Prolog

310 47 8
                                        


Rintik-rintik hujan yang turunpun tidak mengakhiri kesedihan gadis kecil  berumur 10 tahun itu, airmata yang terus turun kini ia usap dengan perlahan. Nafasnya sesak, dadanya naik turun, ia memejamkan matanya berusaha agar rasa sakitnya itu hilang.

"Raina! disini kamu rupanya! kemarikan uang kamu! kita mau jajan!"  merasa namanya dipanggil, gadis kecil berkuncir kuda itu kini berbalik melihat tiga teman sekelasnya yang sudah mengecak pinggang dan menatapnya dengan kesal.

"Tapi Alif, kata mama aku ga baik minta uang sama orang lainucap Raina selembut mungkin.

"Aku ga peduli sama omongan mama kamu, kemarikan uangnya atau kamu aku tonjok!"  seru laki-laki yang bernama Alif itu.

"Alif, uang inikan untuk acara makan-makan di kelasucap Raina kecil dengan gemetar.

"Kamukan kaya, minta aja lagi sama papa kamu! susah banget sih!" timpal temannya alif yang berada di samping kanannya.Aldhi.

"Yang kayakan papa aku, aku ga punya apa-apaRaina kecil kini memundurkan langkahnya beberapa langkah.

"KAMU!!! AKU SUDAH PAKAI CARA HALUS! KAMU BERANI SAMA AKU?!!" geram Alif sambil mencengkram lengan Raina dengan kuat.

"Aahkkk!, maaf Alif, tapi aku ga berani ahkkk---"

Seperti kesetanan ketiga anak laki-laki itu menjambak rambut indah milik Raina, membuat beberapa helainya ikut rontok.

"SINIIN UANGNYA!" teriak Alif dengan lantang, membuat Raina memejamkan matanya dengan kuat.
"Oohh, kamu sudah berani sama alif?" tanya orang disamping kiri Alif dengan nada mengejek. Reyhan.

Bestfriends -PCYStories to obsess over. Discover now