(follow dulu sebelum baca)
[ BELUM DI REVISI ]
18+
Seattle,
Meeting.
Anna adalah Sekertaris sekaligus tangan Kanan di sebuah Perusahaan yang bergerak maju pada bidang Komunikasi,
Pertemuan besar yang di adakan untuk membangun kerja sama antara
...
Di sini aku akan menceritakan tentang awal hidupnya Anna sampai bertemu dengan Morgan dan Jack Han 😚
Jangan lupa tinggalkan jejak
and Happy reading.....
guysssss
----
Pagi ini, Anna harus menyelesaikan tugas skripsi nya, menjelang kelulusannya Anna tak berkutik dari tempat duduknya ia terus memandangi komputer dan mengetik.
White House alias istana kepresidenan AS. University of Washington sendiri berdiri di kota Seattle, negara bagian Washington. Hanya di sebelah barat Washington DC. Salah satu universitas tertua yang berdiri di Pantai Barat (sering disebut West Coast, Red) AS.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ya. Di kampus itu Anna harus bersaing dengan beribu-ribu orang bahkan lebih. Anna yang sering di juluki kampus berjalan itu selalu mendapat penghargaan dari berbagai jenis kalangan dari mulai akademik - non akademik.
Tapi di sisi lain Anna yang terkenal sosoknya yang tegar, takenal lelah, mandiri, mempunyai sisi gelap. Sisi gelap dari masa lalunya, yang terbayang terus menerus dan selalu datang saat Anna merasa sendiri. Anna sering kali melamun dan terus melamun, memikirkan hal-hal yang seharusnya ia lupakan.
#flashback on
Boston, Rumah Pohon
Sejak umur 5 tahun Anna selalu bermain di sana, menghabiskan waktu bersama teman kecilnya itu. Anna senang sekali bermain dengannya dan melupakan semua beban hidupnya.
Anna seorang anak yatim piatu yang diasuh oleh neneknya, karna orang tua yang masih tersisa adalah neneknya sendiri.
Orang tuanya Anna meninggal kan Anna sejak kecil. Anna masuk katagori (broken home) orang tuanya selalu bertengkar sampai akhirnya surat perceraian pun melayang, Ayahnya yang selalu over protektif kepada ibunya. Tapi Anna selalu menyayangi mereka, ayahnya pun berubah menjadi tak peduli lagi dengannya. Sampai suatu hari, Ibunya dibunuh oleh Ayahnya sendiri, karna sifat nya tersebut yang selalu semena-mena kepada ibunya. Ayahnya pun meninggal karena despresi saat mengendarai mobil akhirnya orang tua Anna pun meninggalkan Anna untuk selamanya.
Skip,
Anna menghabiskan waktunya untuk bersenang senang dengan teman kecilnya yang sudah Anna anggap sebagai sahabat dikala ia sedih. Di sebuah rumah pohon yang dulu pernah dibuat oleh Ayahnya sewaktu ia berusia 5 tahun.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Saat Anna sedang bermain ayunan, Ia lupa bahwa sahabatnya tak kunjung datang. Anna mulai resah Anna mulai mencari di sekitar rumah pohon tersebut Anna mencari dan terus mencari. Sampai Anna memutuskan tidak pulang kerumahnya melainkan hanya untuk menunggu dan bertemu dengan sahabatnya itu.
Anna tertidur di rumah pohon tersebut. Paginya, Anna terbangun ada seseorang yang menepuk pipinya perlahan, saat Anna tersadar dia kaget karena dia ketiduran dan dia senang bertemu sahabatnya itu, ia berusia lebih tua dari Anna. Anna yang berusia 5 tahun dan dia berusia 12 tahun perbedaan adalah (7tahun).
"Anna... " mencubit pipi Anna.
"Aduh sakit..." menjawab dengan suara khas baru bangun serak serak manja.
"Bangunlah, Aku harus segera pergi dari sini, ini pertemuan terakhir kita, aku janji akan kesini, jangan tinggalkan aku, tetaplah menunggu ku." ucapnya yang singkat, lalu mencium kening Anna sambil membelai lembut helai-an rambut Anna, menahan air mata yang sudah tak kuasa ia tahan dengan cepat ia menghapusnya dengan punggung tangganya dan memutuskan pergi meninggalkan Anna.
Anna pun yang masih tidak mengerti hanya diam dan mencerna dengan baik
"Hey! Jangan pergi kamu baru saja datang, menyebalkan, bagaimana dengan petak umpet kita." teriaknya
"Jangan pergi!!!! Kumohon." Anna pun mulai meneteskan air mata yang sudahtidak dapat dibendung lagi olehnya
"Morgannnnnnnnnn..." Teriaknya
Sejak saat itu pun Anna mulai menjadi tak peduli dengan keadaan, sifatnya yang ke kanak-kanak kan, peduli terhadap lingkungan, ceria, dan manja berubah menjadi sedingin es, membuat dinding pelindung tebal sehingga takkan ada orang bisa masuk kembali, untuk menyakitinya. Kekecewaan muncul kembali untuk kedua kalinya merasakan sakit karna beban hidupnya yang teramat pedih sejak kepergian orang tuanya ditambah dengan sahabat nya yang meninggalnya.
Sejak kepergian teman kecilnya itu ia slalu habiskan hari harinya kerumah pohon tersebut mendekor ulang rumah tersebut. Bercerita sepanjang hari seperti orang gila menggambar dan menempelkan apa pun tentang keseharian mereka di rumah pohon tersebut hingga Anna berusia 20 tahun.
Bagaimana ia bisa melupakan teman masa kecilnya itu?
sedangkan, setiap kali ia menangis sahabatnya yang selalu menghiburnya. Meskipun perbedaan umur di antara mereka cukup jauh. tapi Anna tidak pernah merasa canggung, malah yang ia rasakan adalah kenangan indah bersama teman semasa kecilnya itu.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
#Flashback off
"Anna cepat turun, ayu kita makan malam. Omma sudah masakan makanan kesukaan mu." suaranya yang lantang mengagetkan Anna dari lamunannya
" Iyya omma, sebentar lagi. " ucapnya lembut
Anna dengan cepat menuruni anak tangga melangkah kan kakinya menuju dapur, tanpa perlu waktu lama Anna langsung melahap masak buatan ommanya tersebut.
"Perlahan tapi pasti." ujar omma
Anna yang tak mengerti hanya bisa tersenyum dan melanjutkan makannya dengan perlahan.
Maaf sedikit 😘 karna masih pemula aku akan belajar lebih giat lagi untuk membikin rangkaian kata kata tersebut.
Abis baca voment ya 😉 1 voment (vote + comment ) dari kalian sangat berharga bagiku. Love u,