Sebelumnya aku mau minta maaf ya.. kalau seandainya ceritanya agak gak jelas dan alurnya agak aneh. Semoga kalian menikmati cerita ini.
Terimakasih--
*__________________*
TIINN TIINN
"Ah.. Gimana nih 5 menit lagi kelas dimulai. Pake acara macet segala lagi", gerutu siswa baru itu. Yups, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Bukankah yang pertama memang selalu berkesan. Itulah yang selalu menjadi motto hidupnya. Yaya, anak kelas X IPA-1 itu memiliki motto yang sangat simple untuk kehidupan pribadinya termasuk kehidupan hmm asmaranya.
" Hosh.. Hosh.. Paa..ak tunggu jangan ditutup dulu hosh gerbangnya" Sambil memasang wajah puppy eyes. Rasanya aneh saja masa satpam dikasih tatapan puppy eyes. 'Yaampun Yaya.. ingat itu hanya berpengaruh ada orang yang sudah mengenalmu. Ingat itu!!' batin Yaya tertawa dalam hati
"Hmm?"
"Paak.. jangan ditutup ya Pak, ini hari pertama saya loh pak.."
"Emang saya peduli"
"Yaampun pak, pelit banget sih, ayolah pak.. Buka dikit aja biar saya masuk sekolah dengan selamat" Masih dengan bujukan dan pupy eyesnya Yaya.
"Kamu anak baru? Awas kalo saya liat kamu telat lagi. Gak akan pernah saya izinin masuk. " omel satpam.
"Hehe, iya Pak. Makasih banyak ya Pak, selamat bekerja kembali, Pak.." Tanpa tunggu aba-aba lagi Yaya berlari menuju aula. Dan lagi-lagi
BRUUKK
Tanpa sengaja ia menabrak kakak kelas yang Hell kenapa wajahnya sama? Yaya melihat dari atas sampai bawah sambil mengedip-ngedipkan matanya tak percaya 'Bagaimana pangeranku bisa disini? Bukannya ia pindah di luar negeri? Atau jangan-jangan...'
"Hei adik kecil, kenapa kau memandangi seperti itu? Apakah aku telah membuatmu terpesona?" sambil diiringi senyum yang membuatnya eww sedikit tampan. Ingat cuma sedikit.
Yayapun menggeleng-gelengkan kepala sambil menghapus pikiran aneh yang telah bersarang di otaknya. Tapi otak lemotnya pun mengingatkan kalau hari ini dia telat. Tanpa memperdulikan kakak kelas di depannya, ia pun berdiri dan lari meninggalkan kakak kelas tersebut. Tanpa permintaaf maaf. Kakak kelas hanya mendengus sebal karena sifat Yaya yang tidak sopan. Kakak kelas itupun akhirnya memiliki niat yang cukup untuk mentolerir sikap Yaya
Ya Yasir, itulah namanya. Ia cukup terkenal karena ketampanannya dan prestasi yang pernah ditorehkan untuk sekolah ini. Dan ia juga termasuk kakak kelas famous di sekolahnya. Akhirnya ia pun melanjutkan menuju aula karena para guru pembimbing memanggilnya.
Yaya pun berhenti didepan aula karena ia menjadi objek di tempat tersebut. Dengan perasaan gugup, takut, campuraduk ia memberanikan diri untuk menemui guru pembimbing yang berada di depan muka.
"ehmm, Pak saya minta maaf karena telat. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi" Jujur dalam hati Yaya ia sangat takut. Kalau seandainya disana ada lubang hitam, ia pasti akan memilih masuk ke dalam lubang hitam itu daripada harus menahan malu di depan seluruh teman se-angkatannya.
"hmmm. Kenapa kamu telat? Bukankah ini pertama kali kamu masuk sekolah? Hari pertama masuk saja sudah seperti apalagi nanti kalau kamu sudah jadi siswa disini? Bla bla bla" Yaya memutar bola mata jengah kepada guru pembimbingnya. Tak lama ada siswa yang tampan. Sepertinya Yaya pernah melihatnya tapi dimana yaa? Oiya tadi saat perjalanan menuju aula ya..
Untung saja ada pahlawannya, eh, masudnya kakak kelas tadi yang berhasil menghentikan omelan guru pembimbing itu.
"Kamu, cepat masuk ke kelompok kamu. Sebelum saya berubah fikiran" sambil menunjuk Yaya. Sambil meminta maaf Yaya pun kembali ke kelompoknya.
DU LIEST GERADE
Kid's In Love (Short Story)
JugendliteraturAinun Mahya " Bukan karena memiliki wajah yang sama, sikap dan kepribadiannya juga akan sama." Yasir Arafat " Jangan menilai seseorang dari luar. Nilailah saat kau telah benar-benar mengenal ia dengan sangat baik."
