Jauh

346 25 1
                                        

Gatari Anastasya sedang berdiri di depan meja kasir sebuah kedai es krim. Siang ini terasa terik. Gatari agaknya perlu mendinginkan kepalanya sebelum memulai kelas dengan dosen menyebalkan.

"Sejam setengah lagi," batinnya.

Setelah menyebutkan pesanannya ke pelayan kasir, perempuan yang akrab disapa Tata itu mengedarkan pandangan-mencari kursi kosong dalam kedai ini. Sudah menemukan yang ia cari, Gatari melangkahkan kakinya menuju kursi yang dimaksud dengan es krim di tangan kanannya.

Terbesit perasaan usil, Gatari memotret dirinya yang sedang menyuap sesendok es krim lalu mengirimkannya ke seseorang lewat aplikasi chat.

Me: sent a photo.

Aidan Gilang💙: Astagfirullah!

Aidan Gilang💙: Mau

Me: Hehe

Aidan Gilang💙: Katanya ada kelas abis ini

Me: Ya kan nanti sejam lg

Aidan Gilang💙: Trs ini dinana?

Aidan Gilang💙: *dimana

Me: Deket kampus kok

Aidan Gilang💙: Jogja panas, butuh yang adem juga

Aidan Gilang💙: Tapi lagi puasa

Aidan Gilang💙: Ah serba salah dah

Me: Apaan sih

Me: Ngeluh mulu

Me: Lemah

Aidan Gilang💙: Tuhkan di dzolimi mulu aku mah

Me: Lang

Aidan Gilang💙: Ta

Aidan Gilang💙: Ih barengan

Me: Apa

Aidan Gilang💙: Apa

Me: Ih barengan

Aidan Gilang💙: Kamu duluan

Me: Gjdddd kamu duluan aja

Aidan Gilang💙: Kebiasaan!

Aidan Gilang💙: Yaudah, cuma mau nanya sama siapa kamu makan es krim?

Me: Hmm..

Me: Sendiri aja

Aidan Gilang💙: 86! Be there in 20 minutes

Me: Dih gila

Aidan Gilang💙: :(

Aidan Gilang💙: Kangen, Ta

***

Dosen laki-laki yang berdiri di depan kelas sedang berbicara, sementara Gatari mati-matian menahan rasa kantuknya. Materi yang dijelaskan oleh Pak Ahmad-dosen menyebalkannya itu sebentar lagi selesai, namun coretan kertas binder Gatari tidak sampai setengah penuh.

JauhHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora