Sebuah mobil melaju dengan sangat cepat. Menembus malam yang basah dan dingin karna hujan.
Siapa tau kalau didalam mobil itu ada seorang pemuda dengan wajah babak belur dan tangan yg terikat.
"Wae...!!!wae!! Apa salahku hingga kalian memperlakukanku seperti ini??!!" Teriak pemuda itu.
Tak ada satupun orang yang menjawab pertanyaannya.
"Hik hik..."
Akhirnya terdengar juga tangisan namja itu. Tangisan pilu..
Entah takut atau entah marah, atau mungkin malah keduanya.
Salah satu dari mereka, ahjussi berbaju coklat perlahan mendekat ke arah namja muda itu. Membelai lembut bahu sang namja dan ikut menangis juga.
"Maafkan kami tuan muda..maafkan kami. Hanya ini cara kami menyelamatkan nyawa kami sekaligus keluarga kami. Aku mohon.. jangan membenci kami"
SRAKKKKK...
Bunyi ban mobil yang direm ditempat yang penuh bebatuan.
Brakkk...
Ditariknya sang pemuda itu keluar mobil.
"Bisakah kalian jangan terlalu kasar pada Tuan Muda Kai!!" teriak sang ahjussi.
Orang yang menyeret Kai pun menatap benci sang ahjussi.
"Kita selesaikan pekerjaan ini dan semua berakhir. Jadi lebih baik kau membantuku dan jangan banyak omong"kata orang itu.
"Benar. Orang tua ini sungguh menyusahkan!"cibir yg lainnya.
"Apa kalian lupa. Dy juga salah satu Tuan kita bukan?" Bela sang ahjussi.
"Itu dulu. Toh sekarang dy sudah dibuang oleh Tuan Besar. Jadi?? Haruskah kita masih menganggapnya tuan?"
Ahjussi itupun menahan amarahnya
"Kalian!! Padahal Tuan Muda selalu baik pada kalian.. kenapa ini balasan kalian"
"Lalu apa bedanya denganmu? Kau juga ikut andil sekarang bukan?"
Sang ahjussi itupun terdiam.
"Sudahlah tak usah berdebat. Bawa dy masuk"kata orang yg sepertinya ketua dari mereka semua.
Kai menatap takut gedung yang berada didepannya. Gedung mengerikan dengan lumut memenuhi dindingnya serta lampu minim yang bahkan tak cukup membantu untuk menerangi gelapnya malam.
"Tempat apa ini"batin Kai
Kai diseret dan dipaksa memasuki gedung itu.
Kai terbelalak ketika mengetahui apa yang ada didalamnya.
"I..i..ni.."kaget
"Kalian mau memasukkanku ketempat ini??"
"Apa boleh buat" cuit salah satu orang yang membawa kai.
Ahjussi itu memandang sedih Kai
"Tuan...."lirihnya
"Ayah.. kenapa kau jadi seperti ini? Kenapa kau lakukan ini padaku"
"Oh jadi dy.."
Seorang laki-laki dengan wajah tegas mendekat. Dan dari seragamnya bisa dipastikan dy salah satu petugas dari Rumah Sakit Jiwa ini.
Dy memperhatikan Kai dari atas sampai bawah.
"Putra Tuan Kim?"
"YA.. kami membawanya"
"Serahkan dy padaku dan kalian boleh pergi"katanya.
Beberapa petugas dengan sigap memegangi Kai yang coba memberontak.
"Kami pergi"
"Ya.. hati-hati" jawab sang petugas.
"Andwae..!!! Kalian jangan tinggalkan aku disini. ANDWAE!!"teriak Kai sambil terus menggelengkan kepalanya.
Sang ahjussi menatap sedih Kai.
"Maafkan aku Tuan"lirihnya.
Lalu berjalan mengikuti yang lainnya.
"Andwae..hiks.. hiks.."
"Bawa dy!!"
Diseretnya Kai dengan kasar.
Kai melihat disekelilingnya. Lorong mengerikan yang dipenuhi orang gila disetiap biliknya.
"Ahjussi lepaskan aku! Sumpah aku tidak gila.
Sumpah aku tidak gila!!"
Petugas itupun hanya tersenyum
Brakkk!!!
Didorongnya Kai masuk kedalam suatu bilik kecil lalu dengan cepat dikunci dari luar.
Kai yang sudah dilepas ikatannya pun dengan cepat bangun dan berteriak.
"Aku tidak gila. Lepaskan aku!! AKU..TIDAK..GILA!!"
Sang petugas pun menghentikan langkahnya.
"Aku tau..
Tapi.. nikmatilah hari-harimu disini sekarang. Disini cukup menyenangkan jadi tak perlu takut haha" gelaknya sambil menyeringai.
Dy pun melanjutkan jalannya meninggalkan Kai yang masih saja berteriak.
Wahhhh....
Ini Part pertama ya.. jd baru pengenalan buat karakter Kai. Untuk yg lainnya nyusul di part berikutnya..
Gomawo..
YOU ARE READING
Nightmare (EXO K)
FanfictionKetika mimpi buruk menjadi kenyataan dan tak ada jalan untuk keluar. Berawal dari Kai yang di masukkan ke Rumah Sakit Jiwa oleh ayahnya. Rumah sakit yang ternyata menyembunyikan banyak rahasia pasien di dalamnya. Kenyataan yang sangat mengerikan ya...
