Sejak awal Bleach milik Tite Kubo
Ini hanya imajinasi liar yang tertuang dalam tulisan
Adventure nd Romance(kemungkinan)
Slide Ichigo×Rukia
.
.
.
.
.
.
.
Mata beriris coklat itu menerawang ke depan, tidak ada rasa takut yang di dapatkan pada kedua bola mata itu. Sebuah senyuman yang mencemooh. Senyuman yang menertawakan ketidakberdayaanya dihadapan pengadilan militer.
Dirinya berharap, ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang menjadi bunga tidur disaat malam dengan hujan yang disertai badai.
Mata itu terpejam, menyadari ini bukanlah sebuah mimpi. Ini kenyataan, dia terjebak di dalam keganasan dunia. Menjerumuskan jiwanya di lubang yang paling dalam hingga tak ada lagi seberkas cahaya yang menyinari. Sedikit demi sedikit mata itu terbuka untuk mendapati sebuah realita. Dia menyakini dalam hatinya, tiada hari baik selain hari ini. Ketika pengadilan tertinggi itu sudah memutuskan tahapan kehidupanya. Untuk saat ini karirnya memang hancur tapi tidak untuk harga dirinya.
.
.
.
.
.
.
“ Selamat pagi, apa kau sudah mengetahui tentang kabar itu Kurosaki?”
Pria yang berada di kamar isolasi itu hanya acuh. Membaringakan tubuh di atas tempat tidur berukuran satu kali dua meter. Cahaya matahari sedikit meringsek masuk melalui lubang kecil tepat di depan tempat tidur dan kedua tanganya ditekuk sebagai bantalan kepala. Sudah beberapa bulan terakhir tidak ada yang berani mengusik pria bermarga Kurosaki ini. Hal ini sudah berlangsung selama dua bulan yang lalu, saat kepolisian militer membawa pemuda itu ke kamar isolasi. Ruangan sempit yang terkesan kotor dan kumuh. Sebuah ruangan khusus untuk para penjahat militer dengan kasus hukum berat.
“ Kau salah, tidak ada ucapan selamat pagi disini''
Suara itu terkesan berat dan serak, menandakan betapa keras penderitaanya. Yanke adalah salah satu sipir di tempat ini, dia sudah paham betul tentang keadaan pria bermarga Kurosaki ini, ibaratkan saja dia tengah mengusik seekor beruang yang sedang hibernasi.
“Bangunlah, hari ini kau akan di pindahkan, bersyukurlah mereka tidak menghabisimu di tempat ini“ Ungkap Yanke dengan nada teoritis.
Pintu ruangan itu sudah dibuka sejak lima menit yang lalu. Tidak ada reaksi yang diberikan hanya kesunyian yang menemani kedua orang tersebut. Benar kata orang bahwa seseorang akan kehilangan separuh hidupnya bila orang-orang yang berharga darinya diambil apalagi dengan cara yang bisa dibilang terlalu sadis, cara kotor dan tidak berperikemanusian.
Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Saat kunjungan pertama kali pria Kurosaki ke tempat ini. Bukan sebagai seorang tahanan, melainkan seorang yang dihormati dan memiliki wibawa tinggi. Seorang yang berjiwa patriot.
“Keluarlah setidaknya kau harus melihat wajah-wajah orang yang menjebloskanmu kemari”
Dengan kesabaran Yanke masih mencoba membujuk, walaupun wajah sangarnya sudah kehilangan kesabaran sejak beberapa menit yang lalu. Ada sedikit harapan dari pria yang sudah bekerja hampir dua puluh tahun di tempat penuh noda ini, bahwa pemuda itu terpengaruh dengan ucapanya.
“Kau benar, tak ada salahnya melihat wajah para sampah itu”
Pria bersurai jingga dengan bentuk tubuh atletis itu berdiri dari tempat tidurnya, berjalan dengan langkah pelan tapi pasti. Yanke dan pria Kurosaki itu berjalan keluar dari ruangan kelam itu. Dengan pandangan yang tidak bisa diartikan, terlalu tertutup tetapi tetap memberikan isyarat bahwa pria itu tangguh, tenang di antara badai yang telah meluluh lantakan kehidupannya.
YOU ARE READING
WARRIOR
FanfictionKetika dihadapkan antara dendam, cinta dan persahabatan. Apa yang akan dipilih seorang prajurit sejati? Ichigo Kurosaki, mantan prajurit elit rela pergi ke ujung terkelam dunia untuk mencari jawabanya.
