A

38 4 0
                                        

           

Pertemuan itu akan selalu ku kenang
menitnya bahkan detiknya masih ku ingat semua
cerita sedih, tawa dan bagaimana kita awalnya
~Album Kenangan~

Sepasang merpati diatap sekolah terlihat menyemaikan asmaranya, kicauan demi kicauannya bak saling beradu menjadikan irama yang indah. Tawa manis seorang gadis yang mengenakan seragam SMA tampak begitu ceria bersama dengan sahabatnya yang tepat duduk disampingnya. Mereka adalah Alun dan Gara.

Sejak tiga tahun lamanya persahabatan itu terjalin rasa sedih, tawa, kecewa dan bangga begitulah yang mereka nikmati dari pertama bertemu hingga saat ini. Meskipun begitu tak sekalipun mereka pernah mengungkapkan keinginan yang lebih dari persahabatannya, karena rasa takut kehilangan yang lebih besar daripada kegoisan mereka masing- masing. Dan keirian pasti ada di setiap mata yang melihat kebahagiaan mereka.

Flashback

MOS atau Masa Orientasi Siswa adalah masa yang mempertemukan Gara dan Alun, tepatnya dihari terakhir saat itu Lapangan upacara SMA Bina Bangsa hening dan  hanya suara gemuruh komandan yang terdengar lantang saat pelatihan PBB untuk siswa baru. Semua regu berbaris rapi dan tertib.

Seusai pelatihan PBB semua siswa mengikuti outbond yang dilaksanakan oleh panitia osis untuk kegiatan mos selanjutnya. Semua siswa baru mengenakan baju olahraga ada yang mengenakan pakaian olahraga SMP masing- masing adapula yang mengenakan pakaian olahraga bebas.

Semua siswa sudah mempunyai regu masing- masing. Masing- masing regu wajib mengumpulkan poin yang nanti digunakan untuk menguji kekompakan. Karena diakhir acara nanti akan nada pengumuman jumlah poin setiap regu, bagi regu yang mendapatkan poin terbanyak akan diberi hadiah sednagkan regu yang mengumpulkan poin sedikit akan mendapatkan hukuman.

"Perhatian semua, sambil menunggu persiapan upacara penutupan MOS aku bakal pilih salah satu dari kalian buat baca surat cinta yang udah kalian buat tadi secara acak, buat nama yang aku sebutin tolong maju ke depan" ucap Rama salah satu panitia MOS

"Iya kak" jawab siswa baru

"Hem, disini ada yang namanya Aluna?" tanya Rama, hening seketika kemudian salah seorang siswi terlihat mengacungkan tangannya ragu

"Saya kak" ucap Alun gugup

"Maju dek kalo dipanggil" ucap salah seorang panitia ketus,

"Sebutin nama kamu hobby asal sekolah dan regu mana" Perintah Rama

"Nama saya Aluna Ryandi Widjaya, hobby saya nyanyi, asal sekolah SMP Pelita Negeri, saya dari regu Sumatra Selatan" ucap Alun memperkelankan dirinya

"Yeeeeeeee" sontak terdengar sorak dukungan dan tepuk tangan dari regu Sumatra Selatan kepada Alun

"kamu acak suratnya pilih salah satu terus bacain" perintah Rama sembari memberikan sebuah kotak berisi kumpulan surat cinta yang dibuat siswi baru

Hening seketika, Alun memilih salah satu surat mengambil dan membacanya,

"Ketika angin tak bertiup, duniaku ada yang hilang

Ketika ombak tak berkocak, duniaku sudah berubah

Ketika hujan tiada hentinya, duniaku segelap mendung yang ada

Benar aku ingin berlari, sekencang- kencangnya hingga aku lelah

Tapi apa semuanya kembali jika aku berlari?

Aku butuh kamu disini, mengubah segala rasaku

Kepergianmu kemarin akan ku anggap sebagai rindu

Terimalah aku, karena aku masih mencintaimu

~Gr~"

Semua yang mendengarkan Alun membaca surat itu seolah tertegun, itu bukan surat cinta namun sebuah puisi uangkapan rasa seseorang yang benar- benar merindukan sosok yang dicintainya, puisi itu tak bertuan tak ada nama penulis yang tertera disana hanya ada inisial bertuliskan huruf Gr diakhir surat itu.

Rama menanyakan siapakah inisial Gr dalam surat tersebut, namun tak ada siswa/i yang mengakuinya. Hal itu membuat Rama dan panitia lain penasaran dan melacak nama siswa/i yang cocok dengan inisial itu.

"Kan udah saya bilang dek, jangan diprivasi nama kalian, pokoknya nama yang saya sebutin maju ke depan siap- siap kalian dapat hukuman" ucap salah seorang panitia

Sebelum panitia memanggil nama- nama yang dicurigai, terlihat seseorang mengacungkan tangannya dari sekian ramai siswa. Seorang lelaki itu langsung maju ke depan.

"Nah gitu dong, jadi cowo tu harus gentle masa' udah berbuat gak bertanggung jawab, kasihan ni pacar lo udah bacain suratnya" ucap Rama membuat Alun terhentak kaget

"Puisi lu itu bagus sebenarnya, tapi lu gak gentle banget sih, sekarang lo minta maaf coba sama... siapa nama lu tadi dek?" sambung Rama mengajukan pertanyyannya kepada Alun

"Aluna kak" jawab Alun singkat

"Iya dah Aluna, nama lu?" tanya Rama pada Gara

"Gara" jawab Gara

"Yaudah gih minta maaf sono" perintah Rama

"Gue minta maaf" ucap Gara cuek

"Kak aku boleh minta sesuatu gak sama dia?" tanya Alun karena merasa bahwa Gara terlalu cuek dengannya

"Wah boleh dong" ucap Rama sambil tersenyum jail

"Aku mau dia minta maaf sambal nyanyi" ucap Alun jail

Hem, rasain lu emang enak (ucap Alun dalam hati dengan jailnya)

Ni cewe rese' banget ya (ucap Gara dalam hati kesal)

Akhirnya Gara menuruti permintaan Alun untuk minta maaf dengan bernyanyi, sontak suara riuh juga mendorongnya untuk bernyanyi adapula diantara mereka yang bersiul dan menyoraki Alun dan Gara yang tengah berdiri didepan keramaian siswa/i SMA Bina Bangsa.

Panitia memberikan gitar, kursi, mic dan standmic untuk Gara. Garapun menyanyikan sebuah lagu dari Rio Febrian yang berjudul 'maafkan' dengan segala kemampuannya. Alun ikut bernyanyi mengiringi Gara karena kebetulan iya tahu lagu yang dinyanyikan oleh Gara, sementara keheningan ruangan itu membuat semua siswa/i menikmatinya dengan sempurna dan mereka yang mengetahui lagu tersebut juga ikut bernyanyi bersama. Seusai bernyanyi pasangan Alun dan Gara justru mendapat banyak pujian dan tepuk tangan.

Be continue...

Gara & AlunStories to obsess over. Discover now