One

68 8 2
                                        

Senja..

Bagi Rana, itu bukan keindahan. Rana memang tak menyukai senja, entah apa alasannya. Bagi teman temannya mungkin senja adalah keindahan tersendiri.

"Bunda, ayah, Rana berangkat dulu ya. Assalamualaikum." pamit Rana pada kedua orang tuanya.

"Waalaikumssalam. Hati hati ya sayang." pesan Bunda Rana.

***

Sesampainya di sekolah, Rana langsung menuju kelasnya di lantai 2. Sembari menunggu temannya, ia lebih suka surfing menggunakan wifi dari fasilitas sekolah. Kelas sudah mulai ramai tapi teman dekatnya belum juga datang. Jarum panjang pada jam sudah berada ditengah angka 6 dan angka 7, sedangkan jarum pendek sudah menunjuk angka 8.

"Riris mana sih lama banget datengnya, biasanya juga jam setengah tuju udah di kelas. Lah ini belum dateng juga. Mana sih ni bocah, masa iya duduk sendiri." gerutu Rana.

"Nath, tau Riris ga?" tanya Rana pada salah satu temannya yang bernama Jonathan

"Kita ga berangkat bareng, mungkin dia naik bis yang agak siang." Sahut Jonathan

"Yaudah nath. Makasih ya." "Urwell"
Rana sudah pasrah kalau duduk sendiri, walaupun mata pelajaran hari ini memang bisa hadir dalam black listnya. Selang lima menit kemudian, Riris datang dengan nafas terengah - engah.

"Ga kebiasaan lo dateng siang Ris. Kenapa sih? Gatau apa kalo gua nungguin lo dateng daritadi ih. Ga pengertian dasar. Minum dulu nih" ujar Rana dengan raut muka kesal sambil memberikan minuman yang selalu ia bawa dari rumah.

Berbeda dengan Riris yang hanya diam sambil mengatur nafasnya yang masoh terengah - engah lalu mengambil minuman yang disodorkan teman dekatnya.

"...tadi....gua... ketinggalan....bis....pagi." jawab Riris masih mengontrol nafasnya.

"Tenangin diri lo dulu deh, ngomong gitu aja butuh 2 menit." Kekhawatiran dan raut kesal Rana pun keluar saat Riris sudah seperti ini karena Riris punya penyakit asma yang setiap saat bisa kambuh.

Kekhawatiran Rana tersebut hanya dibalas dengusan dan tatapan tajam dari Riris. Setelah 3 menit mengatur nafasnya yang terngah - engah, Riris malah memarahi Rana.

"Tau temennya kaya gini malah dimarahin mulu sih. Kan tadi gua udah bilang KETINGGALAN BIS PAGI kurang jelas apa coba." "Ya lo sendiri juga bego. Tau punya asma malah lari lari, gimana gua ga marah coba. Mana lo datengnya siang amat, kalo gua duduk sendiri gimana? Ga kasian lo sama gua? Mana mata pelajaran hari ini killer semua lagi."

Bagi Riris, apabila Rana sudah marah marah dan cerewet seperti ini lebih baik dia diam dan mendengarkan daripada menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan Rana.

Karena baginya, Rana adalah teman yang paling mengerti dirinya, Rana begitu mengkhawatirkan dirinya terlebih saat dirinya mengalami kambuh asma, Ranalah yang paling khawatir diantara temannya yang lain.

"Iya iya Ran, besok gua dateng kaya biasanya ga kaya gini lagi deh. Biasa aja dong lo, gitu aja marah marah terus sama gua. Gua baru dateng elah. Marah - marahnya ditunda dulu napa."

"Bener ya besok lo ga dateng siang? Kalo lo lari lari asma lo kumat dijalan gimana? Trus kalo ga ada yang nolongin gimana? Tau sendiri kan orang di Indonesia kaya gimana?"
"Iya elah. Ini lo yang diem apa gua yang diemin lo 3 hari ke depan?"

Bagi Rana, Riris adalah teman dekat yang sangat disyukuri karena hanya Riris yang sabar dan tau maksud dari marah - marah Rana. Riris yang sangat memahami Rana pada setiap tingkah dan perkataannya. Riris yang sangat mengerti Rana saat kondisi apapun. Ririslah yang akan sangat marah saat Maag Rana kambuh.

Mereka berdua saling melengkapi satu sama lain. Ranalah yang sering membawa obat Riris ke sekolah untuk berjaga - jaga apabila Riris tidak membawa. Riris juga sering membawa obat Rana karena Rana adalah anak yang susah untuk makan dan sering kambuh. Mereka sering berkelahi dalam hal kecil namun hal tersebut bukan apa apa bagi mereka karena setelah berkelahi mereka akan kembali seperti saat hal kecil tersebut tidak ada.

"Iyadeh gua diem" jawab Rana pada akhirnya.

Obrolan mereka terpaksa berhenti karena bunyi bel sekolah.

➖➖➖➖

Haloo readers
Ini cerita pertama aku yaa setelah sekian lama punya account Wattpad:v
Maafkan apabila banyak typo bertebaran dan kesalahan lain😊
Jangan lupa Vote and Comment

Salam
Adita❤

SenjaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora