01-tetangga baru.

117 21 0
                                    

Mika Pov.

Aku melihat truk yang mengangkut banyak benda dan akan ditaruh dirumah kosong samping rumah ku ini.

"Mah! Itu siapa yang pindahan?" tanyaku saat melihat mamah berjalan kerah jendela. Ternyata ,dia juga ingin mengintip sepertiku.

"Kalo denger denger si, mereka keluarga almarhum bapak Panjaitan. Orang kampung sebelah Mik" jelasnya yang membuatku melotot seketika. "Almarhum? Sudah meninggal dong ma, Kasihan.." seketika Mamah langsung menoleh kearah ku. Apa apa? Apa aku salah bicara?

"Makannya, bersyukur masih punya ayah. Kesian kan mereka? Jangan ngelawan makannya sama ayah.. Bla bla bla blan blaaaa" Hhhh kena ceramah pagi lagi.
"Iya iyaa... Udah ah, aku mau tidur lagi" kataku seraya berjalan kearah kamar.

"Mika!!" aku menoleh kearah belakang sambil memperlihatkan cengiran khas ku.

"Ngepel!" Ucap mamah dengan sebelah tangan yang ia taruh dipinggang dan mengacungkan jari kerahku. Haduhhh alamat beres beres rumah lagi ini mah.

*****************

"Assalamu'alaykum" aku yang sedari tadi menatap kerah tv langsung menoleh kepintu utama rumah.

"Bukain gih Mik" seru kak Salsa, kakak perempuan ku.

"Ogah ah, lo aja sana" jawab ku sambil melanjutkan mengunyah kripik singkong.

"Bletak"

Aku menatap makhluk menyebalkan yang barusan menggetok kepalaku dengan remot tv.

"Apa si lo Nyuruh-nyuruh mulu! Emang gue pembantu apa?!" sahut ku sewot sambil mengusap kasar kepalaku.

"Apa lo? Mau ngelawan sama gue? Yaudah liat aja, voucher yang pengin gue kasih kemarin nggak bakal gue kasih ke lo! Liat!!" Dasar tukang anceman!!

Aku langsung menuruh toples yang berisikan camilan dengan kasar kemeja lalu berjalan kearah pintu sambil menghentak-hentakkan kaki ku.

Gini deh resiko jadi seorang adik, disuruh... Disuruhh dan disuruh. Dengan wajah yang masih ditekuk akupun membuka pintu.

E- ehh?

Demi neptunus!! Mereka yang datang adalah tetangga baru itu! Dan- coba lihat, apaan nih! A- ada cogann!!!

"Mmm.. Dek?" lamunan ku buyar seketika saat perempuan paruh baya melambai-lambaikan tangannya didepan wajah ku.

Duuh.. Gak fokus nih gara-gara bang ganteng. "Wa'alaykumsalam, masuk tante.." dengan canggung aku menyuruh mereka masuk.

Omong-omong mereka ini ada tiga orang, si ibu, si abang cogan, dan anak perempuan yang sepertinya lebih muda satu-dua tahunan dari ku.

Ekhem.. Ini cowok ganteng, tapi kalau dilihat-lihat.. Kayaknya udah berumur 26 tahun, mana mau dia sama aku yang model papan penggilesan kayak gini!!

"Eh, nggak usah repot-repot nak. Kami cuma mau berkenalan dengan tetangga baru kami, ohiya ini ibu punya sedikit makanan buat kamu, diterima ya" jelasnya sambil memberikan sebuah bungkusan.

"Wah, makasih ya tante. Kalau gitu saya panggilin mamah sama yang lain dulu. Tante sama yang lain duduk dulu aja, saya sebentar kok" jelasku dan langsung berlari kearah dalam.

"Mah!! Mamah! Ada tamu tuh! Tetangga baru yang tadi mah! Eh kak ada tamu tuh diluar, cepetan kluar" mamah datang dari arah dapur dengan celemek yang masih melekat ditubuhnya.

"Nggak ah, lo aja sana" ucap kak Salsa tanpa menatap ku karna masih memusatkan pandangannya kearah tv. Sialan nih orang, belum tau aja kalau tamunya ada cogannya.

"Ayuk cepetan keluar. Salsa! Ayuk keluar, cepetan!" tanpa dikomando kakak perempuanku langsung berdiri dan berjalan membuntuti induknya dari belakang. Begitulah, Mamah memang paling ditakuti seantero rumah ini.

Aku menaruh bungkusan yang diberikan tante tadi keatas meja makan.

Saat keluar bisa kudengar suara bising sebuah tawaan ibu-ibu yang saling menyahuti. "Hahahhaa jeng ini bisa aja, kenalin nih. Yang laki-laki ini anak tertua, namanya Alex" si abang cogan tebar senyuman sopan kearah kami. Duhh.. abang~

"Nah yang perempuan ini anak bontot, namanya Michael, salim nak" si Michael langsung menyalimi tangan Mamah, kak Salsa dan yang terakhir aku.

"Sebenarnya masih ada satu lagi diatas lebih tua dari Michael, tapi sedang pergi keluar" ibu itu tersenyum masam, loh? Kayaknya ada yang kurang benar deh dari senyumannya itu.

"Wah.. Senangnya punya tetangga baru, semoga kalian nyaman ya jeng tinggal disini" sahut Mamah sambil tersenyum.

"Yasudah, kami pamit dulu ya jeng, Salsa dan..."

"Mika tante" sambung ku sambil tersenyum. "Iya, nak Mika. Kami pamit ya, Asalammu- "

Brummm

"Nah, itu dia. Ardhan! Sini nak!!" bisa kulihat seorang laki-laki sedang membuka helm lalu turun dari motornya dan berjalan perlahan memasuki rumah tetangga baru itu, sambil mengamati layar handphone.

"Ardhan!! Sini sebentar nak. Ardhan!! Ardhann!!" apa dia tuli ya? Pekarangan rumahnya cukup gelap, sehingga aku tidak bisa melihat jelas wajahnya. Yang jelas, dia laki-laki.

"Ardhan!!" suara bas milik mas Alex bersua. Penuh perintah, tegas, dingin dan.. Errr.. Sepertinya agak kesal? 

"Bac*t!!" aku terperangah saat mendengar jawab laki-laki yang bernama "Ardhan" itu.

"Buang-buang waktu lo semua! Sampah!!" lanjutnya.

Loh? Kok takut ya?

Hola!! Gimana sama chapter pertama ini? Semoga kalian suka ya:D Need Vote And Comment kalian semua ya guys:*

Maaf kalo ceritanya ngelantur:(
See yaa!

MikardhanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang