Indonesia
Jakarta, 07.30 am
Gadis berusia 18 tahun itu berjongkok di depan jendela kamarnya, menjernihkan penglihatannya hanya untuk melihat kejadian yang dimananya ibunya selalu bertengkar dengan ayahnya. Melihat kejadian seperti ini setiap pagi membuat hatinya semakin teriris, dimana dulu ayahnya memperlakukan ibunya penuh cinta dan kasih sayang sekarang berubah menjadi kasar dan sering kali memukuli ibu. Entah karena alasan apa sehingga membuat sosok ayahnya yang dulu sangat jauh berbeda. Memang dulu kehidupan keluarganya sangat harmonis dan serba bekecukupan. namun sebuah malapetaka menjungkir balikan semua keadaan dimana ayahnya yang dulu sangat kaya raya sekarang hanya hanyalah orang pengangguran karena perusahaannya bangkrut. Karna saat itu ayahku mulai berubah dia tidak mempunyai semangat hidup lagi. Mungkin karena kejadian itu juga yang membuatnya kerap menyiksa ibu ku.
Plakkkk
Suara tamparan begitu nyaring di telinga gadis itu. Dia sudah tidak bisa berdiam diri lebih lama lagi. Ayahnya benar-benar sudah tidak waras sekarang. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan ibunya yaitu membawanya pergi dari rumah terkutuk ini sejauh mungkin.
" berhentilah ayah !! Aku tidak bisa melihat kau melukai ibuku lebih dalam lagi " ucap gadis itu sambil sidikit berlari mengampiri ibunya.
Ayahnya hanya tersenyum miring sambil melihat anaknya yang tengah membantu istrinya yang tidak berguna itu.
" ikutlah dengan ayah, jangan dengan ibumu yang tidak berguna itu anggy !!" bentaknya
Seketika darah anggy mulai mendidih saat ibunya di hina seperti itu. Apapun kesalahan ibunya anggy tetap menyayanginya lebih dari apapun. Bahkan anggy membenci ayahnya saat ini juga.
" kenapa ayah berubah seperti ini !! Kenapa yah? Bisakah ayah kembali seperti dulu dan menjadi suami yang baik buat ibu. Apakah di dalam hatimu kami ini adalah penyakit yang harus di singkirkan ayah? Aku sangat menyayangimu tapi saat aku melihat ibu kau siksa seperti ini rasa sayangku padamu seakan luntur" teriak anggy kepada ayahnya tidak lupa juga air bening terus meleleh keluar dari sudut matanya yang cantik, bahkan semakin deras saja air matanya saat ayahnya seakan menatap mereka seperti sampah.
" untuk apa aku berubah seperti dulu jika aku tidak mempunyai kekayaan seperti dulu lagi hah !! Untuk apa?? Kalian hanya membuat ku susah saja. Pergila kalian berdua kalau perlu matilah saja dengan begitu hidupku akan lebih tenang " ucap ayahnya santai sambil menghisap cerutunya
" kau!!!!" anggy mengacungkan telunjuknya ke depan wajah ayahnya, tanpa menghiraukan sopan santun sama sekali walaupun dia ayah kandungnya tapi ayahnya saat ini benar-benar sangat keterlaluan dan tidak bisa di biarkan begitu saja. Ibunya saja saat ini sudah sangat pasrah dengan apa yang menimpanya. Sosok ayu wajah ibunya menjadi sangat pucat ketika mendengar ucapan ayahnya barusan.
"su.... Sudah anggy dengarkan ayahmu nakk ikutlah dengan nya ibu tidak apa-apa kalau kau tinggal" ucapnya lirih.
" tidak bisa ibu, sampai mati pun aku tidak akan ikut dengan pria brengsek sepertinya " teriak ku keras ke wajah ayahku.
Sontak ayahnya terkejut mendengar kata-kata kasar yang keluar dari milut anggy. Giginya gemelatuk menahan amarahnya yang kian memuncak.
"berani-berani nya kau !! Dasar anak tidak tau di untung, cepat keluar dari rumah ku sekarang juga !!"
"tanpa kau suruh pun aku akan tetap meninggalkan rumah terkutukmu ini ayah, dan jangan pernah menyesal karena ayah mengusir kami saat ini. Terima kasih ayah karena kau pernah manjadi ayah yang baik di masa lalu dan pernah menjadi ayah yang hebat" lirih anggy dengan tatapan terlukanya.
Ayahnya bahkan tidak sudi melihat wajah anak dan istrinya. Hati laki-laki itu sudah menjadi sekeras batu untuk menghancurkan nya saja butuh waktu yang sangat lama.
