Suatu hari disekolah menjelang ujian akhir. Viny seorang siswi yang cantik sangat suka kepada teman sekelasnya yang sangat pintar bernama Dhanie, mereka saling suka satu sama lain namun status mereka masih hanya sebatas teman. Viny yang terbilang agak pemalas selalu mendapat nilai jauh dibawah Dhanie.
Di sekolah hari itu Dhanie yang sedang asik duduk dikelas sambil membaca komik pun di hampiri oleh Viny.
.
.
.
.
Viny : "Hei pagi.." sapa Viny.
Dhanie : "Pagi juga"
Viny : Nanti sore kita jalan yuk ke bukit belakang kota, aku ingin kesana lagi.
Dhanie : Kamu kan harus belajar, sebentar lagi ujian dimulai...
Viny : Kan bisa nanti malam belajarnya, bilang ajah gak mau jalan sama aku.
Dhanie : Bukannya begitu, aku janji kan sama kamu, Kalau kamu lulus dengan nilai lebih tinggi dari aku, aku akan mengajak kamu ke sana lagi di hari kelulusan kita.. bagaimana ?
Viny : oke.. satu lagi, kamu harus jadi pacar aku di hari itu..
Dhanie : iya.. siap tuan putri..
.
.
.
Setelah beberapa seusai pulang sekolah Viny mencoba belajar sendiri di pusat perpustakaan kota. Dia mencoba belajar sendiri tapi tetap saja tidak mengerti apa yang dia pelajari, padahal ujian nya 3 hari lagi di mulai.. Viny mulai pusing memikirkan hal itu, tiba tiba disaat dia mulai murung ada seorang laki laki yang ingin pulang dari sana sedikit agak iba melihat Viny. Laki laki itu pun duduk dan mulai menghampiri Viny.
.
.
.
"Haiii..." Sapa laki laki itu.
"Viny hanya menoleh dan melihat ke arah laki laki itu, tanpa membalas sapaannya.
"Kamu sedang apa ?" Tanya laki laki itu.
"Viny pun masih terdiam saja"
"Hmm... apa kamu merasa terganggu kalau aku duduk disebelah mu? Kalau iya aku pergi...
"Tidak, kalau mau duduk yah duduk ajah..." Sahut Viny dengan nada judes.
"Eh.. bisa ngomong juga ternyata hehe, kamu cantik yah.. hehe..
"Makasih.." jawab Viny.
"Tapi jadi kurang cantik kalau murung begitu, senyum dong. kamu kenapa terlihat murung begitu ?? Aku aneh yah ??
"Tidak ada apa apa, sudah jangan hiraukan aku."
"Cerita ajah ada apa ? anggap saja aku ini teman lama, karena mungkin saja kita tidak akan bertemu lagi"
"Hmm.. Aku tidak bisa mengikuti pelajaran disekolah, semuanya sangat sulit untuk aku pelajari. Rasanya ingin berhenti sekolah saja. Sebentar lagi ujian kelulusan, tapi aku belum mengerti apa apa." Cerita Viny kepada laki laki itu.
"Mau aku bantu ???"
"Aku tidak butuh bantuanmu, yang penting nanti aku lulus" Viny sok jual mahal.
"Padahal ini untuk kebaikanmu. Jika kamu ingin mendapatkan nilai yang lebih bagus kamu harus belajar lebih giat belajar jangan yang penting asal lulus.. kalau kamu tidak mau yaudah aku pergi dulu .."
"Hmm. Tunggu, emangnya kamu bisa ??" Tanya Viny..
"Kenapa enggak ? Cepat beritahu aku yang mana yang kamu tidak mengerti.."
"Semua nya..." Jawab Viny..
"Hha? Serius ?"
"Iya, aku serius.."
"Hmm.. yasudah sini aku bantu..
.
.
.
Laki laki itu pun membantu Viny belajar tapi laki laki itu seperti gelisah, disaat mengajari Viny sering kali dia melihat ke arah jarum jam yang tidak mau menunggu.
.
.
"huft.. akhirnya selesai juga, ini catatannya sudah aku bantu lebih lengkap.. dan yang ini juga sudah aku catat cara mengerjakannya.. aku pergi dulu yah aku buru buru"
"Tapi diluar sedang turun hujan, apa kamu bawa payung atau jas hujan?" Tanya Viny.
"Tidak.. tapi ibu ku pasti sudah menunggu ku"
"Oh.. nih aku pinjamkan jas hujan ku untukmu, yahh emang warna nya warna pink dengan motif bunga bunga sih. Tapi kalo kamu mau pakai yah silahkan. ohiya nama kamu siapa ?" Tanya Viny.
