha mendapatkan beasiswa satu-satunya dari jutaan pendaftar untuk masuk sekolah nomor satu di korea dan nomor tiga di dunia itu.
'Rivaille senior high school' itulah namanya. Seperti namanya, sekolah bergengsi ini milik 'KR corp.' Yang disingkat dari 'Kingdom Rivaille'. Dilihat dari namanya saja semua orng tau jika perusahaan ternama itu milik keluarga Rivaille.
"Istirahatlah yuki, lo pasti bisa" ujar sasha, teman sekamar Yuki
"Sebentar"
"Tapi-"
"Please" ujar Yuki melanjutkan belajarnya, saat akan menulis kembali Yuki berhenti dan menatap jendela. Sasha menatapnya bingung, "gue keluar bentar" kata Yuki beranjak dari mejanya, mengambil jaket serta syal putih kesayangannya lalu pergi meninggalkan sasha menatapnya bingung.
Udara semakin dingin malam ini, Yuki menatap pemandangan kota di sebelah kirinya sepanjang perjalanannya dan...
'Brukkk'
Yuki tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria. ia berdiri mengibaskan bajunya yang kotor lalu menatap kesal si pria yang memakai kacamata hitam serta masker itu, "malam gelap gini pake kacamata. Tch" kata Yuki singkat.
Pandangannya beralih ke arah sepatu kets pria itu. Tanpa ada kata yang keluar, Yuki berjongkok dan mendongakkan wajahnya sekali lagi menatap si pria lalu menggelengkan kepalanya.
Kening pria itu berkerut menandakan ia bingung, tak lama kemudian Yuki menjulurkan tangannya menuju sepatu si pria. Yuki mengikatkan tali sepatu si pria yang ternyata terlepas. Setelah selesai Yuki menghembuskan nafasnya, berdiri lalu memperbaiki syalnya kembali hingga menutupi sebagian wajahnya dan mulai melangkah.
tetapi langkahnya terhenti, Tiba-tiba salju pun turun menghiasi keheningan antara si pria dan Yuki. Mereka terdiam cukup lama menatap langit malam itu dan salju menggantikan bintang-bintang yang tak terlihat malam ini.
------------------------------------
Semua orang telah berkumpul di aula, hari ini hari pertama penyambutan murid baru di Rivaille high school. Seorang pria tampan yang menjabat sebagai ketua osis berjalan ke arah podium untuk memberikan sambutan.
Semua wanita yang ada di aula itu sibuk ber'kyaaa' ria Hingga kata pertama di keluarkan dari bibir sang ketua osis, Oz Rivaille.
Yuki mendengarkan dengan seksama, ia kini telah resmi menjadi murid Rivaille senior high school.
"Hai...gue Nixal" seorang pria tampan yang duduk di sampingnya memperkenalkan dirinya disela-sela penyambutan sang ketua osis.
"Yuki" jawab Yuki dengan senyum selebar mungkin. Ia tak ingin punya image buruk hanya karena ia murid beasiswa. Ia kini yang tengah menyamar sebagai pria, ia harus bisa mengontrol sisi wanitanya. Sebenarnya ia risih jika dekat dengan seorang pria, tapi mau tidak mau harus seperti itu.
"Lo cantik banget, kaya cewe yang lagi nyamar jadi cowo" lanjut Nixal memecah keheningan diantara mereka
"Ah...masa....hehehehehe". Yuki tertawa paksa hanya itu yang mampu diucapkan. Memang ia tak bisa menyembunyikan wajah cantiknya. Hanya berbekal kaca mata dan sedikit di poles tahi lalat palsu tidak membuat wajahnya jelek. "Mampus gue...please ini baru hari pertama" batin Yuki.
Jangan bertanya bagaimana cara ia menyembunyikan dadanya, karena semua sudah diurus oleh sasha yang notabenenya seorang fashion designer sekaligus make up artist. Alhasil, Yuki terlihat sedikit gemuk di bagian perut agar terlihat rata dengan dadanya.
Setelah penyambutan di aula, para murid baru mulai menuju gedung B untuk melihat kelas masing-masing. Yuki dan Nixal melihat-lihat papan pengumuman di depan berbagai kelas untuk melihat nama mereka. Tidak butuh waktu lama, Ia menemukan namanya. Kelas X-1A
Yuki berada di kelas yang sama dengan teman barunya Nixal, kelas X-1A. Kelas khusus yang hanya diisi oleh murid dengan peringkat pertama di SMP sebelumnya.