Di dekapnya tubuh ibunya kepelukannya, anggy tidak berhenti mencium mata ibunya berkali-kali untuk menenangkanya. Hati ibunya sudah sangat rapuh untuk bertahan rasanya sangat sulit, maka dari itu anggy harus menjadi penyemangat hidup ibunya saat ini. Dan anggy berjanji akan membahagiakan satu-satunya orang yang ia miliki saat ini.
" ibu jangan rapuh di dapan pria brengsek itu, walaupun ibu tetap mencintainya terkadang kita harus merasakan pahitnya ketika pengorbanan kita sia-sia ibu. Mari kita bergegas pergi dari sini bu, anggy berjanji akan terus menjaga ibu" ucap anggy sambil membantu ibunya berdiri dan menuntunnya ke kamar untuk membereskan beberapa barang untuk di bawa pergi.
Ayahnya sudah hilang entah kemana saat mengucapkan kata-kata keramat tadi, benar-benar di luar dugaan ayahnya menginginkan mereka segera lenyap di hadapnya.
Lagi-lagi anggy menggosok matanya dengan kasar, untuk saat ini dia ingin terlihat kuat di depan ibunya. Karena dia satu-satunya menyokong hidup untuk ibunya. Sungguh miris sekali kehidupanya sekarang ketimbang dulu yang bahagia bergemilang harta. Tuhan memang benar tidak selamanya umat-umatnya berada di posisi teratas terkadang tuhan menginginkan umatnya berada di posisi terbawah dimana tuhan menguji kesabaran setiap umatnya. Maka dari itu anggy tidak akan menyerah begitu saja. Biarakan takdir membawa mereka berdua ke masa yang lebih indah tanpa sosok ayah di kehidupan mereka.
Anggy dan ibunya membereskan beberapa pakaian dan barang-barangnya yang berharga. Untung anggy masih memiliki beberapa perhiasan untuk ia jual dan membeli sebuah apartement kecil nantinya. Perhiasan peninggalan nenek satu-satunya harus anggy lepas begitu saja, sebenarnya anggy sayang terhadap pemberian neneknya itu namun, kondisi mereka saat ini sedang di ujung tanduk dan membutuhkan beberapa bangunan untuk bertahan hidup. Demi ibunya anggy rela melakukan apa saja yang penting halal.
" ibu mari kita harus berbegas keluar sebelum ayah kembali " ujar anggy kepada ibunya sambil menyeret koper dengan ukuran yang lumayan besar itu. Ibunya hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada anggy, mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja saat ini. Ibunya merasa sangat khwatir dengan nasib anak satu-satunya yang ia miliki. Di dalam hatinya semoga ia dan anggy bisa bertahan hidup ke depannya
Mereka bedua pun segera bergegas meninggalkan rumah milik ayahnya,satu-satunya rumah yang tidak di sita oleh bank. Anggy lalu menyetop taksi untuk mengantarkan ke sebuah apartement yang ia beli dari teman nya di kawasan bintaro. Anggy mengehela nafas kasarnya pasalnya hari ini ia telah melakukan pemborosan dengan menggunakan jasa taksi namun apa daya ia tidak ada pilihan lagi.
Setelah 30 menit lamanya anggy dan ibunya menyusuri kota jakarta bagian selatan akhirnya mereka sampai ke apartement yang baru anggy beli. Memang tidak besar dan terlihat sangat kecil. Namun itu lebih dari cukup untuk anggy tempati dengan ibunya.
Sebelum anggy membuka apartementnya. Anggy merampalkan matra khusus penenang hatinya seperti biasanya.
1
2
3
"mulai saat ini tanpa ayah,tanpa kemewahan, semoga takdir membawaku di kebahagiaan kelak amin"
Anggy membuka pintu apartementnya dan di ekori oleh ibunya di belakang. Di dalam sana hanya ada dua kamar,satu dapur,dan satu ruangan tamu. Lumayan cukup untuk mereka tempati saat ini
" ibu aku rasa tempat ini akan menjadi rumah baru kita. Anggy berjanji bahwa anggy akan bekerja keras untuk menghidupi ibu mulai besok " anggy menatap sosok wajah ayu ibunya.
" ibu bersyukur memiliki kamu sayang, terima kasih hanya kamu yang ibu miliki sekarang. " ibunya mengecup dahi anggy penuh sayang.
Anggy benar-benar menyayangi wanita di hadapannya ini.
" from now on i will be happy mom"
YOU ARE READING
mr. arrogant
RomanceSeorang gadis yang awalnya kaya raya dam mempunyai kebiasaan anehnya yang selalu cegukan ketika berpapasan dengan lelaki tampan ini mengalami kesialan dalam hidupnya. Selain ia jatuh miskin karena ayahnya bangkrut dan kehidupannya yang selalu terti...