"Hmm.. yasudah sini mana jas hujan mu. Terimakasih. tapi Maaf.. aku tidak ingin berkenalan"
"Iya sama sama, tapi kenapa begitu ? Heran Viny.
"Kalau kita saling berkenalan lalu tidak lagi bertemu itu hanya akan menyisakan sebuah kenangan, Karena pertemuan pertama akan menimbulkan rasa penasaran dan pertemuan selanjutnya akan menyebabkan rindu. Dan aku tidak mau merindu. Sampai jumpa..."
"Maksudnya ?" Tanya Viny..
"Biar takdir yang mempertemukan kita lagi. walaupun nanti kamu tidak ingat aku, setidaknya aku ingat wajah cantik kamu" laki laki itu bicara sambil berlari pergi..
.
.
.
Akhirnya hari pengumuman kelulusan pun tiba.. Viny dengan semangat mencari nama nya di mading dari yang terendah namun nama nya tidak ada, dia kemudian mencari namanya Dhanie yang berada di urutan 10 besar. Viny pun kecewa merasa semua nya yang telah dia pelajari sia sia, Viny pun menelepon Dhanie.
.
.
.
"Halo.. kamu dimana ?"
"Aku masih dirumah, ada apa ???" jawab Dhanie.
"Cepat kesini.. aku tunggu!!"
.
.
Tidak lama kemudian Dhanie pun datang dengan membawa bunga, cokelat dan foto Jessica Veranda (artis idola Viny) Untuk Viny. Dia datang dari belakang Viny...
.
.
"Ehem.. ehemm.. Selamat yah tuan putri..." Bicara Dhanie.
"Hha ?" Viny kaget..
"Mulai hari ini kamu resmi menjadi pacar ku, ini hadiah untuk kamu" sambil memberikan bawaan yang dia bawa tadi.
"Viny lalu menangis.. dan memeluk Dhanie"
Nama aku tidak di 10 besar.. bagaimana bisa kamu menepati janjimu..
"Jelas saja nama kamu tidak ada di sana, nama kamu tertera di Mading yang ada di lapangan.. kamu masuk peringkat 3 tahun ini.. hebat sekali tuan putri ku ini." Puji Dhanie ..
"Hha ?? Kalau saja nama ku tidak berada di atas nama mu apa kamu tetap mencintai ku ?" Tanya Viny..
"Iya.. aku tak peduli nama kamu berada dimana, yang penting aku tahu kamu sungguh sungguh ingin berjuang."
"So sweeeeett... "
"Kok geli yah. Hahaha" Dhanie berkata sambil celingak-celinguk
"Nanti sore kamu harus temenin aku ke bukit itu yah .." ajak Viny.
"Siap tuan putri.. nanti ketemuan di cafe seberang sana yah setelah kamu pulang dari rumah sakit, tadinya aku mau langsung ajak kamu berangkat. Tapi ini kan hari Jumat kamu harus pergi untuk mengecek kesehatanmu bukan.. Aku pergi ke teman teman ku dulu yah" Dhanie pun pergi begitu saja..
.
.
.
Seperti biasa Viny datang sejam atau 2 jam sebelum kencan.. setelah tidak lama dia datang hujan yang sangat deras pun mengguyur kota itu. 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam akhirnya hujan pun reda. 5 jam dan ... bahkan sampai cafe itu pun tutup dengan terpaksa dia harus meninggalkan cafe itu.
"Menyebalkan, mengapa dia tiba tiba tidak ada kabar ?? Kenapa dia tidak datang ?? kenapa dia membohongi ku?? Tidak seperti biasanya Dhanie begini.. apa yang sebenarnya terjadi ??" Timbul banyak tanya dan rasa kesal kepada Viny.
"Lihat saja besok di acara kelulusan, aku akan ngambek kepadanya sampai dia benar benar meminta maaf"
.
.
.
Di acara hari kelulusan ternyata Dhanie juga tidak datang dan ternyata Kepala sekolah pun mengumumkan bahwa Dhanie telah pindah dengan alasan pekerjaan ayahnya.. "Viny pun kaget akan hal itu"
BERSAMBUNG....
YOU ARE READING
De Javu
Short StoryTuhan tak pernah buat kebetulan sebagai alasan.. pertemuan pertama dengan kamu adalah alasan yang bisa ku percaya dan hanya ingatan pudar milikku saja... Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan tokoh atau cerita mohon di maafkan.. Semoga s...