Ketika Yuki dan Nixal mulai memasuki kelas, semua mata tertuju pada mereka. Nixal yang memang tampan serta Yuki yang terlihat sebagai pria cantik mampu membuat seorang wanita seketika merona dan teriak histeris. Lizza namanya, cewek fujoshi gila yang terlihat seperti akan melahap mereka berdua.
Yuki dan Nixal Yang ditatap malah bingung dan melanjutkan langkahnya.
"Gue ga nyangka kita satu kelas" ujar Nixal pada Yuki yang sibuk mencari tempat duduk. Yuki hanya tersenyum lalu duduk di samping seorang wanita di baris depan.
"Kita kan duduknya dipisah Yuki, laki-laki disebelah sini" Nixal mengingatkan Yuki sambil menunjuk barisan laki-laki.
Lagi-lagi Yuki belum terbiasa dengan penyamaranya.
Kelas pertama akan segera dimulai, semua kembali ketempat masing-masing ketika seorang guru masuk. "Saya sebastian, wali kelas kalian" katanya singkat, padat, dan jelas. Semua orang diminta memperkenalkan diri satu persatu.
Kelas pun dimulai....
------------------------------------------
Bel istirahat pun akhirnya berbunyi. Ketika sang guru lenyap dari pintu kelas, seketika kelas menjadi sangat rame layaknya pasar, banyak dari mereka yang sudah lama berkenalan karena dari SMP yang sama 'Rivaille Junior High School' .
Hari ini tidak langsung dimulai dengan pelajaran, para murid mulai berkenalan. Tak sedikit yang mengerubungi Yuki dan Nixal meminta berkenalan hingga seorang wanita tiba-tiba menarik lengan Nixal dan Yuki hingga keduanya berdiri lalu cewek itu menyeret mereka keluar dari kerubunan lalat-lalat "kantin yuk" hanya kata itu yang keluar dari bibir sang cewek fujo itu." Hah?", hanya itu respon Nixal dan Yuki.
"Mau pesen apa?" Tanya Si cewek. menyadari tatapan bingung dari Nixal serta wajah datar Yuki akhirnya si cewek memperkenalkan dirinya dengan nama Lizza, dibalas dengan kata 'o' oleh Nixal serta sebuah senyuman dari Yuki yang menurut Nixal itu sangat manis."mulai sekarang kita berteman" kata Lizza dengan senyum lima jari yang lagi-lagi di respon "hah?" oleh Nixal yang menurutnya Lizza termasuk cewek gila yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Tapi lain halnya dengan Yuki yang membalas Lizza dengan senyuman manisnya serta anggukan oleh Yuki, karena Yuki merasa ini kesempatan mendapatkan teman cewek walaupun si cewek tidak tau bahwa Ia sorang wanita.
Nixal hanya menggeleng heran dan menatap intens senyuman Yuki yang belum juga luntur. Lizza yang melihatnya membuat ia kembali ber'kyaaa' mendapat live action yang hanya di dapatnya di film-film hingga tak sengaja menubruk seorang cowok di belakangnya.
Lizza menoleh dan seketika ia membeku.
"sial". kata Lizza refleks, ia terkejut bukan main, matanya membulat sempurna lalu ia menutup mulutnya serta merutuki dirinya yang asal ceplos itu.
'Mampus gue' batin Lizza
######################
Wwwuuuuaaaahhhhhhhh akhirnya bisa nulis cerita juga. Awalnya alurnya kurang jelas yah... Maafkan anna yang masih amatir....
Terima kasih udah mau mampir sebentar.. Maaf chap ini masih sangaaaatttttt pendek,
Bagi votement yah readers....
Tfr
YOU ARE READING
My boy, its my girl
RomanceYUKI CIEL Seorang gadis yang terpaksa menyamar sebagai seorang pria menggantikan kembarannya YUKA CIEL. OZ SEIAXA RIVAILLE Cowok paling sempurna dimata semua orang yang melihatnya. "Kau yang melahirkanku kan?" Yuki ...
