Selalu Teringat

17 1 0
                                        

Entah aku harus bagaimana lagi agar aku bisa melupakan dirimu, kenapa kenyataan pahit yang kau berikan membuat hatiku sangat sakit sampai sekarang pun rasa itu masih sama , 3 tahun sudah lamanya semenjak kau pergi tanpa pesan apapun aku masih selalu teringat akan dirimu ,wajahmu,senyummu seakan enggan pergi dari ingatanku .
Hanya satu yang ku ingin semenjak hari itu hingga sekarang yaitu aku bisa mendapat penjelasan dan kepastian darimu, tapi semua itu mustahil  aku sudah mencari kabar  kemana-mana tentangmu tapi semua nihil , tak ada satupun yang menunjukkan tentang keberadaanmu .

"Dorr......" sebuah tepukan tangan di bahuku yang membuat ku sedikit terlonjak dari lamunku karena terkejut  , kutolehkan kepalaku ke belakang dan kulihat orang yang menepuk bahuku tadi ternyata orang itu Fika .

"Kamu ngagetin aja sih fik !!!" ucapku padanya dengan wajah yang sedikit cemberut dan menahan tawa dalam hatiku (hahaha rasain kamu fik aku kerjain balik ) .

"Habisnya kamu ngelamun aja , ngelamunin apa sih ???" Tanya nya dengan nada sedikit ingin tahu tentang apa yang ku pikirkan tadi .

"Kepo banget sih jadi orang . "
Aku bangkit dari dudukku dan meninggalkannya dan akhirnya ....

"Tungguin dong , main tinggalin aja sih..."  

Yap dia berteriak memanggil ku dan langsung menyusul ku yang sedang berjalan menuju mobil .

Kini kami sedang berada di dalam mobil yang sedang menuju ke suatu tempat , tempat yang membuat aku belajar tentang arti sahabat , tempat yang membuat aku merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya , tempat yang mengukir semua kenangan indah maupun kenangan yang pahit .
Tempat itu adalah sekolah semasa aku masih duduk di bangku SMA(Sekolah Menengah Atas ) , ya tempat itu adalah SMA KUSUMA BANGSA  .

Di tengah perjalanan Aku dan Fika hanya diam dan sibuk dengan kegiatan masing-masing , dan akhirnya Fika pun memecah keheningan .

" Nyalain dong radionya biar gak sepi banget kayak gini ... . " ucapnya dengan menatap kearah ku yang sedang fokus menyetir .

"Punya tangan kan bu !!! ." jawabku  tanpa menghiraukan dia yang sedang ngedumel gak jelas .

"Udahlah Shin , kamu dari tadi kenapa sih ngelamun gak jelas Marah-marah gak jelas , inget ya tujuan kita kesana itu mau hadir karena ada acara reunian bukan buat ingat-ingat mantan ! , titik gak pake koma." balas Fika dengan nada yang lumayan tegas .

(Brakkkk) suara mobil tertabrak  .

"OMG...... Shinta , Kamu udah nabrak mobil di depan aduh gimana dong ini !!! . " teriak Fika dengan sedikit membentakku .

" Biasa aja dong aku kan juga gak tau kalau bakal nabrak kayak gini .... ." ucapku dengan nada yang sedikit takut , ya aku takut bagaimana kalau nanti yang keluar dari mobil yang kutabrak adalah bapak-bapak yang bertubuh besar atau lebih menyeramkan dari itu .
Akhirnya aku meminggirkan mobilku dan diikuti oleh mobil yang kutabrak tadi .

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 02, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Langit yang samaWhere stories live. Discover now