Sasa sedang membuat coret-coret tak jelas di jam sekolahnya. Ia malas dengan mata pelajaran yang ada di depannya saat ini. Karena alasan itulah ia mengalihkan rasa bosannya dengan mencoret-coret buku pelajarannya dengan aksara-aksara indah.
Sasa memiliki hobby menulis. Ia selalu salurkan kapanpun ia inginkan. Tulisan-tulisan indahnya selalu ia simpan dalam sebuah buku khusus. Setiap saat buku tersebut selalu bersamanya.
Tanpa Sasa sadari ada seseorang di ujung lain sedang memperhatikannya. Levi tahu kalau Sasa selalu menulis pada sebuah buku berwarna pink miliknya dan itu membuatnya penasaran. Hingga muncul ide usil di otaknya, agar ia bisa tahu apa yang Sasa tulis.
Levi mengambil buku Sasa di saat jam istirahat, kebetulan juga Sasa meninggalkan bukunya di dalam kelas. Levi memotret semua isi buku tersebut, untuk ia baca isinya di rumah nanti. Ada senyum kemenangan di wajah Levi.
***
"Halo, bisa bicara dengan Sasa?" ujar suara di seberang.
"iya, saya Sasa," jawab Sasa.
"Selamat, kamu terpilih menjadi peraih Pena Emas web Seventeen untuk event karya tulis remaja."
Sasa terkejut dan bingung. Ia tidak pernah merasa mengirimkan karyanya ke event apapun.
