[P R O L O G]

51 13 8
                                        

-

Pria berparas tampan itu bersandar di sebuah tiang penyangga berwarna putih dengan sebatang rokok yang sudah hampir habis terselip di antara jemarinya. Rambutnya tak tertata, seragamnya di keluarkan, tas berwarna coklat miliknya pun bertengger manis di lengan sebelah kirinya. Mata nya menatap tajam jalanan yang basah tersiram hujan.

Bibirnya membentuk sebuah garis miring seraya membuang putung rokok dan menginjaknya. Perlahan tatapan pria itu menajam, tatapan mengintimidasi muncul disana, membuat setiap orang yang melihatnya enggan untuk menyapanya.

Laki laki itu berjalan santai menuju motor sport berwarna hitam miliknya yang terparkir tak jauh dari tempat awal ia berdiri. Deru mesin dari motor itu memecah keramaian jalanan yang masih berpayung awan kelabu dengan tetesan air yang jatuh dari atas sana.

Dilajukannya motor itu membelah jalanan yang tak terlalu padat dengan kecepatan sedang. Pikirannya melayang, sesuatu mengganggu pikirannya, tak terlalu fokus pada jalanan, pria itu tak sengaja menabarak sebuah motor matic didepannya. Beberapa kendaraan dibelakangnya berhenti mendadak membuat suara klakson dari pengemudi lainnya tak bisa di elakkan.

Orang orang yang berada di sekitar tempat itu berjalan mendekat untuk membantu dirinya dan pengendara yang ia tabrak.

"Mas, kalo gabisa nyetir gausah bawa motor dong!" suara perempuan. Tanpa melihat raut wajahnya pun sudah di ketahui bahwa ia sedang kesal dan marah. "Ganti rugi mas! Motor saya lecet gara gara situ!" lanjutnya menunjuk motornya.

"Lo gapapa?" tanya Raka datar tak peduli dengan tatapan tajam dari perempuan itu.

"Gue nya gapapa, motor gue kenapa napa!" nada bicaranya mulai sedikit menurun. Mata cewe itu melihat ke arah rok yang ia kenakan. Sedikit sobek di bagian bawahnya.

"Yaudah" jawab Raka datar membalikkan badan menuju motornya yang juga ada sedikit lecet pada bagian depan.

"Heh! Ganti rugi dong! Enak aja main kabur!"cegah perempuan itu menarik lengan raka.

"Gue gabawa uang, kita satu sekolah, gue ganti besok diparkiran sekolah." reflek mata gadis itu melihat kearah seragam Raka. Memang benar adanya, seragam mereka sama, mereka satu sekolah.

"Gue butuh kepastian!" bentak perempuan itu keras, tak peduli dengan tatapan orang orang yang telah membantunya tadi.

"Gue Raka, kelas 11 ipa1," raka memakai helm full face nya setelah menaiki motor sport hitam nya.

"Gabutuh kenalan sama lo! Gue butuh tang-gung ja-wab!" timpalnya.

"Gue ga ngajak kenalan, cuma ngasih kepastian aja, biar kalo gue ga ada diparkiran besok, cari aja gue ke kelas," jawab Raka santai sambil menyalakan motornya dan melaju meninggalkan perempuan itu yang masih berdiri tak berkutik disana.

Ini gue salah paham atau ke-gr-an?

**

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jun 28 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Badboy Pecinta Hujan.Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora