"Gue gabenci lo zla,gue cuma rubah sikap gue jadi diam aja supaya lo ga berantem terus sama Gybran.Sorry ya kalo gue udah ngomong yang bikin lo sakit hati.Gue belum bisa jadi sahabat lo dulu,maaf." Kata kata itu masih teringat jelas dipikiran Azla.Ia merasakan sakit direlung hatinya.Ia berkecamuk dengan pikirannya.
"kenapa?kenapa setiap gue mencoba mencintai seseorang selalu terhalang sama persahabatan?gue pun manusia dan gue mau dicinta". Tidak bisa dipungkiri lagi air matanya kini mengalir dengan deras dan membasahi pipinya.
"Gue sayang Gybran tapi gue gamau kehilangan sahabat gue...." lirihnya.
Azla menghapus dengan kasar air matanya,ia bangkit dari duduknya dan keluar kamar menuju lapangan.Ia benar benar ingin sendirian kali ini.Ia membutuhkan tempat yang sunyi untuk menenangi pikirannya dan mencoba mengendalikan segala emosi yang ada didalam dirinya.Sungguh,ia sangat membenci dirinya.
